-->
×Close

Notifications

Disqus Logo

MHTNESIA CENTER

SPREAD

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

GOODNESS

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

AND

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

EXPEDIENCY

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

CV. Galibi Media Group

Perusahaan start up yang didirikan pada 20 Oktober 2018 dengan usaha pertama adalah percetakan. Cek selengkapnya di www.galibimediagroup.com.

Gubahan Anak Bangsa

Wadah karya untuk generasi muda yang bergerak dalam bidang literasi. Didirikan pada 16 September 2019 dengan tujuan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam literasi. Cek selengkapnya di www.gubahananakbangsa.com

Ibarat Kata

Sebuah kata yang penuh makna dan telah menjadi wasilah foundernya untuk bangkit dari kegelapan. Cek selengkapnya di www.instagram.com/ibaratkata_official.

Welcome To MHTNesia Center

Merupakan program yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusian untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.

MHTnesia Business

MHTnesia Care

MHTnesia Academy

MHTnesia Sharing

MHTnesia Motivation

MHTnesia Quotes

MHTNesia Documentation

Sebuah jejak digital MHTnesia.

polio

Kreatif

Kreatif dengan kemampuan yang dimiliki untuk bangsa dan agama.

Inovatif

Selalu berusaha untuk membuat hal-hal baru guna memberikan kontribusi terhadap bangsa dan agama.

Inspiratif

Menjadi media inspiratif bagi generasi muda untuk berkontribusi pada bangsa dan agama.

Edukatif

Menjadi media yang memberikan pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia di masa mendatang.

Our Time Life

Garis waktu perjalanan kehidupan "MHTnesia"

  • 2000 – Lahir Pertama kali melihat isi dunia.
  • 2005 – Mencoba Di usia ini banyak mencoba dan belajar mengevaluasi setiap kejadian.
  • 2007 – Mengenal huruf Memulai perjalanan pendidikan di SDN Pasir Angin 01.
  • 2013 – Masa kebangkitan Semenjak masuk SMPN 1 Megamendung, pikiran menjadi lebih terbuka. Di sinilah awal mula kebangkitan MHTnesia dalam kehidupan untuk senantiasa berikhtiar menjadi manusia yang berkualitas, baik dunia maupun akhirat.
  • 2016 – Masa belajar dari pengalaman Bukankah belajar dari pengalaman itu penting? Ya, pada tahun inilah mulai belajar dari pengalaman. Selama 3 tahun di SMAN 1 Cisarua banyak kejadian-kejadian yang menjadi daya dorong untuk terus melangkah dan berkarya Di tahun ini juga mulai aktif organisasi di luar sekolah, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
  • 2017 – Mendirikan Ibarat Kata Berawal dari celotehan seorang sahabat berinisial HSA, di tahun ini mulailah mendirikan Ibarat Kata dengan tagline #goresankatauntuknegeri.
  • 2018 – Mendirikan CV. Galibi Media Group Di masa usia siswa putih abu sudah mulai mendirikan usaha. Setelah 2 tahun berjalan, tepat pada 9 Maret 2020 akhirnya GMG menjadi sebuah perusahaan berbentuk CV.
  • 2019 – Semi survival dan pendidikan tinggi Di waktu ini sudah belajar bertahan hidup dan Allah izinkan untuk menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB University).
  • 2019 – Mendirikan Gubahan Anak Bangsa Bersama sahabat dari kecil berinisial SS mulai mendirikan wadah karya yang bergerak di bidang literasi tepat pada 16 September 2019 dengan nama Gubahan Anak Bangsa.
  • 2020-– Sekarang Terus menebar kebaikan dan kemanfaatan atas izin dan ridho-Nya.
Apa itu MHTnesia Center?
MHTnesia Center adalah sebuah program yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusiaan untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.
MHTnesia
MHTnesia atau MHT adalah nama branding Muhamad Husni Tamami.
MHTnesia Center
Sedangkan MHTnesia Center adalah program yang digagasnya. Rencananya MHTnesia Center ini akan menjadi sebuah yayasan sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia dan juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.
Apa yang sedang difokuskan MHT saat ini?
MHT sedang fokus pada keagamaan, akademik,Prestasi, GMG, GAB, MHTnesia Center, dan kegiatan organisasi maupun kepanitiaan lainnya.
Keagamaan
Keagamaan adalah hal utama.
Akademik
Sebagai seorang anak tentu ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi akademiknya. Selain itu, prestasi akademik juga menjadi salah satu cita-cita dalam kehidupan.
Prestasi
Prestasi akademik maupun non akdemik.
GMG
Telah berkomitmen untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan CV. Galibi Media Group bersama tim.
GAB
Ini menjadi wadah karya dan motivasi untuk terus berkarya dalam bidang literasi.
MHTnesia Center
Tentu ini juga difokuskan agar bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berkualitas.
Organisasi dan Kepanitiaan
Tidak bosan untuk senantiasa aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan, karena di sinilah banyak ilmu dan hikmah yang didapatkan.
Apa bahagia versi MHT?
Setiap orang memiliki definisi bahagia masing-masing. Inilah definisi bahagia MHT.
Bahagia di dunia
Bahagia di akhirat
Apa tagline MHT?
Spread Goodness and Expedience (Menebar Kebaikan dan Kemanfaatan)
Silakan buat tagline mu
Buat personal branding mu
Mau Tanya Lebih Banyak?
Kontak saja MHT.
WhatsApp
082125826729
Line
mht_ibaratkata
Facebook
Muhamad Husni Tamami
Twitter
@Muhamadhusnita2
Instagram
@muhamadhusnitamami
Email
muhamadhusnitamami@gmail.com

MHTnesia Motivation

Sebuah tulisan yang insya Allah bermanfaat bagi pembaca.

Dokumentasi

Skill & Info

Pada prinsipnya terus berikhtiar dan selalu belajar.

Public Speaking
90%
Design Grafis
75%
Business
85%
Writing
90%
Editing Video
70%

WHAT PEOPLE Says

Blog yang menjadi rujukan untuk millenials yang mau mengembangkan dirinya. Blognya sarat dengan ilmu tetapi bahasanya mudah sekali dicerna. Itu karena MHT betul-betul hadir di kelas dan menyampaikan intisarinya dalam blog ini. Semangat selalu untuk menginspirasi, MHT.

Faisal Maulana

Trainer, Coach, Entrepreneur

Untuk karya tulisnya bagus dan mencerminkan kisah asli dari penulis yang mengalami hal itu sendiri.

M. Syahrul Hidayat

Desainer and Owner Musyahid Project

Tulisan yang MHT sering berikan kepada saya, tulisannya sangat baik dari segi struktur penulisan sampai dengan isi tulisannya, tulisan dari MHT selalu memberikan tulisan-tulisan yang bermuatan inspirasi dan motivasi.

Muhamad Adhan

Pelajar

Happy Clients

Expert Workers

Projects Done

Years Of Experience

LATEST POST

Selamat membaca :)

Friday, August 7, 2020

Kabar Mereka, Sahabat Tercinta yang Pernah Satu Perjuangan

Kabar Mereka, Sahabat Tercinta yang Pernah Satu Perjuangan

Dokumentasi bersama sahabat-sahabat SD

Beberapa hari terakhir ini saya amati sahabat-sahabat saya, baik sahabat SD, SMP, maupun SMA. Alhamdulillah ada yang sudah kerja, kuliah, bahkan menikah. Saya merasa bersyukur ketika melihat kebahagiaan pada sahabat saya. Apalagi mereka dulunya pernah satu perjuangan, ada esensi tersendiri bagi diri saya.

Pertama, saya menemukan beberapa sahabat yang sudah bekerja. Saya tidak hanya mendengar dari telinga saja, tetapi menyaksikan langsung mereka sedang bekerja. Dalam hati saya, "Alhamdulillah sahabat saya sudah mendapatkan pekerjaan."

Saya senang ketika sahabat saya sudah ada yang bekerja, baik bekerja untuk usahanya sendiri maupun bekerja untuk orang lain. Kerja atau kuliah sebetulnya tidak harus dipermasalahkan. Itu tergantung pada keputusan orangnya. So, ketika saya melihat sahabat saya yang setelah lulus sekolah langsung bekerja, saya tidak mempermasalahkan. Justru merasa senang dan bangga. 

Saya hampir sering di-chat oleh sahabat-sahabat saya perihal info lowongan pekerjaan (loker). Tidak sedikit sahabat saya yang meminta info loker, bahkan adik kelas saya juga ada. Saya sendiri jika ada waktu suka mencari informasi loker, lalu saya share ke grup-grup yang ada sahabat saya. Saya pikir info loker tersebut bisa bermanfaat untuk sahabat-sahabat saya.

Di samping ada sahabat saya yang sudah bekerja, ternyata hasil pengamatan saya ada juga sahabat saya yang belum mendapatkan pekerjaan. Jujur, saya memang sedang membangun usaha sendiri, alhamdulillah. Akan tetapi, saya belum bisa membuka karyawan. Mohon doanya aja ya, semoga bisa segera membuka lowongan pekerjaan. Harapannya sahabat-sahabat saya ataupun siapa saja yang belum mendapatkan pekerjaan bisa bergabung di usaha saya yang saat in sedang dibangun.

Kedua, tidak sedikit juga sahabat-sahabat saya yang melanjutkan pendidikan. Ada yang D3 ada juga yang S1. Saya juga bersyukur karena Allah telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Saya berharap, setelah lulus nanti semoga bisa mendapatkan pekerjaan yang halal dan berkah. Kalau pun membuka bisnis/usaha sendiri, semoga diberikan kelancaran dan keberkahan.

Untuk sahabat-sahabat saya yang masih sedang berjuang untuk menggapai impiannya, seperti berjuang untuk lolos di perguruan tinggi negeri (PTN), polisi, TNI, dan lan-lain, semoga tahun ini terwujud impiannya dan bisa meraih mimpi-mimpi lainnya. Semangat terus untuk sahabat saya sedang berjuang.

Ketiga, ternyata sebagian sahabat saya ada yang sudah menikah. Walaupun masih ke hitung jari, tapi saya sangat bersyukur karena sahabat saya sudah ditemukan jodohnya oleh Allah SWT. Semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Aamiin ya Allah.

Bagi sahabat saya yang belum mendaptkan pekerjaan, belum kuliah, belum menikah, ataupun belum melakukan aktivitas lainnya setelah lulus, semangat terus. Saya yakin bahwa itu adalah keputusan sahabat. Jangan pernah putus asa. Pasti ada petunjuk dari-Nya yang mengarahkan jalan kita.

Terakhir, pesan saya. Jika sahabat sudah menjadi orang sukses, jangan pernah melupakan orang yang pernah berjuang bersama. Jangan melupakan orang-orang yang dekat di sekitar kita. Jangan lupakan sahabat-sahabat kita. Jangan lupakan saya juga. Semoga sifat sombong, khianat, menipu, dan sifat tercela lainnya tidak ada pada diri kita. Semoga kita menjadi orang sukses dunia dan akhirat dan mendapatkan jodoh yang bisa menuntun kita ke surga-Nya. Aamiin ya Allah.

Bogor, 7 Agustus 2020
Muhamad Husni Tamami (MHT)
Sahabatmu

Thursday, August 6, 2020

Menulis, Menulis, dan Menulis

Menulis, Menulis, dan Menulis

Source images: jalantikus.com


Setiap orang yang terjun dalam dunia kepenulisan tentunya menginginkan dirinya menjadi seorang penulis. Seorang penulis yang mudah menuangkan ide dan gagasannya, seorang penulis yang diakui kepenulisannya oleh orang lain,  seorang penulis yang bisa menjadi ladang mencari rejeki, dan lain-lainnya.

Segala sesuatu pasti ada prosesnya. Seperti kita yang terus tumbuh hingga tua. Begitu pula dengan penulis. Penulis juga ada prosesnya. Ada yang menjalani prosesnya dengan cepat, ada pula yang lamban. Tergantung kegigihan setiap individu dalam mewujudkan keinginanya menjadi penulis.

Jika ditanya soal kunci menjadi penulis, jawabannya sederhana, yaitu menulis, menulis, adn menulis. Kenapa harus menulis, menulis, dan menulis? Ketika kita membiasakan menulis, maka kita juga akan terbiasa dalam mengolah kata demi kata yang nantinya akan memudahkan kita dalam menyelesaikan tulisan. 

Bagus atau tidaknya, rapih atau tidaknya, sesuai kaidah atau tidaknya, itu nomor belakangan. Intinya kita menulis saja dulu. Tulis apa saja yang ada di dalam benak kita. Hal itu akan membuat otak kita terus bekerja dan otak akan berusaha untuk mencari kata-kata selanjutnya yang cocok dengan kata sebelumnya. 

Menulis, menulis, dan menulis. Terus saja menulis hingga akhirnya kita terbiasa dalam menulis. Ketika ada ide atau gagasan pun kita akan mudah menuliskannya jika kita mau membiasakan diri untuk menulis.

Ketika kita menulis akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Selain mengasah kita dalam menulis, menulis juga memberikan manfaat untuk mengasah otak kita, menjadi ladang berbagi ilmu, dan ladang membantu orang lain.

So, semangat terus dalam menulis. Lawan rasa malas yang ada. Tulis saja apa yang ada dibenak kita. Jangan lupa banyak membaca untuk memperbanyak wawasan dan kosakata kita.

Semoga bermanfaat.

Bogor, 6 Agustus 2020

Wednesday, August 5, 2020

Garang 1 - Masa Pengenalan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat - IPB University

Garang 1 - Masa Pengenalan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat - IPB University



Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University rutin setiap tahunnya menggelar Masa Pengenalan Departemen (MPD) bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan masa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) selama 2 semester. Di SKPM, Garang menjadi sebutan rangkaian MPD yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang baru masuk tingkat 2 ini.

Departemen SKPM melalui Himasiera begitu semangat dalam menyelenggarakan rangkaian Garang ini. Walaupun di masa pandemi Covid-19, Garang tetap dilaksanakan melalui online. Ini adalah bukti keseriusan Himasiera dalam menjalankan program kerjanya.

Pada Rabu (5/8/2020), telah dilaksanakan Garang 1 yang pesertanya adalah mahasiswa SKPM angkatan 56 (2019). Diawali dengan pembukaan oleh MC, Garang 1 sukses dilaksanakan.

Sebelum memasuki Talkshow Inspirasi, Himasiera yang diwakili ketuanya membeberkan terlebih dahulu tentang himpunan program studi yang ada di SKPM, tentunya adalah Himasiera.

Himasiera

Himasiera kependekan dari Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat merupakan himpuran program studi yang ada di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Terdapat 8 divisi yang selalu bersinergi menyukseskan kabinet KECE, di antaranya Advertising and Multimedia, Broadcasting, Community Development, Human Resource Development, Journalistic, Photography and Cinematoghraphy, Public Relations, dan Research and Development.

Talkshow Inspirasi

Garang 1 terdapat Talkshow Inspirasi yang memberikan motivasi dan pengalaman atas apa yang telah dilaluinya oleh kakak tingkat. Ada 3 pembicara di talkshow ini dengan background berbeda-beda. Pertama adalah seorang mahasiswa berprestasi (Ilhamda  El Juhri), kedua, organisatoris (Theresa Sekar Hamukti), dan ketiga aktivitas sosial (Yesa Diansari Magdaleva). Berikut simpulan yang disampaikan oleh 3 pembicara keren tersebut.

Mahasiswa Berprestasi

1. Creat your own journey
Dengan SMART

Specific : tujuan/mimpi harus jelas
Measurable : dapat terukur
Aachievable : suatu tujuan yang mendorong untuk meraih mimpi yang masuk akal
Relevant : relefan degan studi kita
Timebound : apa yag harus kita capai dalam waktu tertentu

2. Find a suppertive environment
3. Get to know about stoicism

Ternyata di dunia pasca kampus nanti, keuksesan kamu akan ditentukan 85% dari soft skill dan sisanya dalah hard skill (pengetahuan teknis dan IPK). Soft skill di antaranya kejujuran, visi dan misi kehidupan, disiplin, kerja keras, dan kepemimpinan.

Organisatoris

Okay aku dah keterima di sekolah yang aku mau. Aku ga boleh zonk gitu aja. Apa yang harus aku berikan?.

Organisasi/lembaga adalah modal sosial untuk kita.
Nikmati sukses yang ada. Jangan lupa buat bersyukur dan bahagia selalu atas pilihan lu, karena Tuhan selalu punya alasan kenapa lu berada di situ. 

Aktivis Sosial

Bersyukurlah karena ada lingkungan baik di dekat kita.
Cari tau diri kamu. Kualitas bukan kuantitas. Berproses, jangan hanya instan terus. Bermanfaat dan bahagia.

Itulah beberapa yang bisa dapat di share. Semoga bermanfaat dan terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif.

Bogor, 5 Agustus 2020
Muhamad Husni Tamami 

 

 

Sunday, July 19, 2020

12 Hari Sejak HP Hilang

Bogor, 19 Juli 2020

Sudah 12 hari aku tidak banyak menggunakan handphone untuk berinteraksi, terlebih pada media sosial, salah satunya Whatsapp. Selama 12 hari aku mulai beradaptasi kebiasaan baru, ya kebiasaan tanpa handphone. Aku menyadari bahwa kehadiran handphone memang sangat penting dalam kehidupan, tetapi setelah beberapa waktu terakhir ini aku juga menemukan nikmatnya tanpa handphone. Ya, memang hidup tanpa handphone seperti hampa, seperti tak ada kehidupan, tetapi aku bisa menikmati kehidupan ini.

Mungkin ini adalah cara Allah menegurku. Menegur seorang hamba yang sering lupa pada-Nya. Aku sadar bahwa aku bukanlah manusia yang kuat terhadap banyak godaan syetan, tapi aku selalu berusaha untuk tidak terjerumus kepada lubang yang salah.

Ya Allah. Aku selalu bersyukur atas nikmat yang telah kau berikan. Bagiku, kehilangan handphone adalah nikmat yang berarti. Terlebih akan terasa nikmat jika kita ikhlas dan ridho handphone kita diambil oleh orang lain. Aku positif thinking aja, mugnkin orang yang menemukan handphone-ku sedang membutuhkan. Aku yakin, di balik semua ini terdapat hikmah luar biasa yang bisa kupetik. Terima kasih ya Allah. 

Thursday, July 16, 2020

Bangga Jadi Siswa SDN Pasir Angin 01

Bangga Jadi Siswa SDN Pasir Angin 01


Tahun 2007 adalah tahun pertamaku masuk dunia pendidikan. Ya, saat itu aku memasuki masa putih merah di SD Negeri Pasir angin 01. Enam tahun lamanya aku dididik, dibina, dan dibimbing oleh orang-orang hebat (guru) membuat aku mengetahui banyak hal (atas izin-Nya).

Aku teringat saat pertama masuk sekolah. Semangat membara tertanam pada diriku. Aku diantarkan oleh ibu, sang pahlawan hidupku. Oleh ibu, aku dikenalkan kepada temannya ibu yang anaknya satu kelas denganku. Farhan Dakhola Ramadhan, itulah kawan pertamaku yang dikenalkan oleh ibu saat pertama masuk sekolah.

Tubuhnya berisi dengan tasnya beroda membuat aku selalu teringat hingga saat ini. Ia pintar dan cerdas, bahkan saat ini ia diterima di Universitas Al-Azhar, Mesir. Sungguh luar biasa. Alhamdulillah hingga detik ini persahabatan aku dengannya masih terjalin. Walaupun jarang berkabar, tetapi saat bertemu alhamdulillah suka saling menyapa dan berbincang bersama.

Pertama masuk sekolah aku tak banyak berkenalan, yang ingat itu hanyalah Farhan. Padahal teman sekampungku banyak satu sekolah denganku. Mungkin masih kecil, jadi belum terlalu banyak berinteraksi.

Ibu Astri, guru yang mengajarkanku saat duduk di kelas 1. Menurutku, beliau sangat berjasa padaku karena telah mengajarkanku membaca dan menulis hingga saat ini ilmunya terus diamalkan. Pertama kali diajarkan oleh Ibu Astri adalah membuat benang kusut. Benang kusut itu semacam mencoret-coret kertas berbentuk lingkaran. Lingkaran yang tidak simetris membuat kertas itu seperti benang kusut, ya itulah ilmu yang pertama kali diajarkan oleh Ibu Astri.

Oh iya, aku juga diajarkan cara memegang pensil yang baik dan benar. Masih ingat, saat itu Ibu Astri kellin ke setiap siswa untuk mengajarkan. Pokoknya masuk sekolah SD saat kelas 1 sangat mengesankan. Kadang mengingat masa saat itu membuat aku ingin kembali pada masanya.

Bersambung... 

Friday, June 26, 2020

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 #Hidup100% - Menjadi Generasi Bangsa Bebas Narkotika

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 #Hidup100% - Menjadi Generasi Bangsa Bebas Narkotika


Hari ini, Jumat (26/6) bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional atau disingkat HANI. Peringatan HANI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini peringatan HANI digelar secara virtual yang disiarkan oleh media elektronik dan live streaming.


Dilansir dari bnn.go.id, peringatan HANI diharapkan diikuti oleh seluruh pegawai BNN dan masyarakat Indonesia serta menggelorakannya dengan kegiatan-kegiatan positif dalam rangka Indonesia bebas narkoba. Adapun tagline yang digaungkan oleh BNN adalah #hidup100%. Arti dari #hidup100% ini merupakan ajakan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan maksimal dari segala unsur kehidupan.


Hari Anti Narkotika Internasional menjadi momentum untuk memberantas narkotika di Indonesia, namun bukan berarti hanya di HANI saja semangat memberantas narkotika, melainkan setiap hari agar Indonesia bebas dari narkotika.

Dilansir dari Puspensos, narkotika berasal dari bahasa inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotka adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-undang No. 35 Tahun 2009).

Narkotika akan memengaruhi sistem saraf yang dapat menyebabkan tidak merasa apa-apa. Ketika tubuh dipukul pun tidak merasakan apa-apa. Berikut ini merupakan garis besar golongan narkotika yang terdapat dari Permenkes No. 41 Tahun 2017.

1. Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfin, kokain ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja;
2. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina; dan
3. Campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan di atas.

Bahaya narkotika bukan hanya sekadar membuat ketagihan. Berikut beberapa bahaya narkotika lainnya dilansir dari bnn.go.id.

1. Dehidrasi
2. Halusinasi
3. Menurunnya tingkat kesadaran
4. Kematian
5. Gangguan kualitas hidup

Generasi bangsa yang baik tentu tidak akan mengonsumsi narkotika. Narkotika membuat kehidupan menjadi gelap dan hancur. Banyak orang yang sudah terkenal, namun ia jatuh gara-gara narkotika. Banyak juga orang yang meninggal karena kecanduan narkotika. Mengerikan bukan? Untuk itu mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergaul dengan orang-orang yang bebas dari narkotika, mengisi waktu dengan hal-hal positif, membantu orang tua, konsisten di jalan kebaikan, produktif, dan jauhi narkotika.

Mari kita menjadi pribadi yang bebas dari narkotika. Jauhi narkotika dan tingkatkan prestasi untuk bangsa. Selamat Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2020. #Hidup100%

Muhamad Husni Tamami
Bogor, 26 Juni 2020

Referensi:

Monday, June 15, 2020

MHT Bincang Bersama Kaprimkop Mabesau Letkol Adm. Rasyid, S. Sos.

MHT Bincang Bersama Kaprimkop Mabesau Letkol Adm. Rasyid, S. Sos.

Letkol Adm. Rasyid, S. Sos. sebelah kanan yang tidak menggunakan kacamata (source: tni-au.mil.id) 

Hari ini, Senin (15/6/2020) tepatnya saat waktu dzuhur tidak sengaja bertemu dengan Kaprimkop Mabesau Letkol Adm Rasyid, S. Sos.. Ia  ditemani satu orang dari Mabes AU melaksanakan salat dzuhur di masjid dekat rumah saya. Awalnya saya tidak mengetahui ia siapa, diakhir perbincangan ia  mengenalkan diri. Sebelumnya menanyakan nama saya. 

"Nama kamu siapa?"
"Saya Husni pa"
"Oh iya, saya Rasyid dari Mabes AU"
"Siap pa" 

Perbincangan hari ini dengan Kaprimkop Mabes AU tidak panjang. Awalnya ia menanyakan kamar-kamar yang di dekat masjid.

"Ini kos-kosan?"
"Oh bukan pa, ini pesantren," jawab saya.
"Pesantren (santri-santrinya) itu adalah generasi umat," ungkapnya.

Ia pun menanyakan soal kotak infaq di masjid dekat rumah saya. Namun, di masjid ini memang tidak disediakan kotak infaq.

"Masya Allah, seorang anggota TNI yang dermawan," pikir saya singkat setelah Bapak Rasyid menanyakan kotak infaq.

"Sampean dari mana?"
"Saya rumah di sini pa"
"Udah berapa tahun pesantren?"

"Saya nggak pesantren pa, saya ikut belajar aja"
"Oh gitu"


Kemudian ia menceritakan bahwa anaknya juga pesantren di Sukajadi, Rumpin. Menurut hemat saya, Bapak Rasyid ini sungguh luar biasa. Ia masih tetap menjalankan ibadahnya walau tengah bekerja. Mungkin jika ada kotak infaq ia akan memasukan sebagian rejekinya ke dalam kotak infaq. 

Sayangnya saya tidak sempat berfoto bersama Bapak Rasyid, tapi tak apa. Kalau Allah menghendaki, insya Allah akan bertemu kembali.

Dari mana saya tahu Bapak Rasyid sebagai Kaprimkop Mabesau?

Setelah saya mengetahui nama bapak itu adalah Rasyid dari Mabes AU, saya pulang ke rumah dan cari di internet. Akhirnya saya mendapatkan berita ini (silakan diklik). Dalam berita itu terdapat foto Bapak Rasyid dan jabatan serta nama gelarnya. Semoga saja benar, tapi wajahnya saya masih ingat dan sama dengan foto yang ada di dalam berita itu.

Semangat terus pa dalam melaksanakan tugasnya. Semoga bapak selalu dalam keberkahan Allah SWT, menjadi TNI AU yang soleh, selalu menebar kebaikan dan kemanfaatan, anak-anaknya sukses dunia akhirat, dan semoga bapak kembali pada-Nya membawa amal kebaikan dan iman Islam.

Salam dari Muhamad Husni Tamami
Bogor, 15 Juni 2020

Sunday, June 14, 2020

Tagihan Listrik Melonjak, Bagaimana Jika Hidup Tanpa Listrik?

Tagihan Listrik Melonjak, Bagaimana Jika Hidup Tanpa Listrik?


Belakangan kita mendengar kabar bahwasa sebagian pelanggan PLN mendapatkan tagihan listrik jauh lebih besar dari sebelumnya. Pihak PLN telah membeberkan akibat tagihan listrik ini bisa naik. Anda bisa baca di sini.

Bicara soal listrik tentu sangat menarik. Kita akan membicarakan listrik bukan soal tagihan listrik yang melonjak, melainkan suatu hal yang sangat penting dan bisa menjadi edukasi bagi kita.

Setiap orang mengakui bahwa listrik sangat berguna bagi kehidupan. Kita menggunakan listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi hingga saat ini masih ada daerah yang belum teraliri listrik. Silakan baca tulisannya di sini.

Di era modern ini masih ditemukan orang-orang yang belum peduli terhadap listrik. Masih ada yang tetap menyalakan lampu kamar tidurnya di siang hari atau membiarkan colokan kabel yang padahal sudah tidak digunakan. Miris sekali tindakan seperti ini masih kita temukan. Mungkin kita salah satu pelakunya. Padahal di pelosok sana masih ada daerah yang belum teraliri listrik. Sudahkah kita bersyukur hingga saat ini?

Andaikan hari ini adalah hari terakhir kita menggunakan listrik dan besok listrik di dunia semua mati. Pihak PLN sudah berusaha agar kembali menyala, namun mereka belum bisa mencari solusinya sehingga kita hidup tanpa listrik.

Biasanya kita mencuci baju dengan mesin cuci, kini harus dengan cara biasa, seperti dulu saat belum ada mesin cuci. ATM sudah tidak bisa berfungsi. Walaupun masih ada yang berfungsi dengan menggunakan generator set (genset) sebagai alat pembangkit listrik cadangan dengan menggunakan energi kinetik. Genset perlu bahan bakar, sedangkan bahan bakarnya semakin sulit didapat karena listrik mati.

Satu pekan, dua pekan, hingga satu bulan mungkin masih ada yang berfungsi, seperti toko, SPBU, dan lain-lainnya. Bisa jadi mereka masih ada bahan cadangan sehingga tetap bertahan beberapa waktu setelah listrik mati. Namun, mati listrik ternyata terus berlanjut. 

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, hingga satu tahun kita hidup tanpa listrik dan akhirnya berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Oh iya, jaringan juga tidak ada, jadi kita tidak bisa lagi komunikasi dengan jarak jauh. Udah mah listrik gak ada, handphone gak bisa diisi ulang, jaringan gak ada, lengkap deh.

Saat malam tidak banyak orang keluar. Bisa saja keluar pun hanya melihat terang bulan dan indahnya bintang-bintang, itu pun jika cuacanya mendukung. Malam minggu yang sering ditunggu oleh remaja, kini sudah tak meriah lagi. Malamnya gelap tanpa penerangan lampu, kita hanya melihat bulan yang menerangi permukaan bumi bersama bintang-bintang kecil yang indah.

Satu tahun berlalu kita hidup tanpa listrik. Para ilmuwan terus berusaha untuk membuat inovasi baru sebagai alternatif listrik. Pembangkit listrik tenaga surya bisa dikembangkan lagi, bisa jadi menjadi sumber utama listrik. Manusia akan berusaha agar kehidupan kembali seperti semula, yakni ada listrik atau sumber energi lainnya seperti listrik yang merupakanhasil inovasi para ilmuwan di seluruh dunia.

Begitulah gambaran jika kita hidup tanpa listrik. Sudah kebayang jika hidup tanpa listrik? Apa yang akan dilakukan jika itu benar-benar terjadi? Sudahkah kita bersyukur dengan nikmat yang Tuhan berikan berupa listrik?

Hidup tanpa listrik memang menyeramkan, apalagi jika kita tidak bisa survive. Untuk itu mari kita gunakan listrik sebaik-baiknya. Matikan lampu jika tidak diperlukan, cabut charger jika sudah terisi penuh, dan tindakan lainnya untuk menghemat listrik. 

Pemborosan listrik bukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Hari ini kita menggunakannya dengan boros, apakah kita yakin besok masih ada listrik? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Semoga terdapat sisi positifnya dari tulisan ini. Ini adalah ilustrasi saja agar kita peduli terhadap bumi ini, agar kita mau hemat listrik, dan agar kita menggunakan listrik dengan bijak. Terima kasih.

Jika Anda ingin disebut orang "keren", gunakanlah listrik dengan baik. MHT

Bogor, 14 Juni 2020
Muhamad Husni Tamami

Friday, June 12, 2020

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM


Dua tahun telah menjadi bagian dari Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia. Awalnya dihubungi oleh Kang Nandi. Dulu belum tau siapa itu sosok Kang Nandi. Ternyata ia adalah Ketua Umum FPSH HAM Provjnsi Jawa Barat.

Awal menjadi bagian FPSH HAM Jawa Barat ketika pertama kali mengkuti rapat pembentukan pengurus FPSH HAM Jawa Barat setelah dihubungi oleh Kang Nandi. Posisi saya saat itu diminta menjadi Koordinator Wilayah FPSH HAM Kabupaten Bogor, karena Kabupaten Bogor belum ada yang isi. Saya pun menyanggupinya setelah mendapat izin dari Bapak Dede Syaefudin, S. Pd. sebagai guru PKN sekaligus Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Cisarua. 


Pada saat itu saya masih duduk di bangku kelas 12 semester 1. Saya dispen untuk mengikuti rapat pembentukan FPSH HAM di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung dengan mengenedari motor kesayangan, Astrea F 6594 FA.


Singkat cerita, saya sudah resmi menjadi Koordinator FPSH HAM Kabupaten Bogor setelah dikukuhkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna Laoly di Gedung Sate yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada 25 Oktober 2018. Kemudian diresimkan pada 19 Desember 2018 melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 180/Kep. 13341-Disdik/2018. Kemudian, saya mengaktifkan kembali FPSH HAM di Kabupaten Bogor yang dibantu oleh Coach Karvin Fadila.

Saya sangat bangga menjadi bagian dari FPSH HAM. Pengalaman bersama FPSH HAM tidak akan pernah saya lupakan. Salah satu syariat saya masuk ke IPB University melalui FPSH HAM, yakni Duta Hukum dan HAM yang dinobatkan saat saya duduk di kelas 11 SMA.

Selama di FPSH HAM, saya bisa banyak belajar dengan para tokoh. Saya juga belajar bagaimana berbicara dengan nomor 1 di daerah. Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan menteri, gubernur, bahkan bupati dan wakil bupati. Ini memang bukan suatu penghargaan, tapi bagi saya ini adalah suatu kebanggaan. Bukan karena saya ingin dengan pejabat, tapi karena FPSH HAM ini diakui oleh mereka sehingga ketika berbincang pun mereka nyambung. 

Alhamdulillah, semua ini berkat-Nya. Allah telah mengatur semua ini. Di hari ulang tahun FPSH HAM yang ke- 8 ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada FPSH HAM yang telah memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman. Semoga FPSH HAM terus berkiprah menebar kebaikan dan kemanfaatan. Aamiin ya Allah.

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM.

DIRGAHAYU FPSH HAM #FPSH8ERANI
12 Juni 2012 - 12 Juni 2020

Tuesday, May 26, 2020

Pandemi Covid-19, Pernahkah Kita Berpikir Tentang Ini?

Pandemi Covid-19, Pernahkah Kita Berpikir Tentang Ini?


Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Kemarin pun kita melaksanakan Ramadan di tengah pandemi. Biasanya momen Ramadan kita melaksanakan buka bersama dengan teman-teman SD, SMP, SMA, satu kantor, ataupun dengan partner organisasi. Akan tetapi, semua itu tidak semuanya yang melaksanakan ketika Ramadan di tengah pandemi. Memang ada yang melaksanakan, tapi tidak banyak.

Selain itu, pandemi juga membuat kita tidak bisa bepergian. Harusnya setelah lebaran Idul Fitri ini kita mudik, tetapi sekarang tidak. Kita hanya bisa ke kerabat-kerabat dekat saja. Ya, pandemi membuat kita tak sebebas dulu. Semuanya dibatasi, apalagi berkumpul banyak orang. Hal ini merupakan implementasi program pemerintah, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terlepas dari soal konspirasi atau Covid-19 ini benar-benar ada, kita harus tetap mengambil hikmahnya. Banyak hikmah yang dapat kita petik di balik Covid-19 ini. Salah satu hikmah yang akan ditulis adalah tentang digitalisasi.

Sebenarnya, sebelum ada Covid-19 teknologi sudah semakin canggih. Apa yang kita inginkan sudah bisa dilakukan dengan mudah. Misalnya, kita ingin makan tinggal pesan melalui online, kita ingin beli baju bisa melalui online, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bicara soal administrasi walaupun teknologi sudah semakin canggih, penerapannya belum maksimal. Pengiriman berkas masih ada yang harus hard copy. Padahal sudah ada scanner yang dapat mempermudah. Bahkan, ini menghemat kertas, menjaga alam juga, tapi mengapa masih harus hard  copy?

Covid-19 telah menjawabnya. Dampak pandemi pengiriman berkas melalui online. Berkas di scan lalu dikirim via email atau platform lain. Kita tidak harus pergi ke alamat yang akan kita kirimkan berkasnya. Tinggal di rumah saja kita bisa kirim dengan mudah. Padahal semua ini kita bisa terapkan jauh sebelum Covid-19 ini ada. 

Pernahkah kita berpikir tentang ini? Semoga saja pernah dan mari kita manfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih Covid-19 telah memberikan kesadaran bahwa cara mudah yang bisa kita lakukan dan ini merupakan satu dari sekian banyak hikmah yang dapat kita petik dari Covid-19.

Selagi ada yang lebih mudah kenapa harus yang sulit?


Tulisan ini terinspirasi dari guru penulis, yakni Bapak Agan Suhayat, M. Pd. yang merupakan guru PAI sekaligus pengasuh Ma'had Al-Mubarokah di SMAN 1 Cisarua Bogor.

Semoga bermanfaat.

Bogor, 26 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami

Monday, May 25, 2020

Semangat Syawal - Muhamad Husni Tamami

Semangat Syawal - Muhamad Husni Tamami


Ramadan telah berakhir untuk tahun ini. Tiga puluh hari kita menahan diri melalui puasa. Tiga puluh hari juga kita melaksanakan salat sunnah tarawih. Terdapat banyak hikmah yang dapat kita petik dan maknai untuk kehidupan kita ke depan.

Tak terasa, ternyata 30 hari itu sangat cepan. Bersyukur jika kita memanfaatkan waktu dengan baik di Ramadan lalu. Teruntuk yang belum memaksimalkan waktu Ranmadan, termasuk diriku, semoga di kita masih diberikan kesempatan di Ramadan depan. Ya walaupun kita tidak tahu apakah Ramadan kita akan dipertemukan lagi atau tidak. Semoga saja Allah masih memberikan kita kesempatan. Jika pun tidak, semoga kita bisa menjadi diri yang selalu semangat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Ramadan telah berakhir bukan berarti semangat takwa juga berakhir. Ramadan memang bulan dilipat gandakannya amalan kebaikan termasuk amalan ibadah. Jikalau telah berakhir, tak mengapa. Kita harus semangat lagi di bulan Syawal. Semangat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan takwa kepada-Nya. 

Di bulan Syawal masih ada amalan yang dapat kita kerjakan. Bahkan, keutamannya seperti kita berpuasa satu tahun penuh. Amalan tersebut adalah puasa sunnah 6 hari selama bulan Syawal. Jikalau kita hari ini belum sempat melaksanakannya, semoga besok atau lusa bisa menyempatkan untuk berpuasa di bulan Syawal.

Mari kita terus semangat untuk menjadi diri yang lebih baik. Semangat Syawal harus tetap sama seperti semangatnya kita di bulan Ramadan.

Bogor, 25 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami
Spread Goodenes and Expediency

Monday, May 18, 2020

Tentang 24 Jam

Tentang 24 Jam

Sumber gambar: Atsar.id

Setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama tinggal bagaimana ia memanfaatkannya. ~MHT
Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri "Kenapa ya orang lain kok bisa gitu? Kenapa ya kok orang lain bisa menyelesaikannya dengan cepat?" Syukur jika teman-teman pernah bertanya seperti itu pada diri sendiri. Artinya teman-teman sadar bahwa orang lain bisa dan akan memicu semangat bagi teman-teman.

Satu hari kita diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, yakni 24 jam. Waktu tersebut akan menjadi suatu hal yang berharga jika dimanfaatkan dengan baik. Bisa saja orang lain menghargai waktu 24 jam tersebut dengan mengisi kegiatan yang positif, berkualitas, dan penuh kemanfaatan.

Hal ini menjadi pengingat untuk kita. Jika orang lain menghargai waktu, kenapa kita tidak? Yuk kita manfaatkan waktu yang kita lalui dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Jangan terlewatkan 1 detik pun dengan kegiatan yang tidak banyak faedahnya.

Semoga kita termasuk orang yang menghargai waktu.

MHT
Bogor, 18 Mei 2020

Figure Quotes

Coach Karvin

Motivator, Trainer, Mind Transform Specialist, Hypnotherapist

"Jika mereka menganggap dirimu tak penting, tak apa, cukup terus tingkatkan kemampuanmu. Suatu saat mereka paham betapa pentingnya dirimu bagi mereka"

Wawan Yusman Darmawan, S.E., M. Pd.

Guru dan inspirator

"Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan. Tidak ada kata terlambat dalam berubah menjadi diri lebih baik"

Agung Rahmattulah, S.E.

Motivator and Inspirator

"Dalam kebersamaan terdapat bacaan iman. Dalam bacaan iman terdapat usaha kebaikan. Dalam usaha kebaikan terdapat segala ujian. Dalam segala ujian terdapat kenikmatan"

Oleh Ruhyana, M. Pd.

Pengawas, Penulis, Pengusaha

"Anak muda harus terus berkarya"

M. Ruslan, S. Pd.

Guru dan Inspirator

"Lihatlah orang dari kecakapannya, bukan dari tanda kecakapannya"

Maps And Contact

Map dan kontak MHTnesia Center.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *