×Close

Notifications

Disqus Logo

MHTNESIA CENTER

SPREAD

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

GOODNESS

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

AND

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

MHTNESIA CENTER

EXPEDIENCY

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MUHAMAD HUSNI TAMAMI INDONESIA CENTER (MHTNESIA CENTER)

CV. Galibi Media Group

Perusahaan start up yang didirikan pada 20 Oktober 2018 dengan usaha pertama adalah percetakan. Cek selengkapnya di www.galibimediagroup.com.

Gubahan Anak Bangsa

Wadah karya untuk generasi muda yang bergerak dalam bidang literasi. Didirikan pada 16 September 2019 dengan tujuan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam literasi. Cek selengkapnya di www.gubahananakbangsa.com

Ibarat Kata

Sebuah kata yang penuh makna dan telah menjadi wasilah foundernya untuk bangkit dari kegelapan. Cek selengkapnya di www.instagram.com/ibaratkata_official.

Welcome To MHTNesia Center

Merupakan program yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusian untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.

MHTnesia Business

MHTnesia Care

MHTnesia Academy

MHTnesia Sharing

MHTnesia Motivation

MHTnesia Quotes

MHTNesia Documentation

Sebuah jejak digital MHTnesia.

polio

Kreatif

Kreatif dengan kemampuan yang dimiliki untuk bangsa dan agama.

Inovatif

Selalu berusaha untuk membuat hal-hal baru guna memberikan kontribusi terhadap bangsa dan agama.

Inspiratif

Menjadi media inspiratif bagi generasi muda untuk berkontribusi pada bangsa dan agama.

Edukatif

Menjadi media yang memberikan pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia di masa mendatang.

Our Time Life

Garis waktu perjalanan kehidupan "MHTnesia"

  • 2000 – Lahir Pertama kali melihat isi dunia.
  • 2005 – Mencoba Di usia ini banyak mencoba dan belajar mengevaluasi setiap kejadian.
  • 2007 – Mengenal huruf Memulai perjalanan pendidikan di SDN Pasir Angin 01.
  • 2013 – Masa kebangkitan Semenjak masuk SMPN 1 Megamendung, pikiran menjadi lebih terbuka. Di sinilah awal mula kebangkitan MHTnesia dalam kehidupan untuk senantiasa berikhtiar menjadi manusia yang berkualitas, baik dunia maupun akhirat.
  • 2016 – Masa belajar dari pengalaman Bukankah belajar dari pengalaman itu penting? Ya, pada tahun inilah mulai belajar dari pengalaman. Selama 3 tahun di SMAN 1 Cisarua banyak kejadian-kejadian yang menjadi daya dorong untuk terus melangkah dan berkarya Di tahun ini juga mulai aktif organisasi di luar sekolah, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
  • 2017 – Mendirikan Ibarat Kata Berawal dari celotehan seorang sahabat berinisial HSA, di tahun ini mulailah mendirikan Ibarat Kata dengan tagline #goresankatauntuknegeri.
  • 2018 – Mendirikan CV. Galibi Media Group Di masa usia siswa putih abu sudah mulai mendirikan usaha. Setelah 2 tahun berjalan, tepat pada 9 Maret 2020 akhirnya GMG menjadi sebuah perusahaan berbentuk CV.
  • 2019 – Semi survival dan pendidikan tinggi Di waktu ini sudah belajar bertahan hidup dan Allah izinkan untuk menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB University).
  • 2019 – Mendirikan Gubahan Anak Bangsa Bersama sahabat dari kecil berinisial SS mulai mendirikan wadah karya yang bergerak di bidang literasi tepat pada 16 September 2019 dengan nama Gubahan Anak Bangsa.
  • 2020-– Sekarang Terus menebar kebaikan dan kemanfaatan atas izin dan ridho-Nya.
Apa itu MHTnesia Center?
MHTnesia Center adalah sebuah program yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dan sosial kemanusiaan untuk generasi bangsa yang unggul dan berkualitas.
MHTnesia
MHTnesia atau MHT adalah nama branding Muhamad Husni Tamami.
MHTnesia Center
Sedangkan MHTnesia Center adalah program yang digagasnya. Rencananya MHTnesia Center ini akan menjadi sebuah yayasan sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia dan juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan.
Apa yang sedang difokuskan MHT saat ini?
MHT sedang fokus pada keagamaan, akademik,Prestasi, GMG, GAB, MHTnesia Center, dan kegiatan organisasi maupun kepanitiaan lainnya.
Keagamaan
Keagamaan adalah hal utama.
Akademik
Sebagai seorang anak tentu ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi akademiknya. Selain itu, prestasi akademik juga menjadi salah satu cita-cita dalam kehidupan.
Prestasi
Prestasi akademik maupun non akdemik.
GMG
Telah berkomitmen untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan CV. Galibi Media Group bersama tim.
GAB
Ini menjadi wadah karya dan motivasi untuk terus berkarya dalam bidang literasi.
MHTnesia Center
Tentu ini juga difokuskan agar bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berkualitas.
Organisasi dan Kepanitiaan
Tidak bosan untuk senantiasa aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan, karena di sinilah banyak ilmu dan hikmah yang didapatkan.
Apa bahagia versi MHT?
Setiap orang memiliki definisi bahagia masing-masing. Inilah definisi bahagia MHT.
Bahagia di dunia
Bahagia di akhirat
Apa tagline MHT?
Spread Goodness and Expedience (Menebar Kebaikan dan Kemanfaatan)
Silakan buat tagline mu
Buat personal branding mu
Mau Tanya Lebih Banyak?
Kontak saja MHT.
WhatsApp
082125826729
Line
mht_ibaratkata
Facebook
Muhamad Husni Tamami
Twitter
@Muhamadhusnita2
Instagram
@muhamadhusnitamami
Email
muhamadhusnitamami@gmail.com

