×Close

Notifications

Disqus Logo

MHTNESIA CENTER

SPREAD

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

GOODNESS

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

AND

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

EXPEDIENCY

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

CV. Galibi Media Group

Perusahaan start up yang didirikan pada 20 Oktober 2018 dengan usaha pertama adalah percetakan. Cek selengkapnya di www.galibimediagroup.com.

Gubahan Anak Bangsa

Wadah karya untuk generasi muda yang bergerak dalam bidang literasi. Didirikan pada 16 September 2019 dengan tujuan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam literasi. Cek selengkapnya di www.gubahananakbangsa.com

Ibarat Kata

Sebuah kata yang penuh makna dan telah menjadi wasilah foundernya untuk bangkit dari kegelapan. Cek selengkapnya di www.instagram.com/ibaratkata_official.

Welcome To MHTNesia Center

Merupakan program yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusian untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.

MHTnesia Business

MHTnesia Care

MHTnesia Academy

MHTnesia Sharing

MHTnesia Motivation

MHTnesia Quotes

MHTNesia Documentation

Sebuah jejak digital MHTnesia.

polio

Kreatif

Kreatif dengan kemampuan yang dimiliki untuk bangsa dan agama.

Inovatif

Selalu berusaha untuk membuat hal-hal baru guna memberikan kontribusi terhadap bangsa dan agama.

Inspiratif

Menjadi media inspiratif bagi generasi muda untuk berkontribusi pada bangsa dan agama.

Edukatif

Menjadi media yang memberikan pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia di masa mendatang.

Our Time Life

Garis waktu perjalanan kehidupan "MHTnesia"

  • 2000 – Lahir Pertama kali melihat isi dunia.
  • 2005 – Mencoba Di usia ini banyak mencoba dan belajar mengevaluasi setiap kejadian.
  • 2007 – Mengenal huruf Memulai perjalanan pendidikan di SDN Pasir Angin 01.
  • 2013 – Masa kebangkitan Semenjak masuk SMPN 1 Megamendung, pikiran menjadi lebih terbuka. Di sinilah awal mula kebangkitan MHTnesia dalam kehidupan untuk senantiasa berikhtiar menjadi manusia yang berkualitas, baik dunia maupun akhirat.
  • 2016 – Masa belajar dari pengalaman Bukankah belajar dari pengalaman itu penting? Ya, pada tahun inilah mulai belajar dari pengalaman. Selama 3 tahun di SMAN 1 Cisarua banyak kejadian-kejadian yang menjadi daya dorong untuk terus melangkah dan berkarya Di tahun ini juga mulai aktif organisasi di luar sekolah, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
  • 2017 – Mendirikan Ibarat Kata Berawal dari celotehan seorang sahabat berinisial HSA, di tahun ini mulailah mendirikan Ibarat Kata dengan tagline #goresankatauntuknegeri.
  • 2018 – Mendirikan CV. Galibi Media Group Di masa usia siswa putih abu sudah mulai mendirikan usaha. Setelah 2 tahun berjalan, tepat pada 9 Maret 2020 akhirnya GMG menjadi sebuah perusahaan berbentuk CV.
  • 2019 – Semi survival dan pendidikan tinggi Di waktu ini sudah belajar bertahan hidup dan Allah izinkan untuk menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB University).
  • 2019 – Mendirikan Gubahan Anak Bangsa Bersama sahabat dari kecil berinisial SS mulai mendirikan wadah karya yang bergerak di bidang literasi tepat pada 16 September 2019 dengan nama Gubahan Anak Bangsa.
  • 2020-– Sekarang Terus menebar kebaikan dan kemanfaatan atas izin dan ridho-Nya.
Apa itu MHTnesia Center?
MHTnesia Center adalah sebuah program yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusiaan untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.
MHTnesia
MHTnesia atau MHT adalah nama branding Muhamad Husni Tamami.
MHTnesia Center
Sedangkan MHTnesia Center adalah program yang digagasnya. Rencananya MHTnesia Center ini akan menjadi sebuah yayasan sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia dan juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.
Apa yang sedang difokuskan MHT saat ini?
MHT sedang fokus pada keagamaan, akademik,Prestasi, GMG, GAB, MHTnesia Center, dan kegiatan organisasi maupun kepanitiaan lainnya.
Keagamaan
Keagamaan adalah hal utama.
Akademik
Sebagai seorang anak tentu ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi akademiknya. Selain itu, prestasi akademik juga menjadi salah satu cita-cita dalam kehidupan.
Prestasi
Prestasi akademik maupun non akdemik.
GMG
Telah berkomitmen untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan CV. Galibi Media Group bersama tim.
GAB
Ini menjadi wadah karya dan motivasi untuk terus berkarya dalam bidang literasi.
MHTnesia Center
Tentu ini juga difokuskan agar bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berkualitas.
Organisasi dan Kepanitiaan
Tidak bosan untuk senantiasa aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan, karena di sinilah banyak ilmu dan hikmah yang didapatkan.
Apa bahagia versi MHT?
Setiap orang memiliki definisi bahagia masing-masing. Inilah definisi bahagia MHT.
Bahagia di dunia
Bahagia di akhirat
Apa tagline MHT?
Spread Goodness and Expedience (Menebar Kebaikan dan Kemanfaatan)
Silakan buat tagline mu
Buat personal branding mu
Mau Tanya Lebih Banyak?
Kontak saja MHT.
WhatsApp
082125826729
Line
mht_ibaratkata
Facebook
Muhamad Husni Tamami
Twitter
@Muhamadhusnita2
Instagram
@muhamadhusnitamami
Email
muhamadhusnitamami@gmail.com

MHTnesia Motivation

Sebuah tulisan yang insya Allah bermanfaat bagi pembaca.

Dokumentasi

Skill & Info

Pada prinsipnya terus berikhtiar dan selalu belajar.

Public Speaking
90%
Design Grafis
75%
Business
85%
Writing
90%
Editing Video
70%

WHAT PEOPLE Says

Blog yang menjadi rujukan untuk millenials yang mau mengembangkan dirinya. Blognya sarat dengan ilmu tetapi bahasanya mudah sekali dicerna. Itu karena MHT betul-betul hadir di kelas dan menyampaikan intisarinya dalam blog ini. Semangat selalu untuk menginspirasi, MHT.

Faisal Maulana

Trainer, Coach, Entrepreneur

Untuk karya tulisnya bagus dan mencerminkan kisah asli dari penulis yang mengalami hal itu sendiri.

M. Syahrul Hidayat

Desainer and Owner Musyahid Project

Tulisan yang MHT sering berikan kepada saya, tulisannya sangat baik dari segi struktur penulisan sampai dengan isi tulisannya, tulisan dari MHT selalu memberikan tulisan-tulisan yang bermuatan inspirasi dan motivasi.

Muhamad Adhan

Pelajar

Happy Clients

Expert Workers

Projects Done

Years Of Experience

LATEST POST

Selamat membaca :)

Thursday, September 24, 2020

Hari Tani Bukan Sekadar Formalitas Elit Negeri

Hari Tani Bukan Sekadar Formalitas Elit Negeri

Hari ini, 24 September 2020, tepat 57 tahun Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno membuat keputusan Nomor 169 Tahun 1963 dengan menetapkan 24 September adalah Hari Tani. Dipilihnya 24 September karena bertepatan dengan tanggal Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok  Agraria (UUPA 1960) disahkan. 

Kenapa ditetapkannya di momen UUPA? Karena di sana terdapat perjuangan para pahlawan Indoesia dalam memperjuangkan pertanian di Indonesia.

Sedikit membahas sejarah UUPA. Sebelumnya, undang-undang tentang pertanian menggunakan UU Agraria Kolonial. Namun, sejak Indonesia lepas dari jajahannya, pemerintah Indonesia kemudian berusaha merumuskan UU Agraria baru untuk mengganti UU Agraria Kolonial.

Tahun 1948, Indonesia mulai membentuk panitia Agraria Yogya. Ini dilakukan saat ibukota RI di Yogyakarta. Namun, dampak dari politik, usaha itu pun tidak berhasil.

Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember 1949, ibukota RI kembali ke Jakarta. Panitia Agrararia Yogya yang telah terbentuk diteruskan di Jakarta dengan berganti nama menjadi Panitia Agraria Jakarta. 

Panitia Agraria Jakarta menghadapi berbagai dinamika. Panitia Agraria Jakarta sempat mandeg hingga harus berganti sebanyak 4 kali, mulai dari Panitia Soewahjo (1955), Panitia Negara Urusan Agraria (1956), Rancangan Soenarjo (1958), hingga Rancangan Sadjarwo (1960).

Kemudian, Menteri Pertanian (1959), Soenaryo, memprakarsai Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk digodog oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR -GR). Al hasil, pada 24 September 1960, RUU tersebut disetujui DPR sebagai UU No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria kemudian dikenal dengan Undang-Undang Pembaruan Agrarian (UUPA). Undang-undang ini mengubah produk hukum agraria di masa Belanda .

Dilansir dari SariAgri,  UUPA merupakan kebijakan hukum yang mengarah pada bidang agraria dalam usaha mengurus dan membagi tanah dan sumber daya alam lainnya yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, di mana dasar politik hukum agraria nasional dinyatakan dalam teks asli UUD 1945 dalam Pasal 33 ayat (3) yang menyebutkan: “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Kemudian, 3 tahun berikutnya tepat 24 September 1963, Presiden Soekarno menetapkan 24 September sebagai Hari Tani.

Pada dasarnya, Hari Tani adalah pengingat para elit pemerintah untuk memperjuangkan para petani di Indonesia. Hari Tani bukan hanya sekadar hari yang hanya diperingati sebagai bentuk formalitas pemerintah mengingat Hari Tani. Bukan itu sebetulnya. Justu Hari Tani ini harus menjadi momen bagi pemerintah untuk lebih peka terhadap petani-petani Indonesia. Bukan malah sebaliknya, menggusur hak-hak petani hanya untuk kepentingan politik atau kepentingan kekuasaannya.

Sekarang, isu-isu pertanian mulai berkembang di masyarakat. Pengalihan fungsi lahan sudah banyak ditemukan. Sebetulnya, kemana dukungan pemerintah terhadap pertanian?

Memang ada program untuk menyejahterakan petani, tapi nyatanya masih banyak petani yang belum sejahtera.  Padahal dari petani-lah kita bisa makan, dari petani-lah kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa kelaparan. Walau itu hakikatnya adalah pemberian Tuhan.

Hari Tani, jangan dipolitisasi. Sudah seharusnya pemerintah dan pihak yang berwenang untuk peduli. Peduli kepada para petani yang selalu mengabdi kepada negeri.

Hari Tani, bukan hanya sekadar peringatan formalitas. Namun, maknanya harus lebih jauh dari itu. Di momen ini kita merenungkan bagaimana nasib petani ke depan supaya lebih sejahtera, lebih berdaya, dan lebih makmur. 

Mari kita dukung para petani Indonesia untuk terus melanjutkan pengabdiannya pada negeri melalui aktivitas-aktivitas pertaniannya agar kita bisa hidup tanpa kelaparan, agar kita bisa menggapai impian luhur dengan sehat dan bergizi dari hasil petani Indonesia.

Salam Pertanian Indonesia.

Bogor, 24 September 2020
Muhamad Husni Tamami

Referensi: https://m.sariagri.id/pertanian/60131/sejarah-singkat-lahirnya-hari-tani-nasional

Friday, September 18, 2020

Hanya Perasaan atau Memang Kenyataan

Hanya Perasaan atau Memang Kenyataan

Assalmu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Halo sobat MHT. Kali ini MHT ingin bercerita. Kadang saya itu entah mengapa ketika bertanya, menjawab, memberikan tanggapan, atau aktif di perkuliahan seperti tidak nyambung. Mungkin ini perasaaan saya saja atau memang kenyataannya begitu.

Saya aktif karena saya ingin belajar untuk berani. Berani untuk melatih saya percaya diri ketika terjun di masyarakat. Jika pun memang apa yag saya sampaikan itu kurang tepat, saya akan akui dan belajar dari ketidaktepatan itu. 

Saya adalah mahasiswa yang sedang belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk ke depannya. Siapa pun mohon tegur saya jika ada di jalan yang salah.

Terima kash.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 18 September 2020
Muhamad Husni Tamami 

Mengenal Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University

Mengenal Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University

 


































Mengenal Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University

Tangguh di Masa Pandemi Covid-19

Tangguh di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir. Per Rabu (16/9/2020) kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 228.993.  Tentunya ini bukan kasus dengan jumlah kecil. Pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi bencana nasional ini.

Dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19, pemerintah telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, dunia kerja, hingga pendidikan. Banyak instansi yang melakukan work from home (WFH) selama pandemi Covid-19. Namun, semakin ke sini, ada juga yang sudah masuk ke kantor namun dengan tetap emngikuti protokol kesehatan dan dengan jumlah terbatas.

Sektor pendidikan merespon cepat. Pemerintah memberlakukan pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19. Bahkan, dalam rangka menunjang pembelajaran secara daring, pemerintah juga meluncurkan program bantuan pulsa untuk membantu proses pembelajaran.

Covid-19 harus dihadapi. Kita harus tangguh di masa pandemi Covid-19. Jangan sampai kita kalah. Pandemi Covid-19 seharusnya dijadikan suatu pembelajaran bagi kehidupan. Banyak hikmah yang dapat kita petik. Banyak kesempatan dan peluang yang bisa kita lakukan. Kita ditantang untuk lebih kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. Inilah masanya untuk menuangkan karya-karya kita untuk negeri tercinta.

Mari kita bijak dan tangguh dalam menghadapi pandemi ini. Jadikan pandemi Covid-19 sebagai kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi. Tidak lupa untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Tanpa kita yang mematuhi protokol kesehatan, pemerintah bisa apa. Pemerintah dan kita sejatinya harus saling kerja sama agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Semoga pandemi segera berakhir di tanah air.

Wednesday, September 16, 2020

Tanpa Desa Tak Ada Istilah Kota

Tanpa Desa Tak Ada Istilah Kota

Lahan pertanian di Desa Pasir Angin, Kec. Megamendung, Kab. Bogor.

Bicara soal desa ada ribuan cerita di sana. Saya lahir di desa, dibesarkan di desa, dan sekarang masih di desa sembari menimba ilmu di tanah Sunda, IPB Univeristy. 

Secara konstitusi desa merupakan wilayah administratif di bawah kecamatan, contohnya Desa Pasir Angin yang terletak di Kabupaten Bogor. Orang yang memimpin di desa disebut kepala desa. Desa juga terdiri dari beberapa RW dan RT yang merupakan wilayah adminstratif di bawah desa yang tujuannya untuk mempermudah pemerintah desa dalam melaksanakan tugasnya.

Tidak hanya desa, ternyata ada juga wilayah administratif di bawah desa, yakni kelurahan yang pemimpinnya sering disebut lurah.

Perbedaan antara desa dan kelurahan dapat ditemukan dari pemimpinnya. Desa dipimpin oleh kepala desa yang berasal dari rakyat kemudian dipilih oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sementara  lurah dipimpin oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pengangkatannya ditunjuk oleh bupati/ walikota.

Kembali lagi ke pembahasan desa. Tadi pengertian desa secara konstitusi. Bagaimana pengertian desa yang dilihat dari kenyataannya? 

Menurut saya, desa adalah suatu wilayah yang penduduknya homogen, tingkat kedekatannya masih erat, masih menggunakan cara-cara tradisional, dekat dengan alam, dan mata pencahariannya hampir sama.  Orang yang tinggal di desa kemudian tinggal di kota akan menyebut bahwa desa itu adalah tempat yang nyaman, jauh dari polusi, atmosfer masih segar, pemandangannya indah, tempat untuk me-refresh diri, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Ya, sejatinya desa memang begitu. Apakah sekarang demikian?

Sekarang kita temui bahwa ternyata desa tak semua begitu. Seiring berjalannya waktu desa mulai berubah. Alih fungsi lahan di desa sudah banyak. Contohnya saja di wilayah saya, awalnya lahan pertanian sekarang menjadi tempat pemancingan. Untung saja lahan pertanian kakek saya tidak dijual kepada pihak yang akan menjadikan tempat pemancingan itu.

Atmosfer di desa tidak seperti dulu. Memang masih ada desa yang asri, tetapi tidak semua desa demikian. Ini adalah tantangan kita sebagai generasi muda untuk menyikapi hal-hal seperti ini. Generasi muda yang peduli terhadap desa berarti peduli terhadap masa depan bangsa Indonesia.

Saya ingin berbagi pengalaman. Setelah IPB melakukan proses perkuliahan secara daring, saya berinisiatif untuk lebih dekat dengan masyarakat desa. Saya ikut program di kampung, yaitu ronda dan HUT RI ke- 75.

Saya berdinamika dengan masyarakat desa. Melihat langsung bagaimana kondisi desa di lapangan. Beragam permasalahan di desa saya temukan. Hasil pengamatan saya masih ditemukan konflik antar individu, perbedaan pandangan, adanya kubu-kubu, ketidakpedulian terhadap program kampung, dan kurangnya motivasi untuk memajukan kampung halamannya.

Namun, di sisi lain ada sekelompok pemuda-pemudi desa yang memiliki tekad untuk memajukan kampungnya. Mereka membuat suatu kepanitiaan untuk HUT RI ke- 75. Tahun lalu kegiatan ini dipegang oleh para orang tua, sekarang diambil alih oleh pemuda-pemudi.

Keaktifan mereka terhadap kampungnya karena ingin ada kemajuan. Mereka tidak ingin kampung halamannya sendiri diam tanpa ada program-program kepemudaan. Mereka memiliki hati untuk berkontribusi pada bangsa dan negara melalui keaktifannya di kampung sendiri.

Itu terkait SDM di desa saya. Potret desa saya selain yang sudah disebutkan di atas (tentang pemancingan) memang potensi pertaniannya masih ada. Beberapa wilayah di desa saya masih memanfaatkan lahan pertanian untuk menunjang kehidupannya.

Selain itu, wisata di desa saya memang belum nampak jelas, tapi potensinya ada. Saya sendiri memiliki impian untuk membangun desa melalui pemanfaatan potensi yang ada di desa saya sendiri. Entah itu melalui potensi wisatanya, potensi SDM-nya, maupun potensi lainnya.

Sebetulnya di desa saya tepatnya di RT saya sendiri ada suatu peninggalan tentara Jepang berbentuk gua. Konon katanya gua ini adalah tempat penyimpanan bagi tentara Jepang. Akan tetapi, saya belum mempertanyakan lebih dalam lagi tentang gua ini. Kalau diteliti lebih dalam dan ternyata ini adalah benar gua tentara Jepang, mungkin ini juga bisa menjadi potensi bagi desa saya.

Saya sebagai pemuda yang datang dari desa sangat bangga lahir dan dibesarkan di desa. Saya bisa merasakan nikmatnya keindahan alam, permainan ala anak desa, ngebolang di lahan pertanian, memanfaatkan alat-alat tradisional sebagai alat permainan, diajarkan tatakrama yang santun, dan lain sebagainya. Intinya bagi saya desa itu adalah wahana menikmati dunia.

Saya berharap semoga di masa depan nanti keasrian desa tetap ada dan banyak orang yang peduli terhadap desa. Desa adalah aset untuk kemajuan bangsa Indonesia. Desa adalah awal kebangkitan kota, karena tanpa desa tidak ada sebutan kota. Mari sebagai generasi bangsa untuk tetap peduli pada desa.

Artikel ini karya Muhamad Husni Tamami dan telah dikumpulkan kepada dosen praktikum mata kuliah Sosiologi Pedesaan  pada Selasa (8/9/2020) sebagai tugas praktikum.

Friday, September 11, 2020

Kearifan Lokal Suku Sunda

Kearifan Lokal Suku Sunda

Sunda adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku Sunda yang ada di Provinsi Jawa Barat ini memiliki kesamaan dengan suku lainnya, yakni memiliki kearifan lokal. Kearifan lokal adalah bagian yang melekat di suatu masyarakat dalam suatu wilayah. Kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari tradisi bahasa, dan adat masyarakat itu sendiri. Biasanya kearifan lokal yang ada pada suatu wilayah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Kearifan lokal juga menjadi suatu ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari, karena setiap suku tentunya memiliki wilayah.

Sebelum membahas kearifan lokal suku Sunda, alangkah baiknya kita bahas dulu ciri-ciri kearifan lokal dan fungsi kearifan lokal.

Dilansir dari Anekabudaya.xyz, kearifan lokal memiliki ciri-iri sebagai berikut.

1. Mempunyai kemampuan dalam mengendalikan
2. Merupakan benteng untuk dapat bertahan dari pengaruh budaya luar yang cenderung merusa
3. Mempunyai kemampuan dalam mengakomodasi budaya luar yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat setempat
4. Mempunyai kemampuan dalam memberi arah perkembangan budaya
5. Mempunyai kemampuan mengintegrasikan atau menyatukan budaya luar dan budaya asli

Kearifan lokal juga memiliki fungsi, di antaranya:

1. Berfungsi untuk konversasi dan pelestarian sumber daya alam
2. Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia
3. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaa, sastra, dan pantangan
4. Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal atau kerabat
5. Bermakna etika dan moral yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur
6. Bermakna politik, misalnya upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client

Nah, sekarang kita mulai bahas kearifan lokal di suku Sunda.

Suku Sunda terletak di Jawa Barat. Sunda merupakan salah satu dari dua suku terbesar di Indonesia selain Jawa. Sunda memiliki budaya, adat istiadat, tradisi, pakaian adat, lagu daerah, tarian, bahasa, dan kearifan lokal lainnya.

Kearifan lokal di suku Sunda di antaranya cingcowong, hutan lindung, rumah berbahan bambu, dan tata ruang. Sebetulnya masih banyak lagi, namun dalam kesempatan ini yang dibahas hanya 4 dulu.

Cingcowong

Cingcowong adalah tradisi upacara dalam rangka meminta hujan. Tradisi ini telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Luragung. Tujuannya untuk melestarikan budaya serta menunjukkan bagaimana suatu permintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hutan Lindung

Kearifan lokal ini terutama diterapkan oleh masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat. Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatan hutan dilakukan dengan hati-hati. Masyarakat tidak boleh melakukan eksplotasi kecuali aas izin dari sesepuh adat.

Rumah Berbahan Bambu

Rumah bambu (@shinigami_matsu)

Rumah berbahan bambu juga ada di suku Sunda. Menurut informasi dari Anekabudaya.xyz, bangunan berbahan bambu ini merupakan bangunan yang tahan gempa. Rumah jenis ini dibangun degan bahan, alat, dan cara yang mengimplementasikan dari nilai kearifan lokal.

Tata Ruang

Kearifan lokal ini tujuannya untuk melestarikan lingkungan alam secara optimal untuk kesejahteraan penduduknya. Tata ruang ini adalah menggunakan lahan dalam skala mikro yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal Kampung Kuta, Kampung Naga, Ciptagelar, dan Kanses, di mana masyarakat Sunda sangat memahami sistem alam.

Kampung Naga, Tasikmalaya (@thegreatesindonesia)

Selain itu, di Sunda juga ada permainan tradisional, seperti sorodot gaplok, kripik jengkol, gatrik, sondah, bakiak, dan permainan tradisional lainnya. 

Bahasa yang digunakan di suku Sunda adalah bahasa Sunda. Tarian yang terkenal di suku ini adalah Jaipong. 

Lagu daerah di suku Sunda di antaranya Manuk Dadali, Es Lilin, dan lagu-lagu lainnya.

Sunda juga memiliki pakaian khas dikenal dengan sebutan pangsi dan tutup kepalanya dikenal dengan totopong. Terkait ini saya sudah pernah menuliskannya. Berikut tulisannya yang berbahasa Sunda.

Sunda nyaèta salah sahiji suku anu miboga budaya rèa. Di antarana sapertos rèog, pencak silat, pangsi, iket, jeung sajabina. Ku rèana budaya sunda ngajadikeun tantangan pikeun urang sunda. Sabab ngamumulè budaya tèh teu gampang, komo lamun budayana rèa.

Salah sahiji budaya anu geus dipohokeun jeung anu jarang dipakè dina kahirupan sapopoè nyaèta ciri hasna urang sunda, baju pangsi.

Pangsi nyaèta salah sahiji pakèan has adat sunda warisan sesepuh baheula anu kudu dimumulè. Pangsi lain ngan saukur nutupan awak, tapi ngandung pilosopi husus dikaitkeun jeung kahirupan masyarakat baheula di tatar Sunda.

Aya sababaraha jalmi anu ngajelaskeun ngenaan pangsi, yèn pangsi tèh ngan ukur kirata (kira-kira tapi nyata). Istilah pangsi ngandung tilu suhunan, nyaèta nangtung, tangtung, jeung samping.

Pangsi biasana ngagunakeun lawon hideung jeung dikombinasikeun ku iket. Lamun dipakè tèh ka tingalina asa gagah jeung bener-bener urang sunda. Pangsi digunakeun pikeun ngamumulè budaya sunda, sabab lamun henteu dipakè bisa bakal leungit.

Ku kituna, urang sunda kudu ngamumulè budaya sunda, nyaèta pangsi. Sabab lamun lain urang sunda, saha deui anu daèk ngamumulè budaya sunda. Urang kudu bagja miboga budaya anu loba. Urang ogè kudu ngamumulè budayana ulah dicokot ku bangsa batur.

Itulah beberapa kearifan lokal suku Sunda. Semoga bermanfaat.

Monday, September 7, 2020

Belajar dari Akar

Belajar dari Akar

Source images : Dutatv.com
Akar adalah bagian penting dalam suatu tumbuhan. Tanpa akar suatu tumbuhan tidak akan bisa berdiri kokoh. Akar yang besar dan kuat akan memperkuat suatu tumbuhan. Biasanya tumbuhannya juga berukuran besar. Sebaliknya, akar yang kecil akan sekuat akar besar. Contohnya, rumput memiliki akar yang berbentuk serabut dengan ukuran kecil, kemudian pohon kelapa memiliki akar yang kuat dan bisa merambat ke daerah tanah di bawah akar itu. Pasti akan beda kekuatan rumput dengan pohon kelapa. Pastinya pohon kelapa akan lebih kuat dibandingkan rumput.

Akar yang kuat akan memberikan banyak manfaat untuk tumbuhan itu sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, selain untuk menyerap air, akar kuat juga akan memperkokoh suatu tumbuhan.

Dalam dinamika kehidupan tentunya kita akan menghadapi segala rintangan dan tantangan. Apalagi dalam sebuah organisasi yang harus saling kuat menguatkan. Kita sebagai manusia baik yang terlibat dala suatu kelompok/ organisasi maupun yang tidak sejatinya harus menjadi orang yang kuat. Kuat akan jati diri kita yang tidak akan tergoyah ke hal-hal berbau negatif.

Tidak apa kita menjadi sebuah akar dalam kehidupan. Karena sejatinya akarlah yang menguatkan bagian-bagian lainnya walaupun ia tidak terlihat. Akar yang kuat akan meghasilkan bunga yang indah, batang daun yang rindang, dan buah yang lebat. 

Selain itu, dari akar juga kita bisa belajar bahwa di kehidupan ini kita harus memiliki suatu dasar yang kuat agar kita tidak terbawa arus dan jalan yang salah. Akar kehidupan juga bisa diartikan sebagai tiang kehidupan. Tiang yang kuat akan memberikan kekuatan pada suatu bangunan. Untuk itu, kita harus memiliki dan menjadi akar yang kuat.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Saturday, September 5, 2020

Belajar dari Padi

Belajar dari Padi

Ilmu Padi. Source images : Kompasiona.com

Setelah kemarin kita belajar dari semut dan pohon kelapa, sekarang kita akan belajar dari padi.

Padi selain menjadi bahan makanan pokok bagi kehidupan kita, ternyata di baliknya terdapat nilai pembelajaran yang dapat kita petik. Nilai pembelajaran ini berkaitan dengan sikap rendah hati.

Padi semakin berisi semakin merunduk.

Sebuah quotes yang dapat kita ambil maknanya. Padi memang ketika semakin berisi semakin merunduk. Coba saja diperhatikan. Ketika belum berisi, daun-daun padi seperti tegak. Setelah berisi, ia tidak setegak sebelumnya. 

Hal ini memggambarkan bahwa kita sebagai manusia harus tetap rendah hati. Ketika kita memiliki illmu yang banyak, rezeki yang melimpah, dan memiliki jabatan, tetaplah rendah hati. Rendah hati bukan berarti kita direndahkan orang lain, melainkan suatu tindakan yang mulia.

Tidak harus sombong ketika kita punya segalanya, karena Yang Maha Segalanya mungkin akan mengambil sesuatu yang sedang kita miliki pada saat ini. 

Kita coba implementasikan ilmu padi ini ke dalam kehidupan sehari-hari agar kita dijauhkan dari perilaku-perilaku tercela, salah satunya sikap sombong akan keberadaan diri kita.

Tetap rendah hati dan jika ada lebihnya kita bisa berbagi kepada orang lain, karena apa yang kita miliki belum sepenuhnya punya kita, pasti ada bagian untuk orang lain.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Muhamad Husni Tamami

Bogor, 5 September 2020

Friday, September 4, 2020

Belajar dari Pohon Kelapa

Belajar dari Pohon Kelapa

Tahukah Anda pohon kelapa? Atau pernah melihat bagaimana bentuk pohon kelapa? Semoga Anda pernah melihat ya, minimal mengetahui bagaimana bentuk pohon kelapa. Kalau belum, saya coba perlihatkan gambar pohon kelapa.
Gambar pohon kelapa. Source: amongguru.com

Pohon kelapa populer dikenal di daerah pesisir pantai. Padahal di kampung-kampung juga kita bisa temukan pohon yang menjulang ke atas ini. 

Ada yang menarik dari pohon kelapa dan ini menarik juga untuk dibahas. Berikut fakta menarik dari pohon kelapa.

1. Menjulang Tinggi ke Atas

Pohon kelapa salah satu pohon yang menjulang tinggi ke atas. Hal ini bisa kita petik hikmah dari menjulang tinggi ke atas. Apa itu?

Menjulang tinggi ke atas bisa dikaitkan dengan mimpi kita. Ya, mimpi kita sejatinya harus tinggi. Ir. Soekarno pernah bilang bahwa "Bermimpilah setinggi langit, kalau pun jatuh hanya di antara bintang-bintang"//

Kita bisa belajar dari pohon kelapa ini. Sejatinya memang kita perlu memiliki impian dalam hidup ini, baik impian yang akan kita capai di dunia maupun impian yang akan kita capai di akhirat. Yang pasti kita musti memiliki impian agar hidup kita terarah dan terstruktur.

Selain itu, menjulang tinggi ke atas juga menggambarkan optimis. Ya, kita harus optimis bisa menghadapi segala liku-liku kehidupan. Dengan optimis, kita bisa melewati segala rintangan. Semakin kita optimis, rintangan akan kita anggap suatu hal yang mudah untuk dilewati. Ini pembelajaran yang bisa kita petik.

2. Akarnya Kuat

Coba sejenak memperhatikan bagaimana bentuk akar pohon kelapa. Akarnya kuat bukan? Ya, pohon kelapa memiliki akar yang kuat. Buktinya ketika ada angin pohon kelapa tetap kokoh.

Hal ini juga bisa kita ambil hikmahnya bahwa kita sebagai manusia harus memiliki pondasi yang kuat. Pondasi ini akan menjadi sebuah kekuatan dalam menjalani segala aktivitas kita. 

Sebuah bangunan membutuhkan pondasi. Tanpa pondasi tidak akan berdiri. Walaupun tetap berdiri suatu saat akan roboh.

Untuk itu kita perlu memiliki sebuah pondasi, kekuatan yang menjadikan kita kokoh berdiri tegap menjalani kehidupan dengan penuh kepotimisan.

3. Banyak Manfaatnya

Apakah Anda salah satu orang yang menikmati manfaat dari pohon kelapa? Jika ya, berarti Anda telah membuktikan bahwa pohon kelapa memiliki manfaaat.

Manfaat pohon kelapa bisa kita rasakan atau nikmati dari mulai ujung akar hingga ujung daunnya. Mulai dari akar yang bisa dijadikan obat, batang yang bisa dijadikan papan atau kebutuhan bangunan, buah kelapanya yang bisa kita nikmati, air kelapanya yang bisa membuat kita segar kembali, daunnya yang bisa menjadi bahan bakar/ bahan ketupat, lidinya bisa menjadi sapu, dan lain sebagainya.

Wah.... Banyak sekali ya manfaatnya. Tentu dong. Nah, bagaimana jika dikaitkan dalam kehidupan kita?

Pohon kelapa yang memiliki banyak manfaat bisa menjadi motivasi untuk kita bahwa kita harus menjadi orang yang bemanfaat. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain? 

Kebermanfatan kita untuk lingkungan sekitar bisa dimulai dari hal-hal terkecil. Ya, minimal kita membantu orang yang membutuhkan kita. Intinya, jika kita ingin menjadi orang yang bermanfat, mulai dari sekarang dan dari diri kita sendiri.

4. Tumbuh dan Hidup di Mana Saja

Pohon kelapa mengajarkan kita untuk bisa survive. Selain itu, di mana pun kita berada kita harus bisa menonjol. Quote yang mudah diingat untuk Anda dari saya adalah "Di mana pun kita berada, di situ kita harus berkarya".

Kemudian, kita harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dengan tetap mempertahankan jati diri kita. Kita tidak harus seperti orang lain, tetap menjadi diri kita sendiri. Pun seperti kelapa yang tetap menjadi pohon kelapa ketika tumbuh dan hidup di mana saja, bukan menjadi pohon mangga atau bahkan pepaya. So, tetap be yourself.

Itulah beberapa contoh pembelajaran yang dapat kita petik dan implementasikan dalam kehidupan. Silakan tulis di kolom komentar untuk jika ada manfaat-manfaat yang belum ditulis. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Muhamad Husni Tamami
Bogor, 4 September 2020

Figure Quotes

Coach Karvin

Motivator, Trainer, Mind Transform Specialist, Hypnotherapist

"Jika mereka menganggap dirimu tak penting, tak apa, cukup terus tingkatkan kemampuanmu. Suatu saat mereka paham betapa pentingnya dirimu bagi mereka"

Wawan Yusman Darmawan, S.E., M. Pd.

Guru dan inspirator

"Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan. Tidak ada kata terlambat dalam berubah menjadi diri lebih baik"

Agung Rahmattulah, S.E.

Motivator and Inspirator

"Dalam kebersamaan terdapat bacaan iman. Dalam bacaan iman terdapat usaha kebaikan. Dalam usaha kebaikan terdapat segala ujian. Dalam segala ujian terdapat kenikmatan"

Oleh Ruhyana, M. Pd.

Pengawas, Penulis, Pengusaha

"Anak muda harus terus berkarya"

M. Ruslan, S. Pd.

Guru dan Inspirator

"Lihatlah orang dari kecakapannya, bukan dari tanda kecakapannya"

Maps And Contact

Map dan kontak MHTnesia Center.

Contact Form

Name

Email *

Message *