×Close

Notifications

Disqus Logo

MHTNESIA CENTER

SPREAD

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

GOODNESS

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

AND

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

EXPEDIENCY

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

CV. Galibi Media Group

Perusahaan start up yang didirikan pada 20 Oktober 2018 dengan usaha pertama adalah percetakan. Cek selengkapnya di www.galibimediagroup.com.

Gubahan Anak Bangsa

Wadah karya untuk generasi muda yang bergerak dalam bidang literasi. Didirikan pada 16 September 2019 dengan tujuan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam literasi. Cek selengkapnya di www.gubahananakbangsa.com

Ibarat Kata

Sebuah kata yang penuh makna dan telah menjadi wasilah foundernya untuk bangkit dari kegelapan. Cek selengkapnya di www.instagram.com/ibaratkata_official.

Welcome To MHTNesia Center

Merupakan program yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusian untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.

MHTnesia Business

MHTnesia Care

MHTnesia Academy

MHTnesia Sharing

MHTnesia Motivation

MHTnesia Quotes

MHTNesia Documentation

Sebuah jejak digital MHTnesia.

polio

Kreatif

Kreatif dengan kemampuan yang dimiliki untuk bangsa dan agama.

Inovatif

Selalu berusaha untuk membuat hal-hal baru guna memberikan kontribusi terhadap bangsa dan agama.

Inspiratif

Menjadi media inspiratif bagi generasi muda untuk berkontribusi pada bangsa dan agama.

Edukatif

Menjadi media yang memberikan pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia di masa mendatang.

Our Time Life

Garis waktu perjalanan kehidupan "MHTnesia"

  • 2000 – Lahir Pertama kali melihat isi dunia.
  • 2005 – Mencoba Di usia ini banyak mencoba dan belajar mengevaluasi setiap kejadian.
  • 2007 – Mengenal huruf Memulai perjalanan pendidikan di SDN Pasir Angin 01.
  • 2013 – Masa kebangkitan Semenjak masuk SMPN 1 Megamendung, pikiran menjadi lebih terbuka. Di sinilah awal mula kebangkitan MHTnesia dalam kehidupan untuk senantiasa berikhtiar menjadi manusia yang berkualitas, baik dunia maupun akhirat.
  • 2016 – Masa belajar dari pengalaman Bukankah belajar dari pengalaman itu penting? Ya, pada tahun inilah mulai belajar dari pengalaman. Selama 3 tahun di SMAN 1 Cisarua banyak kejadian-kejadian yang menjadi daya dorong untuk terus melangkah dan berkarya Di tahun ini juga mulai aktif organisasi di luar sekolah, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
  • 2017 – Mendirikan Ibarat Kata Berawal dari celotehan seorang sahabat berinisial HSA, di tahun ini mulailah mendirikan Ibarat Kata dengan tagline #goresankatauntuknegeri.
  • 2018 – Mendirikan CV. Galibi Media Group Di masa usia siswa putih abu sudah mulai mendirikan usaha. Setelah 2 tahun berjalan, tepat pada 9 Maret 2020 akhirnya GMG menjadi sebuah perusahaan berbentuk CV.
  • 2019 – Semi survival dan pendidikan tinggi Di waktu ini sudah belajar bertahan hidup dan Allah izinkan untuk menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB University).
  • 2019 – Mendirikan Gubahan Anak Bangsa Bersama sahabat dari kecil berinisial SS mulai mendirikan wadah karya yang bergerak di bidang literasi tepat pada 16 September 2019 dengan nama Gubahan Anak Bangsa.
  • 2020-– Sekarang Terus menebar kebaikan dan kemanfaatan atas izin dan ridho-Nya.
Apa itu MHTnesia Center?
MHTnesia Center adalah sebuah program yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusiaan untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.
MHTnesia
MHTnesia atau MHT adalah nama branding Muhamad Husni Tamami.
MHTnesia Center
Sedangkan MHTnesia Center adalah program yang digagasnya. Rencananya MHTnesia Center ini akan menjadi sebuah yayasan sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia dan juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.
Apa yang sedang difokuskan MHT saat ini?
MHT sedang fokus pada keagamaan, akademik,Prestasi, GMG, GAB, MHTnesia Center, dan kegiatan organisasi maupun kepanitiaan lainnya.
Keagamaan
Keagamaan adalah hal utama.
Akademik
Sebagai seorang anak tentu ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi akademiknya. Selain itu, prestasi akademik juga menjadi salah satu cita-cita dalam kehidupan.
Prestasi
Prestasi akademik maupun non akdemik.
GMG
Telah berkomitmen untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan CV. Galibi Media Group bersama tim.
GAB
Ini menjadi wadah karya dan motivasi untuk terus berkarya dalam bidang literasi.
MHTnesia Center
Tentu ini juga difokuskan agar bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berkualitas.
Organisasi dan Kepanitiaan
Tidak bosan untuk senantiasa aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan, karena di sinilah banyak ilmu dan hikmah yang didapatkan.
Apa bahagia versi MHT?
Setiap orang memiliki definisi bahagia masing-masing. Inilah definisi bahagia MHT.
Bahagia di dunia
Bahagia di akhirat
Apa tagline MHT?
Spread Goodness and Expedience (Menebar Kebaikan dan Kemanfaatan)
Silakan buat tagline mu
Buat personal branding mu
Mau Tanya Lebih Banyak?
Kontak saja MHT.
WhatsApp
082125826729
Line
mht_ibaratkata
Facebook
Muhamad Husni Tamami
Twitter
@Muhamadhusnita2
Instagram
@muhamadhusnitamami
Email
muhamadhusnitamami@gmail.com

MHTnesia Motivation

Sebuah tulisan yang insya Allah bermanfaat bagi pembaca.

Dokumentasi

Skill & Info

Pada prinsipnya terus berikhtiar dan selalu belajar.

Public Speaking
90%
Design Grafis
75%
Business
85%
Writing
90%
Editing Video
70%

WHAT PEOPLE Says

Blog yang menjadi rujukan untuk millenials yang mau mengembangkan dirinya. Blognya sarat dengan ilmu tetapi bahasanya mudah sekali dicerna. Itu karena MHT betul-betul hadir di kelas dan menyampaikan intisarinya dalam blog ini. Semangat selalu untuk menginspirasi, MHT.

Faisal Maulana

Trainer, Coach, Entrepreneur

Untuk karya tulisnya bagus dan mencerminkan kisah asli dari penulis yang mengalami hal itu sendiri.

M. Syahrul Hidayat

Desainer and Owner Musyahid Project

Tulisan yang MHT sering berikan kepada saya, tulisannya sangat baik dari segi struktur penulisan sampai dengan isi tulisannya, tulisan dari MHT selalu memberikan tulisan-tulisan yang bermuatan inspirasi dan motivasi.

Muhamad Adhan

Pelajar

Happy Clients

Expert Workers

Projects Done

Years Of Experience

LATEST POST

Selamat membaca :)

Sunday, February 28, 2021

Story WhatsApp Seorang Kakak #76

Story WhatsApp Seorang Kakak #76

Selular.id


"Lebih baik tidak muncul di permukaan media sosial atau aktif di media sosial?" Itulah pertanyaan yang sering muncul dari benak saya. Cukup lama membayangi setiap langkah saya. 

Tidak sedikit mentor yang sering saya tanyakan. Soal pertanyaan yang muncul dalam benak itu. Selama masa-masa itu, saya kadang aktif di media sosial hingga seperti spam, kadang saya sama sekali tak update di media sosial.

Baru-baru ini seorang kakak kandung memosting sebuah story WhatsApp. Story ini setidaknya membuat mata hati saya terbuka. Berikut cuplikan story-nya.

Orang-orang yang tidak mengumbar kemesraan beserta pasangannya, boleh jadi merekalah pemilik definisi dan kebahagiaan cinta.

Orang-orang yang tidak melaporkan sedang berada di mana, lagi di mana, boleh jadi merekalah pemilik perjalana dan petualangan setiap sudut dunia.

Orang-orang yang tidak sibuk mengumumkan ini, itu, boleh jadi merekalah yang terus produktif dan berkarya. Dan merekalah pemilik definisi kekayaan materi sebenarnya.

Bertemu orang-orang seperti ini secara langsung sangat mengagumkan. Wajahnya teduh tenteram. Senyumnya lembut bagai matahari pagi. :)

Tidak tau yang menulisnya siapa. Namun, tulisan singkat dan padat itu tersampaikan maknanya. Setidaknya membuat saya (saat ini) yakin untuk memilih "tidak muncul di permukaan" media sosial. Kendati demikian, saya akan terus berkarya melalui beragam media.

Menurut saya, persoalan seperti ini adalah sebuah pilihan hidup. Tidak bisa disalahkan ketika seseorang memilih pada salah satu. Boleh jadi ia senang ketika memosting hari-harinya dan melalui postingannya itu ia bisa membahagiakan kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain.

Sekali lagi, hidup itu adalah pilihan. Kita harus yakin pada pilihan itu. Yakinnya bisa jadi membuat kita bahagia dalam pilihan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Bogor, 28 Februari 2021

MHT

Thursday, February 25, 2021

Akhirnya Ketemu #75

Akhirnya Ketemu #75

Foto: Fajrin 

"Orang yang tidak tumbuh atau bertumbuh tetapi sangat lambat adalah mereka yang fokus kepada kelemahan mereka." Begitulah kata seorang inspirator SuksesMulia, Jamil Azzaini.

Fokus pada kekuatan yang disampaikan oleh mentor saya (saya sendiri yang menjadikan mentor, walau belum pernah ketemu) menjadi pegangan bagi hidup saya. Saya mulai fokus pada kekuatan yang ada pada diri saya. Setelah sebelumnya mencari tau tentang diri ini.

"Apa sih yang menjadi kekuatan MHT, yang tidak ada di orang lain?"

Pertanyaan itulah yang pernah ada dalam lingkaran hidup saya. Saya mencoba mencari jawaban ke sana-sini. Meminta masukan dari para mentor. Bahkan, saya pernah bingung juga di tengah-tengah pencarian itu.

"Apakah di usia muda ini saya harus mulai fokus pada satu bidang atau banyak coba yang lain dulu dan tidak terlalu fokus mendalaminya?"

Pertanyaan itu pernah membuat saya bingung. Saya pernah membaca dari salah seorang mentor juga bahwa kalau ingin jadi master, fokuslah.

Saya terus cari tentang diri saya. Siapa sih sebenernya seorang MHT ini?. Kemudian saya menemukan sosok inspirator SuksesMulia. Akhirnya mulai terlihat apa yang menjadi kekuatan saya. Ditambah lagi ada sahabat saya namanya Nabil yang memandang bahwa saya punya bakat di bidang itu. Tinggal diasah dan dilanjutkan.

Akhirnya kekuatan itu saya temukan. Walau kekuatan ini bisa dilakukan oleh banyak orang, tapi saya akan mencoba untuk menggelutinya lebih dalam.

Saya akan fokus dalam dunia kepenulisan, seperti jurnalis yang sekarang saya geluti dan tulisan lepas. Saya pikir ini adalah kekuatan saya. Saya membuat personal branding bahwa saya seorang penulis yang ingin menjadi penulis hebat. Karyanya dapat dibaca oleh banyak orang. Melalui karya tulisnya itu dapat memberikan kebaikan dan kemanfaatan hingga penjuru dunia seperti moto hidup saya "Spread Goodnees and Expediency". Itu yang ingin saya inginkan.

Kalau pun nanti saya sudah bekerja atau mendirikan usaha, kegiatan menulis akan terus saya istiqomahkan. Kekuatan saya yang akan dibentuk adalah keistiqomahan dalam menulis.

Sekarang sudah saya mulai. Setiap hari saya tulis aja apa yang ada dibenak saya. Dengan gaya bahasa orang pertama, saya tuliskan apa yang ada di dalam pikiran saya pada saat menulis.

Bagi saya, menulis itu mengasyikkan. Saya ingin mendalaminya dan fokus pada kekuatan ini. Tentunya ada hal-hal yang harus saya pelajari lagi dalam menulis. Saya tidak akan berhenti sampai di sini.

Menurut saya, setiap orang pasti punya kekuatan. Tinggal kita ketahui apa yang menjadi kekuatan pada diri kita. Bagi Anda yang membaca tulisan ini, saran saya mulailah temukan apa yang menjadi kekuatan Anda. Melalui kekuatan itulah Anda bisa lebih maju ke depan dari orang lain. Sekali lagi, kalau kata mentor saya Jamil Azzaini "Fokus pada kekuatan, jangan pada kelemahan".

Bogor, 25 Februari 2021
MHT

Wednesday, February 24, 2021

Melihat Bentang Alam #74

Melihat Bentang Alam #74

Ilustrasi. (Foto: Pixabay.com)

Melihat bentang alam di tengah-tengah pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui "Jalan-jalan online".

Baru sadar ketika salah seorang dosen mengatakan “kita lagi jalan-jalan online”. Memang praktikum Ekologi Pedesaan dan Pertanian pada Selasa (24/2/2021) mengajak kami jalan-jalan secara virtual. Melhat bentang alam dan agroekologi di masing-masing daerah mahasiswa.

Saya menemukan beragam bentang alam. Mulai dari dataran rendah, sedang, hingga tinggi. Saya bisa melihat bentang alam yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Ternyata alam itu indah. Sejatinya kita harus selalu bersyukur pada Allah SWT.

Beragam ide dan inovasi saya lihat dari bentang alam itu. Saya yakin, bukan hanya saya saja yang menikmati jalan-jalan online ini, tapi mahasiswa lainnya juga. Ya, praktikum di hari itu setidaknya mengganti jalan-jalan yang sesungguhnya.

Sebelumnya salah seorang dosen meminta mahasiswa untuk mengerjakan tugas praktikum mandiri. Kami diminta untuk memotret bentang alam di lingkungan sekitar. Menyebutkan bentuk agroekologinya, komoditas tanamannya, bila perlu sejarahnya, hingga hal-hal menariknya. Kemudian dibuatkan caption yang menggambarkan foto tersebut. Intinya membuat photovoice.

Awalnya saya bingung. Soal daerah mana yang akan saya jadikan objek. Dramaga atau Pasir Angin, Megamendung. Soalnya saya terkadang bolak-balik dari dua tempat itu. Akhirnya setelah dipikir-pikir lebih memilih Pasir Angin. Saya kenalkan bentang alam di sekitar rumah saya kepada kawan-kawan mahasiswa.

 

Photovoice MHT

Daerah Kp. Pasir Angin Gadog, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor masih ditemukan lahan pertanian. Walaupun hanya sedikit, tapi beberapa warga kampung itu masih memiliki dan mempertahankan lahan pertanian. Lahan pertanian di gambar tersebut awalnya khusus padi, namun sekitar 4 tahun yang lalu, satu kotak sawah dialihfungsikan menjadi perkebunan.

Kebun yang awalnya lahan persawahan itu sekarang ditanami umbi-umbian (singkong, ubi) hingga pohon pisang. Tanaman tersebut sebagai pengisi lahan yang kosong saja. Fokus utamanya adalah padi. Selain itu, terdapat juga kolam ikan dan manila. Namun, masih belum tertata dengan baik. 


Perlu diketahui, lahan persawahan ini pernah ada yang ingin membeli. Rencananya akan dijadikan tempat pemancingan. Namun, pemilik lahan itu tidak menjualnya. Alhasil, tanah milik tetangganyalah yang jadi dibeli. Sekarang tanah itu menjadi pemancingan besar. Akibat pandemi, pemancingan itu ditutup sementara.

Soal pemukiman, di daerah ini tidak terlalu padat. Masih ditemukan pepohanan besar di sekitar rumah, seperti pohon kelapa dan mangga. Beberapa rumah ada yang memanfaatkan pekarangannya dengan menanam. 



Mayoritas komoditasnya adalah tanaman obat dan bumbu dapur. Tanaman tersebut sering dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur (memasak) dan sebagai obat tradisional. Hal ini untuk memudahkan warga setempat dan meminimalisir biaya pengeluarannya.

Namun, yang menanam hanya sedikit. Di daerah ini memang orang yang terjun ke dunia pertanian secara onfarm semakin menurun. Kendati demikian, semangatnya masih ada

 

Jalan-jalan Sungguhan

Akhir-akhir ini hobi jalan-jalan saya rasa menarik juga. Selain bisa menikmati perjalanan, saya bisa mencari inspirasi di setiap perjalanan itu. Inspirasi itu berupa apa saja. Keuntungan lainnya saya bisa jadikan konten tulisan. Kalau YouTuber membagikan cerita traveling-nya mellaui video, saya dengan tulisan.

Saya pernah ada rencana saat tahun 2019. Rencana itu saya sampaikan di grup tim inti Gubahan Anak Bangsa. Sekadar informasi, nama grupnya Succes Together, artinya sukses bersama. Sekarang nama grup itu sudah berubah.

Saya pernah menulis melalui pesan singkat pada grup tersebut tentang rencana traveling. Saya punya rencana untuk keliling, bertemu dengan orang baru, belajar, hingga memetik hikmah dari berbagai sudut dunia. Perjalanan itu saya sebut “Menyusuri Menara”.

Rencana itu kandas karena pandemi Covid-19. Akhirnya saya mengurungkan rencana itu demi kesehatan. Tadinya mau dimulai dari keliling Kabupaten Bogor, keliling Provinsi Jawa Barat, dilanjut keliling Indonesia, hingga keliling dunia. Saya pikir melalui traveling bisa menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Sekarang saya menikmati saja apapun yang terjadi. Walaupun pandemi, saya masih bisa berselancar di dunia maya. Jalan-jalan online menemukan berbanyak hal, tidak dibatasi ruang dan waktu. Bagi saya, inspirasi itu akan didapatkan dari berbagai cara, salah satunya melalui jalan-jalan online.


Bogor, 24 Februari 2021

MHT

Tuesday, February 23, 2021

Tenang Saja #73

Tenang Saja #73


Sudah dua kali saya ada kekeliruan saat mengirimkan tugas. Pertama, salah memberikan nama file. Seharusnya diakhir nama file itu saya tulis nomor 1. Namun, yang saya kirimkan malah nomor 3. Kedua, ketika memberikan nilai partisipasi. Ini sangat fatal. Saya memberikan nilai jauh lebih rendah. Bahkan di bawah ambang batas minimumnya.


Merespon kondisi tersebut jujur saja sempat panik, tapi saya mencoba untuk tenang, tenang, dan tenang. Saya share di grup. Berdoa saja semoga filenya diterima.

Besoknya dosen meminta mahasiswa mengirimkan file yang sudah final. Termasuk saya, saya pun mengirimkan kembali dengan nama file yang sudah diperbaiki.

Kejadian kedua, setelah klarifikasi di grup, saya juga konfirmasi di grup, karena ini akan berpengaruh terhadap nilai mereka (anggota satu kelompok saya). Bersyukurnya, anggota di kelompok saya itu mengerti. Bersyukurnya lagi, setelah konfirmasi ke dose ada jalan keluarnya. Saya diminta untuk mengirimkan ke kelas praktikum sebelah.

Di kondisi tersebut saya teringat untuk tenang saja. Apapun kondisi yang sedang kita hadapi, kita mesti tenang. Respon dengan positif. Jangan ditambah dengan respon negatif. Kalau pun tidak bisa, tidak apa, toh itu sudah tidak bisa dirubah lagi kan? Dan kita sudah ada ikhtiar untuk memperbaikinya. Tinggal di kemudian hari kita lebih teliti dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Prinsip saya begitu, karena kita harus fokus lagi yang ada di depan kita. Bisa kita perbaiki dan belajar dari fenomena tersebut. Setiap kejadian yang ada di muka bumi ini terdapat hikmah-hikmah yang bisa kita petik.

Kalau kata Jamil Azzaini fokus lagi dengan kelebihan kita. Kesalahan yang pernah kita lakukan jangan kita ulangi. Fokus lagi pada kelebihan dan kekuatan yang kita miliki. Setidaknya kita bisa menambal kesalahan tersebut dengan kekuatan dan kelebihan kita.

Bogor, 23 Februari 2021

MHT

Monday, February 22, 2021

Tanpamu (Mungkin) Kami Tak di Sini #72

Tanpamu (Mungkin) Kami Tak di Sini #72

Hari ini kepanduan-kepanduan di dunia memperingati hari pendiri kepanduan, Baden Powell. Ia dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia yang lahir pada 22 Februari 1857. Kini ia peringatan ke- 164 tahun kelahirannya.

Bagi anggota Pramuka di Indonesia, keberadaan seorang Baden Powell sangatlah membuat peradaban baru. Mungkin tanpa adanya Baden Powell tak ada kita di sini (Pramuka), tak ada kepanduan-kepanduan di setiap negara.

Jasanya dalam kepanduan tak bisa dihitung secara angka. Ia berjuang demi suatu peradaban. Kini kepanduan sudah ada di berbagai negara di belahan dunia. Buktinya lihat saja di jambore dunia. Di sana anggota kepanduan di seluruh dunia berkumpul. Terakhir pada tahun 2019 di The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, West Virginia, Amerika Serikat. Jambore Dunia XXIV itu mengusung tema "Unlock a New World".

Ada kata mutiara yang menarik dan inspiratif dari Baden Powe menurut saya, A Scout is never taken by surprise, he knows exactly what to do when anything unexpected happens. Artinya adalah Seorang Pramuka tidak pernah terkejut, dia tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi.

Pramuka memang dituntut untuk siap sedia seperti moto Pramuka Garuda "Setia, Siap, Sedia". Saya sendiri merasakan banyak manfaat dari Pramuka atau dulu dikenal kepanduan. Kehidupan di alam terbuka sudah pernah saya rasakan bagaimana kenikmatannya, kekeluargaannya, dan lain sebagainya.

Setiap bentakan membuat saya terbentuk menjadi seorang Pramuka sejati. Pendidikan disiplin membuat saya belajar bahwa hidup itu bukan leha-leha. Namun, hingga saat ini pembelajaran itu masih dalam proses.

Kini Pramuka di Indonesia menjadi organisasi yang masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Bukti bahwa Gerakan Pramuka diberikan amanah untuk membangun keterampilan, perilaku, budi pekerti, hingga tatakrama. Sekarang dari Pramuka juga bisa masuk ke perguruan tinggi negeri seperti IPB University.

Selamat Hari Baden Powell ke- 164. Semoga kita selaku anggota Pramuka dapat mencerminkan jiwa-jiwa Baden Powell dalam kehidupan sehari-hari.

Bogor, 22 Februari 2021
MHT

Sunday, February 21, 2021

Kebagian Juga #71

Kebagian Juga #71

Tiba-tiba teringat dengan jadwal Sabtu, 12 Februari 2021 malam. Ada agenda webinar Content Creator. Saya sih hanya ingat jadwalnya saja ketika cek email saat re-design website mariketik.com. Moderator dan pembicaranya tidak memperhatikan.

Saat acara mulai. Walau saya terlambat, tapi saya masih sempat. Bahkan belum mulai juga materi dari pembicaranya. Lalu saya mendengar nama "Wirda Mansur. Wah luar biasa. Beda setahun sama dia, tapi soal karirnya luar biasa. Dia anaknya ustadz Yusuf Mansur
Sementara moderatornya juga luar biasa. Namanya Indra Bekti, seorang artis sekaligus presenter.

Saya mendapatkan mindset baru untuk menggapai mimpi. Ada poin penting yang saya garis bawahi, yaitu mulai aja dulu, dengan apa aja, dan dari mana aja. Saya sebetulnya secara tidak langsung sudah menerapkannya, tapi baru kali ini mendapat teorinya dari Wirda Mansur.

Ditambah lagi dengan statment lain, yaitu siapa yang berusaha dia yang bisa, siapa yang belajar dia pintar, dan siapa yang kerja keras dia yang sukses.

Diakhir sesi pembicaraannya, Indra Bekti memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Ada dua sesi. Pertama, dibacakan oleh Indra dari chat Zoom. Kedua, peserta raise hand dan berbicara langsung melalui Zoom.

Di sesi pertama saya tidak bertanya. Namun, ketika sesi kedua saya mencoba untuk raise hand. Saya tidak terpikir akan diberikan kesempatan. Bahkan, pertanyaannya pun belum saya persiapkan. Alhamdulillah kebagian juga.

Sembari mengerjakan salah satu tugas, saya mikirin juga soal pertanyaannya. Setidaknya saya ada persiapan.

Orang pertama bertanya secara langsung sudah selesai. Kemudian yang kedua, tapi suaranya tidak terdengar. Akhirnya dialihkan ke orang ketiga. Tidak disangka-sangka. Saya melihat tampilan layar itu muncul gambar saya. Saya pun diberikan kesempatan oleh Indra Bekti untuk bertanya. Ternyata di dunia ini bisa terjadi. Saya gak kepikiran bisa bertanya langsung dengan orang hebat. Teori "ada masanya" sudah saya rasakan, tapi ini belum seberapa, masih banyak impian lainnya. Semoga saja terwujud.

Kembali lagi. Suasana diri saya deg-degan. Saya gugup saat akan bertanya, tapi saya mencobanya untuk percaya diri. Pertanyaan saya sederhana, tentang mana yang harus dipilih. Apakah lebih baik fokus ke satu titik, atau mencoba hal-hal lain juga?.

Inti pertanyaannya itu. Sesuai dengan apa yang saya rasakan saat ini. Membangun banyak branding, tapi bingung mana yang harus saya tekuni.

Kata Wirda, mencoba aja dulu. Nanti kita akan menemukan sesuai dengan hati kita. Menurut Wirda, untuk bisa menemukan keunikan pada diri kita biasanya harus melewati berbagai step.

Dia menyebut bahwa hidup itu mencoba, mencoba, dan mencoba, yang penting konsisten.

"Dari sekian yang kita buat, kita bisa sortir. Kita konsisten aja dulu. Jangan pernah takut untuk mencoba. Kita gak pernah tau rezekinya di mana. Terusin aja jalanin apa yang lo lakuin. Lakuin aja, karena di setiap konten yang lo bikin, selalu ada orang yang mencari itu," kata Wirda Mansur.

"Lu inget aja pesen gua, yang udah lo lakuin saat  ini lakuin, yang penting yang pertama lo incer jangan soal angka," lanjutnya lagi.

Setelah sesi diskusi selesai, dilanjut sesi game. Game kedua ini menirukan gerakan cuci tangan. Tiga orang yang unik mendapat hadiah dari panitia. Ternyata, satu dari tiga orang itu adalah orang kedua yang diberikan kesempatan untuk bertanya, tapi suaranya tidak ada.

"Mungkin kebagiannya ini kali ya. Kebagian yang lebih," pikir saya.

Acara dilanjut dengan kuis. Awalnya jaringan saya baik-baik saja, namun tiba-tiba koneksinya hilang. Dari 10 pertanyaan hanya ke jawab 5. Padahal pertanyaannya mudah. Lima besar akan mendapatkan hadiah. Saya pikir, mungkin ini buat yang lain.

Acara ini sangat seru. Membuat saya memiliki kekuatan baru. Ditambah lagi saya pada malam itu menonton salah satu film tentang bisnis dan motivasi dari Pak Jamil Azzaini.

Semoga hari ini dapat memberikan efek positif untuk hari-hari berikutnya. Aamiin ya Allah.

Bogor, 21 Februari 2021
MHT

Saturday, February 20, 2021

Malam Nikmat #70

Malam Nikmat #70

Malam itu tak biasanya. Lisan mengucap asma-asma-Nya tak sinkron dengan orang-orang sekitar. Rasa malu muncul ketika selesai rutinan setiap malam Sabtu. Memangnya juga kalau sedang menuntut ilmu pasti aja godaannya, seperti malam tadi, ngantuk.

Berkali-kali ke kamar mandi karena batal wudhu. Membuat saya harus bolak-balik (majelis-kamar mandi). Saat menyantap hidangan pun langsung memakai jaket dan rompi kebanggaan berlambang MHT.

Bukan hanya rasa kantuk, sakit di perut pun mulai terasa. Mual sekaligus lemas, tapi saya harus ke asrama, Dramaga.

Malam sekitar setengah 10 mengantarkan foto polaroid Galibi. Di jalan biasa saja. Tak merasa apa-apa, karena yang dirasakan saat di pengajian mulai hilang.

Namun, rasa itu kembali kambuh. Di daerah kota saya harus mengendorkan tarikan gas. Pikiran ke mana-mana, tapi mencoba untuk fokus. Berkali-kali istighfar, menyebut nama-Nya.  Badan kembali lemah. Perut semakin sakit, perjalanan sampai sekitar 30 menitan lagi. Ditambah lagi uang tertinggal di asrama. Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Tapi saya yakin. Sambil perlahan, menahan rasa sakit, dan harus fokus, akhirnya sampai juga di asrama.

Alhamdulillah, bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan. Ternyata kenikmatan itu akan kita rasakan ketika kita sedang sakit. Akan jauh lebih terasa di kondisi tersebut. Saya sering mengalaminya, tapi nikmati saja, begitu pun malam itu. Saya menikmatinya.

Saat kita sehat semestinya perlu banyak mensyukuri atas apa yang diberikan-Nya. Walau sedikit, tapi perlu disyukuri. Kalau kata guru saya, berkah itu "saeutik mahi, loba teu beak" (sedikit cukup, banyak gak abis).

Saya kembali teringat dengan salah satu ayat yang sering disebut dalam Q. S. Ar-Rahman. Ayat tersebut jika diartikan berbunyi "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Semoga kita termasuk orang-orang bersyukur. Menikmati segala pemberian-Nya. Senantiasa berbagi terhadap sesama. Aamiin ya Allah.

Bogor, 20 Februari 2021
MHT

Friday, February 19, 2021

Hujan, Ada Dua Pilihan #69

Hujan, Ada Dua Pilihan #69

Jumat pagi bumi Dramaga diguyuri hujan. Membuat nyaman untuk melanjutkan rasa kantuk ini. Apalagi ditambah dengan selimut. Rasanya sangat nikmat.

Namun, saya teringat dari salah seorang motivator dan mentor (saya jadikan ia mentor, walau belum pernah ketemu). Namanya Ari Ginanjar Agustian (AGA). Dalam video motivasi singkatnya ia mengatakan, ketika turun hujan ada dua pilihan. Menembus air-air hujan itu dengan payung, jas hujan, atau sejenisnya. Atau mengurungkan aktivitas, menjadi alasan untuk segala hal.

Hujan bukan menjadi suatu alasan terhadap aktivitas kita. Hujan harus kita respon dengan sebaik-baiknya. Ketika orang di sana kembali tidur atau mengurungkan niatnya, kita manfaatkan waktu hujan itu dengan berdoa atau menjalani aktivitas yang produktif.

Begitulah singkatnya pesan dari AGA. Lebih lengkapnya silakan bisa tonton di esqtraining.com. Di sana juga terdapat video motivasi lainnya yang (semoga) bisa memberi inspirasi, paradigma baru, dan senangat optimis untuk kita.

Kembali lagi ke hujan pada Jumat, 19 Februari 2021 pagi. Seharusnya pagi ini jadwal untuk bebersih asrama. Khususnya yang di depan asrama. Beberapa waktu yang lalu pepohonan di depan asrama dipangkas, sehingga harus dibersihkan. 

Bang Adi telah menyiapkan peralatannya. Bahkan, sapu lidi yang baru dibelinya itu dipersilakan digunakan untuk bebersih depan asrama yang rencananya dimulai setengah 6 pagi.

Karena hujan, sepertinya dialihkan ke waktu yang lain. Saya pun ketika turun ke lantai 1 masih sepi. Hanya terdengar gemercik hujan.

Sebentar lagi juga saya harus praktikum. Tepatnya jam 7 pagi. Selain itu, di hari ini juga banyak aktivitas yang dilakukan. Semoga aktivitas hari ini senantiasa memberikan efek positif untuk kehidupan. Aamiin.

Bogor, 19 Februari 2021
MHT

Thursday, February 18, 2021

Bahagia dan Nikmati #68

Bahagia dan Nikmati #68

Ilustrasi. (Pixabay.com) 

Menjalani hari-hari dengan bahagia jauh lebih nikmat. Tidak ada beban sedikit pun. Jika ada masalah, tidak harus selalu mencari solusinya. Itu akan menghabiskan waktu. Lebih baik meng-upgrade diri kita. 

Ibaratnya begini. Anak kecil diminta membawa tabung gas pasti akan merasa berat. Berbeda halnya orang dewasa, akan terasa ringan dan mampu menahan berat tersebut dari warung hingga rumah. 

Ilustrasi ini saya baca dari salah satu mentor baru saya, Pak Jamil Azzaini di laman website pribadinya jamilazzaini.com. Artinya kita fokus saja dengan diri kitanya. Masalah itu akan terselesaikan dengan mudah.

Menyinggung kembali pernyataan di awal. Hari-hari yang kita lewati kalau dibuat bahagia akan terasa lebih nikmat. Setiap detik berganti, kita akan merasakan kepuasan. Saya sudah mengalaminya. Hari ini pun saya buat bahagia apapun yang terjadi dalam hidup ini. Nikmati saja dengan jiwa optimis.

Saya tau bahwa setiap hari pasti akan selalu ada tantangan yang berbeda. Namun, tantangan itu kita nikmati saja. Kalau kata guru saya "hadapi, hayati, dan nikmati".

Banyak manfaatnya ternyata ketika kita memiliki mentor. Setidaknya kita diberikan arahan. Mentor itu bisa orang tua kita, guru ngaji, sahabat, dan lain sebagainya. Saya terinspirasi dari Ketua Agrianita IPB bahwa kita harus memiliki mentor. Mentor itu penting.

Akhir-akhir ini saya mulai membaca tulisan inspirasi dari Pak Jamil Azzaini. Isinya sangat inspiratif. Setidaknya membuat saya banyak belajar tentang hidup ini Setidaknya membuat saya lebih percaya diri, optimis, dan semangat dalam menjalani hidup ini.

Itulah yang membuat saya bahagia. Saya bisa belajar bersama seorang inspirator, walau secara online. Kebahagaiaan lain saya dapatkan ketika kuliah. Saya mulai ada jiwa-jiwa seorang mahasiwa yang sesungguhnya. Ternyata saya itu sekarang sudah menjadi mahasiswa. Saya harus berbuat lebih banyak lagi. Tentunya dalam hal kebaikan dan kemanfaatan.

Terima kasih Ya Allah. Semoga mood baik ini akan selalu saya rasakan. Saya ingin menebar kebaikan dan kemanfaatan hingga akhir hayat. Aamiin.

Bogor, 18 Februari 2021

MHT

Figure Quotes

Coach Karvin

Motivator, Trainer, Mind Transform Specialist, Hypnotherapist

"Jika mereka menganggap dirimu tak penting, tak apa, cukup terus tingkatkan kemampuanmu. Suatu saat mereka paham betapa pentingnya dirimu bagi mereka"

Wawan Yusman Darmawan, S.E., M. Pd.

Guru dan inspirator

"Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan. Tidak ada kata terlambat dalam berubah menjadi diri lebih baik"

Agung Rahmattulah, S.E.

Motivator and Inspirator

"Dalam kebersamaan terdapat bacaan iman. Dalam bacaan iman terdapat usaha kebaikan. Dalam usaha kebaikan terdapat segala ujian. Dalam segala ujian terdapat kenikmatan"

Oleh Ruhyana, M. Pd.

Pengawas, Penulis, Pengusaha

"Anak muda harus terus berkarya"

M. Ruslan, S. Pd.

Guru dan Inspirator

"Lihatlah orang dari kecakapannya, bukan dari tanda kecakapannya"

Maps And Contact

Map dan kontak MHTnesia Center.

Contact Form

Name

Email *

Message *