MHTnesia Motivation

Sebuah tulisan yang insya Allah bermanfaat bagi pembaca.

Dokumentasi

Skill & Info

Pada prinsipnya terus berikhtiar dan selalu belajar.

Public Speaking
90%
Design Grafis
75%
Business
85%
Writing
90%
Editing Video
70%

WHAT PEOPLE Says

Blog yang menjadi rujukan untuk millenials yang mau mengembangkan dirinya. Blognya sarat dengan ilmu tetapi bahasanya mudah sekali dicerna. Itu karena MHT betul-betul hadir di kelas dan menyampaikan intisarinya dalam blog ini. Semangat selalu untuk menginspirasi, MHT.

Faisal Maulana

Trainer, Coach, Entrepreneur

Untuk karya tulisnya bagus dan mencerminkan kisah asli dari penulis yang mengalami hal itu sendiri.

M. Syahrul Hidayat

Desainer and Owner Musyahid Project

Tulisan yang MHT sering berikan kepada saya, tulisannya sangat baik dari segi struktur penulisan sampai dengan isi tulisannya, tulisan dari MHT selalu memberikan tulisan-tulisan yang bermuatan inspirasi dan motivasi.

Muhamad Adhan

Pelajar

Happy Clients

Expert Workers

Projects Done

Years Of Experience

LATEST POST

Selamat membaca :)

Friday, June 26, 2020

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 #Hidup100% - Menjadi Generasi Bangsa Bebas Narkotika

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 #Hidup100% - Menjadi Generasi Bangsa Bebas Narkotika


Hari ini, Jumat (26/6) bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional atau disingkat HANI. Peringatan HANI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini peringatan HANI digelar secara virtual yang disiarkan oleh media elektronik dan live streaming.


Dilansir dari bnn.go.id, peringatan HANI diharapkan diikuti oleh seluruh pegawai BNN dan masyarakat Indonesia serta menggelorakannya dengan kegiatan-kegiatan positif dalam rangka Indonesia bebas narkoba. Adapun tagline yang digaungkan oleh BNN adalah #hidup100%. Arti dari #hidup100% ini merupakan ajakan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan maksimal dari segala unsur kehidupan.


Hari Anti Narkotika Internasional menjadi momentum untuk memberantas narkotika di Indonesia, namun bukan berarti hanya di HANI saja semangat memberantas narkotika, melainkan setiap hari agar Indonesia bebas dari narkotika.

Dilansir dari Puspensos, narkotika berasal dari bahasa inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotka adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-undang No. 35 Tahun 2009).

Narkotika akan memengaruhi sistem saraf yang dapat menyebabkan tidak merasa apa-apa. Ketika tubuh dipukul pun tidak merasakan apa-apa. Berikut ini merupakan garis besar golongan narkotika yang terdapat dari Permenkes No. 41 Tahun 2017.

1. Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfin, kokain ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja;
2. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina; dan
3. Campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan di atas.

Bahaya narkotika bukan hanya sekadar membuat ketagihan. Berikut beberapa bahaya narkotika lainnya dilansir dari bnn.go.id.

1. Dehidrasi
2. Halusinasi
3. Menurunnya tingkat kesadaran
4. Kematian
5. Gangguan kualitas hidup

Generasi bangsa yang baik tentu tidak akan mengonsumsi narkotika. Narkotika membuat kehidupan menjadi gelap dan hancur. Banyak orang yang sudah terkenal, namun ia jatuh gara-gara narkotika. Banyak juga orang yang meninggal karena kecanduan narkotika. Mengerikan bukan? Untuk itu mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergaul dengan orang-orang yang bebas dari narkotika, mengisi waktu dengan hal-hal positif, membantu orang tua, konsisten di jalan kebaikan, produktif, dan jauhi narkotika.

Mari kita menjadi pribadi yang bebas dari narkotika. Jauhi narkotika dan tingkatkan prestasi untuk bangsa. Selamat Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2020. #Hidup100%

Muhamad Husni Tamami
Bogor, 26 Juni 2020

Referensi:

Monday, June 15, 2020

MHT Bincang Bersama Kaprimkop Mabesau Letkol Adm. Rasyid, S. Sos.

MHT Bincang Bersama Kaprimkop Mabesau Letkol Adm. Rasyid, S. Sos.

Letkol Adm. Rasyid, S. Sos. sebelah kanan yang tidak menggunakan kacamata (source: tni-au.mil.id) 

Hari ini, Senin (15/6/2020) tepatnya saat waktu dzuhur tidak sengaja bertemu dengan Kaprimkop Mabesau Letkol Adm Rasyid, S. Sos.. Ia  ditemani satu orang dari Mabes AU melaksanakan salat dzuhur di masjid dekat rumah saya. Awalnya saya tidak mengetahui ia siapa, diakhir perbincangan ia  mengenalkan diri. Sebelumnya menanyakan nama saya. 

"Nama kamu siapa?"
"Saya Husni pa"
"Oh iya, saya Rasyid dari Mabes AU"
"Siap pa" 

Perbincangan hari ini dengan Kaprimkop Mabes AU tidak panjang. Awalnya ia menanyakan kamar-kamar yang di dekat masjid.

"Ini kos-kosan?"
"Oh bukan pa, ini pesantren," jawab saya.
"Pesantren (santri-santrinya) itu adalah generasi umat," ungkapnya.

Ia pun menanyakan soal kotak infaq di masjid dekat rumah saya. Namun, di masjid ini memang tidak disediakan kotak infaq.

"Masya Allah, seorang anggota TNI yang dermawan," pikir saya singkat setelah Bapak Rasyid menanyakan kotak infaq.

"Sampean dari mana?"
"Saya rumah di sini pa"
"Udah berapa tahun pesantren?"

"Saya nggak pesantren pa, saya ikut belajar aja"
"Oh gitu"


Kemudian ia menceritakan bahwa anaknya juga pesantren di Sukajadi, Rumpin. Menurut hemat saya, Bapak Rasyid ini sungguh luar biasa. Ia masih tetap menjalankan ibadahnya walau tengah bekerja. Mungkin jika ada kotak infaq ia akan memasukan sebagian rejekinya ke dalam kotak infaq. 

Sayangnya saya tidak sempat berfoto bersama Bapak Rasyid, tapi tak apa. Kalau Allah menghendaki, insya Allah akan bertemu kembali.

Dari mana saya tahu Bapak Rasyid sebagai Kaprimkop Mabesau?

Setelah saya mengetahui nama bapak itu adalah Rasyid dari Mabes AU, saya pulang ke rumah dan cari di internet. Akhirnya saya mendapatkan berita ini (silakan diklik). Dalam berita itu terdapat foto Bapak Rasyid dan jabatan serta nama gelarnya. Semoga saja benar, tapi wajahnya saya masih ingat dan sama dengan foto yang ada di dalam berita itu.

Semangat terus pa dalam melaksanakan tugasnya. Semoga bapak selalu dalam keberkahan Allah SWT, menjadi TNI AU yang soleh, selalu menebar kebaikan dan kemanfaatan, anak-anaknya sukses dunia akhirat, dan semoga bapak kembali pada-Nya membawa amal kebaikan dan iman Islam.

Salam dari Muhamad Husni Tamami
Bogor, 15 Juni 2020

Sunday, June 14, 2020

Tagihan Listrik Melonjak, Bagaimana Jika Hidup Tanpa Listrik?

Tagihan Listrik Melonjak, Bagaimana Jika Hidup Tanpa Listrik?


Belakangan kita mendengar kabar bahwasa sebagian pelanggan PLN mendapatkan tagihan listrik jauh lebih besar dari sebelumnya. Pihak PLN telah membeberkan akibat tagihan listrik ini bisa naik. Anda bisa baca di sini.

Bicara soal listrik tentu sangat menarik. Kita akan membicarakan listrik bukan soal tagihan listrik yang melonjak, melainkan suatu hal yang sangat penting dan bisa menjadi edukasi bagi kita.

Setiap orang mengakui bahwa listrik sangat berguna bagi kehidupan. Kita menggunakan listrik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi hingga saat ini masih ada daerah yang belum teraliri listrik. Silakan baca tulisannya di sini.

Di era modern ini masih ditemukan orang-orang yang belum peduli terhadap listrik. Masih ada yang tetap menyalakan lampu kamar tidurnya di siang hari atau membiarkan colokan kabel yang padahal sudah tidak digunakan. Miris sekali tindakan seperti ini masih kita temukan. Mungkin kita salah satu pelakunya. Padahal di pelosok sana masih ada daerah yang belum teraliri listrik. Sudahkah kita bersyukur hingga saat ini?

Andaikan hari ini adalah hari terakhir kita menggunakan listrik dan besok listrik di dunia semua mati. Pihak PLN sudah berusaha agar kembali menyala, namun mereka belum bisa mencari solusinya sehingga kita hidup tanpa listrik.

Biasanya kita mencuci baju dengan mesin cuci, kini harus dengan cara biasa, seperti dulu saat belum ada mesin cuci. ATM sudah tidak bisa berfungsi. Walaupun masih ada yang berfungsi dengan menggunakan generator set (genset) sebagai alat pembangkit listrik cadangan dengan menggunakan energi kinetik. Genset perlu bahan bakar, sedangkan bahan bakarnya semakin sulit didapat karena listrik mati.

Satu pekan, dua pekan, hingga satu bulan mungkin masih ada yang berfungsi, seperti toko, SPBU, dan lain-lainnya. Bisa jadi mereka masih ada bahan cadangan sehingga tetap bertahan beberapa waktu setelah listrik mati. Namun, mati listrik ternyata terus berlanjut. 

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, hingga satu tahun kita hidup tanpa listrik dan akhirnya berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Oh iya, jaringan juga tidak ada, jadi kita tidak bisa lagi komunikasi dengan jarak jauh. Udah mah listrik gak ada, handphone gak bisa diisi ulang, jaringan gak ada, lengkap deh.

Saat malam tidak banyak orang keluar. Bisa saja keluar pun hanya melihat terang bulan dan indahnya bintang-bintang, itu pun jika cuacanya mendukung. Malam minggu yang sering ditunggu oleh remaja, kini sudah tak meriah lagi. Malamnya gelap tanpa penerangan lampu, kita hanya melihat bulan yang menerangi permukaan bumi bersama bintang-bintang kecil yang indah.

Satu tahun berlalu kita hidup tanpa listrik. Para ilmuwan terus berusaha untuk membuat inovasi baru sebagai alternatif listrik. Pembangkit listrik tenaga surya bisa dikembangkan lagi, bisa jadi menjadi sumber utama listrik. Manusia akan berusaha agar kehidupan kembali seperti semula, yakni ada listrik atau sumber energi lainnya seperti listrik yang merupakanhasil inovasi para ilmuwan di seluruh dunia.

Begitulah gambaran jika kita hidup tanpa listrik. Sudah kebayang jika hidup tanpa listrik? Apa yang akan dilakukan jika itu benar-benar terjadi? Sudahkah kita bersyukur dengan nikmat yang Tuhan berikan berupa listrik?

Hidup tanpa listrik memang menyeramkan, apalagi jika kita tidak bisa survive. Untuk itu mari kita gunakan listrik sebaik-baiknya. Matikan lampu jika tidak diperlukan, cabut charger jika sudah terisi penuh, dan tindakan lainnya untuk menghemat listrik. 

Pemborosan listrik bukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Hari ini kita menggunakannya dengan boros, apakah kita yakin besok masih ada listrik? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Semoga terdapat sisi positifnya dari tulisan ini. Ini adalah ilustrasi saja agar kita peduli terhadap bumi ini, agar kita mau hemat listrik, dan agar kita menggunakan listrik dengan bijak. Terima kasih.

Jika Anda ingin disebut orang "keren", gunakanlah listrik dengan baik. MHT

Bogor, 14 Juni 2020
Muhamad Husni Tamami

Friday, June 12, 2020

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM


Dua tahun telah menjadi bagian dari Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia. Awalnya dihubungi oleh Kang Nandi. Dulu belum tau siapa itu sosok Kang Nandi. Ternyata ia adalah Ketua Umum FPSH HAM Provjnsi Jawa Barat.

Awal menjadi bagian FPSH HAM Jawa Barat ketika pertama kali mengkuti rapat pembentukan pengurus FPSH HAM Jawa Barat setelah dihubungi oleh Kang Nandi. Posisi saya saat itu diminta menjadi Koordinator Wilayah FPSH HAM Kabupaten Bogor, karena Kabupaten Bogor belum ada yang isi. Saya pun menyanggupinya setelah mendapat izin dari Bapak Dede Syaefudin, S. Pd. sebagai guru PKN sekaligus Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Cisarua. 


Pada saat itu saya masih duduk di bangku kelas 12 semester 1. Saya dispen untuk mengikuti rapat pembentukan FPSH HAM di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung dengan mengenedari motor kesayangan, Astrea F 6594 FA.


Singkat cerita, saya sudah resmi menjadi Koordinator FPSH HAM Kabupaten Bogor setelah dikukuhkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna Laoly di Gedung Sate yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada 25 Oktober 2018. Kemudian diresimkan pada 19 Desember 2018 melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 180/Kep. 13341-Disdik/2018. Kemudian, saya mengaktifkan kembali FPSH HAM di Kabupaten Bogor yang dibantu oleh Coach Karvin Fadila.

Saya sangat bangga menjadi bagian dari FPSH HAM. Pengalaman bersama FPSH HAM tidak akan pernah saya lupakan. Salah satu syariat saya masuk ke IPB University melalui FPSH HAM, yakni Duta Hukum dan HAM yang dinobatkan saat saya duduk di kelas 11 SMA.

Selama di FPSH HAM, saya bisa banyak belajar dengan para tokoh. Saya juga belajar bagaimana berbicara dengan nomor 1 di daerah. Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan menteri, gubernur, bahkan bupati dan wakil bupati. Ini memang bukan suatu penghargaan, tapi bagi saya ini adalah suatu kebanggaan. Bukan karena saya ingin dengan pejabat, tapi karena FPSH HAM ini diakui oleh mereka sehingga ketika berbincang pun mereka nyambung. 

Alhamdulillah, semua ini berkat-Nya. Allah telah mengatur semua ini. Di hari ulang tahun FPSH HAM yang ke- 8 ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada FPSH HAM yang telah memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman. Semoga FPSH HAM terus berkiprah menebar kebaikan dan kemanfaatan. Aamiin ya Allah.

MHT Bangga Menjadi Bagian dari FPSH HAM.

DIRGAHAYU FPSH HAM #FPSH8ERANI
12 Juni 2012 - 12 Juni 2020

Tuesday, May 26, 2020

Pandemi Covid-19, Pernahkah Kita Berpikir Tentang Ini?

Pandemi Covid-19, Pernahkah Kita Berpikir Tentang Ini?


Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Kemarin pun kita melaksanakan Ramadan di tengah pandemi. Biasanya momen Ramadan kita melaksanakan buka bersama dengan teman-teman SD, SMP, SMA, satu kantor, ataupun dengan partner organisasi. Akan tetapi, semua itu tidak semuanya yang melaksanakan ketika Ramadan di tengah pandemi. Memang ada yang melaksanakan, tapi tidak banyak.

Selain itu, pandemi juga membuat kita tidak bisa bepergian. Harusnya setelah lebaran Idul Fitri ini kita mudik, tetapi sekarang tidak. Kita hanya bisa ke kerabat-kerabat dekat saja. Ya, pandemi membuat kita tak sebebas dulu. Semuanya dibatasi, apalagi berkumpul banyak orang. Hal ini merupakan implementasi program pemerintah, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terlepas dari soal konspirasi atau Covid-19 ini benar-benar ada, kita harus tetap mengambil hikmahnya. Banyak hikmah yang dapat kita petik di balik Covid-19 ini. Salah satu hikmah yang akan ditulis adalah tentang digitalisasi.

Sebenarnya, sebelum ada Covid-19 teknologi sudah semakin canggih. Apa yang kita inginkan sudah bisa dilakukan dengan mudah. Misalnya, kita ingin makan tinggal pesan melalui online, kita ingin beli baju bisa melalui online, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bicara soal administrasi walaupun teknologi sudah semakin canggih, penerapannya belum maksimal. Pengiriman berkas masih ada yang harus hard copy. Padahal sudah ada scanner yang dapat mempermudah. Bahkan, ini menghemat kertas, menjaga alam juga, tapi mengapa masih harus hard  copy?

Covid-19 telah menjawabnya. Dampak pandemi pengiriman berkas melalui online. Berkas di scan lalu dikirim via email atau platform lain. Kita tidak harus pergi ke alamat yang akan kita kirimkan berkasnya. Tinggal di rumah saja kita bisa kirim dengan mudah. Padahal semua ini kita bisa terapkan jauh sebelum Covid-19 ini ada. 

Pernahkah kita berpikir tentang ini? Semoga saja pernah dan mari kita manfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih Covid-19 telah memberikan kesadaran bahwa cara mudah yang bisa kita lakukan dan ini merupakan satu dari sekian banyak hikmah yang dapat kita petik dari Covid-19.

Selagi ada yang lebih mudah kenapa harus yang sulit?


Tulisan ini terinspirasi dari guru penulis, yakni Bapak Agan Suhayat, M. Pd. yang merupakan guru PAI sekaligus pengasuh Ma'had Al-Mubarokah di SMAN 1 Cisarua Bogor.

Semoga bermanfaat.

Bogor, 26 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami

Monday, May 25, 2020

Semangat Syawal - Muhamad Husni Tamami

Semangat Syawal - Muhamad Husni Tamami


Ramadan telah berakhir untuk tahun ini. Tiga puluh hari kita menahan diri melalui puasa. Tiga puluh hari juga kita melaksanakan salat sunnah tarawih. Terdapat banyak hikmah yang dapat kita petik dan maknai untuk kehidupan kita ke depan.

Tak terasa, ternyata 30 hari itu sangat cepan. Bersyukur jika kita memanfaatkan waktu dengan baik di Ramadan lalu. Teruntuk yang belum memaksimalkan waktu Ranmadan, termasuk diriku, semoga di kita masih diberikan kesempatan di Ramadan depan. Ya walaupun kita tidak tahu apakah Ramadan kita akan dipertemukan lagi atau tidak. Semoga saja Allah masih memberikan kita kesempatan. Jika pun tidak, semoga kita bisa menjadi diri yang selalu semangat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Ramadan telah berakhir bukan berarti semangat takwa juga berakhir. Ramadan memang bulan dilipat gandakannya amalan kebaikan termasuk amalan ibadah. Jikalau telah berakhir, tak mengapa. Kita harus semangat lagi di bulan Syawal. Semangat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan takwa kepada-Nya. 

Di bulan Syawal masih ada amalan yang dapat kita kerjakan. Bahkan, keutamannya seperti kita berpuasa satu tahun penuh. Amalan tersebut adalah puasa sunnah 6 hari selama bulan Syawal. Jikalau kita hari ini belum sempat melaksanakannya, semoga besok atau lusa bisa menyempatkan untuk berpuasa di bulan Syawal.

Mari kita terus semangat untuk menjadi diri yang lebih baik. Semangat Syawal harus tetap sama seperti semangatnya kita di bulan Ramadan.

Bogor, 25 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami
Spread Goodenes and Expediency

Monday, May 18, 2020

Tentang 24 Jam

Tentang 24 Jam

Sumber gambar: Atsar.id

Setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama tinggal bagaimana ia memanfaatkannya. ~MHT
Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri "Kenapa ya orang lain kok bisa gitu? Kenapa ya kok orang lain bisa menyelesaikannya dengan cepat?" Syukur jika teman-teman pernah bertanya seperti itu pada diri sendiri. Artinya teman-teman sadar bahwa orang lain bisa dan akan memicu semangat bagi teman-teman.

Satu hari kita diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, yakni 24 jam. Waktu tersebut akan menjadi suatu hal yang berharga jika dimanfaatkan dengan baik. Bisa saja orang lain menghargai waktu 24 jam tersebut dengan mengisi kegiatan yang positif, berkualitas, dan penuh kemanfaatan.

Hal ini menjadi pengingat untuk kita. Jika orang lain menghargai waktu, kenapa kita tidak? Yuk kita manfaatkan waktu yang kita lalui dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Jangan terlewatkan 1 detik pun dengan kegiatan yang tidak banyak faedahnya.

Semoga kita termasuk orang yang menghargai waktu.

MHT
Bogor, 18 Mei 2020

Saturday, May 2, 2020

Semangat Membara Ki Hajar Dewantara dalam Dunia Pendidikan

Semangat Membara Ki Hajar Dewantara dalam Dunia Pendidikan

Satu abad lebih tepatnya 131 tahun silam telah lahir tokoh yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan. Ia adalah orang yang berani menantang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada saat itu, yang hanya orang-orang kelahiran belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam pendidikan.

Kritikan terhadap kebijakannya membuat ia diasingkan ke luar negeri. Kemudian mendirikan Taman Siswa selepas kembali ke tanah air. Ia pun diangkat menjadi Menteri Pendidikan selepas kemerdekaan Indonesia.

Tut Wuri Handayani yang memiliki arti di belakang memberi dorongan. Inilah menjadi semboyan pendidikan hingga saat in.

Siapakah dia?


Namanya adalah Ki Hajar Dewantara, tokoh bangsa yang telah memberikan cahaya dalam dunia pendidikan. Ia bagaikan sinar yang menyinari lini pendidikan. Ia telah berani memperjuangan hak-hak rakyat Indonesia untuk mengenyam pendikan.

Dengan nama lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara lahir di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Kemudian, ia wafat pada 26 April 1959.

Selama 70 tahun ia telah banyak berkontribusi dalam dunia pendidikan. Selain ditetapkannya sebagai pahlawan nasional, tanggal lahir Ki Hajar Dewantara juga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden Repbulik Indonesia No. 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Kita harus bersyukur kepada-Nya. Berkat jasa Ki Hajar Dewantara dan izin-Nya, dunia pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami pembaharuan guna menyesuaikan perkembangan zaman. Para pejuang pendidikan telah mendorong untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa.

Hari Pendidikan Nasional bukanlah hanya sekadar hari yang diperingati saja, tetapi kita harus belajar dari perjuangan tokoh bangsa, seperti Ki Hajar Dewantara. Kita harus menjadi Ki Hajar Dewantara selanjutnya yang terus berjuang untuk pendidikan Indonesia.

Banyak cara untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Tidak harus menjadi seorang guru. Kita bisa dengan cara kita. Inovasi pendidikan bisa kita berikan untuk Indonesia.

Mari kita belajar dari perjuangan pahlawan pendidikan. Mari kita berinovasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2020

Bogor, 2 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami

Sunday, April 26, 2020

Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Perspektif Wawasan Nusantara

Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Perspektif Wawasan Nusantara



Wawasan nusantara dapat diartikan sebagai cara pandang terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah yang meliputi wilayah darat, laut, dan udara sebagai suatu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Konsep wawasan nusantara menjadi visi bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita luhur nasional bangsa Indonesia. Dalam hal ini, wawasan nusantara juga memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia maju di masa depan. Bahkan, wawasan nusantara sebagai landasan visional bangsa Indonesia.

Dalam mewujudkannya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Sumber daya manusia yang dimaksud salah satunya adalah generasi muda. Karena generasi muda adalah aset bangsa untuk menentukan arah bangsa Indonesia di masa mendatang.

Membangun sumber daya manusia dalam perspektif  wawasan nusantara dapat dilakukan melalui pendidikan dari mulai keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga


Keluarga adalah ruang pendidikan pertama dalam kehidupan. Kita akui bahwa di keluarga kita bisa belajar berbicara, berjalan, dan lain sebagainya. Konsep wawasan nusantara dapat dimasukkan dalam lingkungan keluarga. Tidak usah hal-hal yang sifatnya berat dulu, kita bisa iplementasikan hal-hal yang mudah dipahami oleh anggota keluarga.

Di lingkungan keluarga orang tua memiliki peran penting dalam memberikan konsep wawasan nusantara dengan hal-hal yang kecil. Selain itu, anggota keluarga lain pun yang sudah memahami konsep wawasan nusantara bisa diterapkan agar mudah mensososialisasikan konsep wawasan nusantara kepada anggota keluarga lainnya.

Sekolah


Sekolah adalah tempat kita banyak belajar dan mendapatkan ilmu-ilmu baru serta teman baru. Dalam memberikan pemahaman konsep wawasan nusantara tidak harus dilakukan oleh guru mata pelajaran PPKN saja, melainkan guru-guru lain pun ikut serta dalam memberikan pemahaman konsep wawasan nusantara agar siswanya mengenal tentang bangsanya sendiri.

Di lingkungan keluarga dapat dinilai efektif karena biasanya terkait hal-hal yang bersifat kebangsaan, siswa lebih dominan mengikuti apa yang disampaikan oleh guru di sekolah. Ini menjadi ruang bagi para guru sebagai langkah mengimplementasikan wawasan nusantara kepada siswanya.

Masyarakat


Lingkungan masyarakat juga penting dalam memberikan pemahaman konsep wawasan nusantara untuk melahirkan generas bangsa yang unggul dan berkualitas. Pengurus RT yang ruang lingkupnya lebih kecil bisa membuat suatu event kebangsaan. Biasanya suka dilakukan setiap tanggal 17 Agustus. Secara tidak langsung ini adalah cara pengurus RT untuk memberikan pemahaan terkait wawasan nusantara kepada warganya, khususnya generasi mudanya.

Generasi muda harus memahami wawasan nusantara sebagai aset sumber daya manusia di masa mendatang. Dengan demikian, Indonesia tidak akan kehilangan jati diirnya karena generasi mudanya sudah siap untuk membangun bangsa dengan dilandasi pengetahuan-pengetahuan wawasan nusantara yang telah diberikan oleh keluarga, sekolah, dan masyarkaat.

Semoga bermanfaat.


Saturday, April 25, 2020

Catatan Ramadhan II

Catatan Ramadhan II


Kunikmati ciptaan-Nya
Berjalan tanpa ada kebisingan
Hanya alam yang terbentang
Kicauan merdu mendampingi perjalanan
Bersama seorang kawan perjuangan

Bogor, 25 April 2020

Popolisian di Malam Ramadhan

Popolisian di Malam Ramadhan


"Si si si si siapa yang jadi polisi"
"Hat hat hat hat siapa yang jadi penjahat"

Begitulah nyanyian permainan popolisian yang sering dilakukan oleh MHT dan kawan-kawan saat masih kecil. Ketika melihat anak-anak sekarang, MHT bersyukur karena tradisinya masih terus dilakukan. Tradisi? Ya tradisi, karena popolisian biasanya dimainkan saat menjelang salat Isya di malam Ramadhan.

Permainan ini terbagi ke dalam dua kelompok. Satu kelompok sebagai polisi dan satu kelompok sebagai penjahat. Kelompok polisi mengejar kelompok penjahat sampai semua penjahat tertangkap atau kena.

Setelah semua penjahat tertangkap, kini bagian kelompok polisi yang jadi penjahat. Mereka mengejar sampai ketemu seperti halnya mereka dikejar.

Dulu MHT sampe ngumpet-ngumpet di kebun. Bahkan di belakang rumah orang. Haha. Pokoknya cerita MHT saat Ramadhan di masa kecil sangat seru. Ini hanya sekilas. Full nya MHT akan tulis suatu hari nanti. 

Nah, bagaimana masa kecilmu waktu Ramadhan? Mengesankan kah? Kalau iya, yuk isi komentarnya.

Tulisan ini dibuat sambil menunggu waktu Isya tiba.
Bogor, 25 April 2020
Masih Ingat Perang Petasan saat Ramadhan?

Masih Ingat Perang Petasan saat Ramadhan?


Mengingat kembali waktu masih SD. Sekitar 7-12 tahun menghabiskan waktu sebelum tarawih bersama teman-teman. Kadang perang samping (perang sarung) dan kadang juga perang petasan. Aneh, entah kenapa waktu kecil MHT ikut-ikutan ya hehe.

Tapi, ketika melihat anak-anak sekarang yang masih melakukan hal sama, terkadang membuatku ingin kembali ke masa kecil. Haha. Ya, karena masa kecil dulu begitu bahagia. MHT bersyukur sih karena kebahagiaan telah dirasakan MHT sejak kecil.

Memang indah masa kecil MHT dulu. Beragam aktivitas dan kegiatan waktu kecil masih melekat dalam jiwa. Senang dan sedih masih terasakan oleh hati.

Oh iya, terkait main petasan sebetulnya tidak boleh ya. Karena itu bisa membahayakan. 

Pesan untuk generasi penerus MHT yang saat ini masiu duduk di bangku putih merah atau putih abu, yuk kita gunakan waktu kecilnya untuk hal-hal positif. Mulai berorientasi kepada masa depan, bukan hanya dunia saja, juga akhirat. Belajar sejak dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ditulis saat menunggu waktu Isya.
Bogor, 25 April 2020

Figure Quotes

Coach Karvin

Motivator, Trainer, Mind Transform Specialist, Hypnotherapist

"Jika mereka menganggap dirimu tak penting, tak apa, cukup terus tingkatkan kemampuanmu. Suatu saat mereka paham betapa pentingnya dirimu bagi mereka"

Wawan Yusman Darmawan, S.E., M. Pd.

Guru dan inspirator

"Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan. Tidak ada kata terlambat dalam berubah menjadi diri lebih baik"

Agung Rahmattulah, S.E.

Motivator and Inspirator

"Dalam kebersamaan terdapat bacaan iman. Dalam bacaan iman terdapat usaha kebaikan. Dalam usaha kebaikan terdapat segala ujian. Dalam segala ujian terdapat kenikmatan"

Oleh Ruhyana, M. Pd.

Pengawas, Penulis, Pengusaha

"Anak muda harus terus berkarya"

M. Ruslan, S. Pd.

Guru dan Inspirator

"Lihatlah orang dari kecakapannya, bukan dari tanda kecakapannya"

Maps And Contact

Map dan kontak MHTnesia Center.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *