×Close

Notifications

Disqus Logo

Saturday, August 31, 2019

Interaksi dan Struktur Sosial


Sosiologi menaruh perhatian antara lain apda peristiwa sehari-hari, dimana seseorang membentuk dan memberi makna terhadap orang lain melalui tindakan-tindakan yang terjadi secara teratur atau berulang. Salah satu tindakan tersebut adalah interaksi sosial (social interaction) yang merupakan tiitk awal peristiwa sosial. Interaksi sosial mempunyai tujuan tertentu. Orang bertindak dan berinteraksi terhadap yang lain dalam rangka mencapai tujuan mereka. Proses interaksi sosial merupakan basis untuk menciptakan hubungan sosial yang terpola yang disebut struktur sosial. Struktur sosial tersebut diibaratkan suatu "rumah" yang di dalamnya terdapat berbagai ruangan yang dihubungkan satu sama lannya, dan terdapat jalan unutk masuk ke dalam dan keluar dari "rumah" tersebut. Hubungan atara satu ruangan dengan ruangan lainnya dan rumah tersebut bergerak (berperilaku) dalam rumah tersebut. Oleh karena itu, struktur sosial merupakan suatu entitas sosial yang mengatur orang lain. Dalam bab ini secara garis besar akan dijelaskan mengenai konsep interaksi sosial dan struktur sosial. Pemahaman terhadap interaksi sosial dimulai dengan menjelaskan batasan dan syarat terjadinya interaksi sosial serta memahami bentuk-bentuk interaksi sosial atau dikenal sebagai proses-proses sosial. Kemudian dibahas mengenai jaringan sosial dan pengorganisasian sosial sebagai landasan memahami terbangunna (konstruksi) suatu struktur sosial.

Interaksi Sosial
Seperti telah dinyatakan bahwa Sosiologi menaruh perhatian antara lain pada peristiwa sehari-hari, dimana seseorang membentuk dan memberi makna terhadap orang lain melalui tindakan-tindakan yang terjadi secara teratur atau berulang. Dalam kasus seperti ini dipaparkan pada Kasus 2.1 kegiatan pembimbingan merupakan tindakan sosial, dimana mahasiswa dan dosen bersama-sama berusaha mencapai tujuan masing-masing.
Kasus 2.1 Mahasiswa dan Dosen Pembimbing

"Santi, anak seorang dosen, mahasiswa semeseter 7 di IPB setengah berlari menghadap dosen pembimbing studi pustakanya. Ia terlambat 15 menit dari waktu yang dijanjikan. "Masuk Santi, apa kabar?" tanya dosen pembimbngnya." Maaf pak, terlambat. Saya ingin Studi Pustaka saya segera selesai. Saya akan segera menyusun proposal. Kalau bisa selesai dalam satu bulan ini, supaya saya bisa segera ke lapang. Harapan saya semester depan, saya mengulang dua mata kuliah sekalian menyusun Skripsi," Santi terus mengemukakan harapannya, tanpa memberi kesempatan pada dosennya. "Sudah?" tanya dosen pembimbingnya, seorag yang sehari-hari memiliki aktivitas yang padat. Dengan kesabaran yang masih tersisa, meskipun dengan air muka yang keruh, si dosen berkata, "Boleh saja, tetapi semua itu melalui proses. Harus dilhat dulu, studi pustakanya sudah bisa disetujui belum. Kecuali, kalau Anda ini orang penting yang harus diutamakan untuk dilayani". Pada hari-hari berikutnya, setiap kali ditelepon untuk bertemu, dosen tersebut selalu berdalih sedang sibuk, belum bisa membimbing.

Tindakan dosen dan mahasiswa tersebut dibentuk oleh sejumlah kekuatan sosial yang melebihi keinginan masing-masing sebagai berikut:
1. Seluruh perilaku sosial diatur melalui harapan yang didefinisikan secara sosial tentang bagaimana orang arus bertindak dalam situasi tertentu. Misanya, dalam budaya timur, si mahasiswa telah bertindak tidak sopan atau tidak menghormati orang yang lebih tua;
2. Perilaku sosial ditentukan melalui karakteristik yang dibawa orang dalam suatu interaksi. Karkateristik tersebut meruoakan bagian posisi yang mereka tempati dalam struktur sosial. posisi tersebut, disebut status sosial, adalah tempat dimana indivdu 'cocok dalam suatu group, organisasi atau masyarakat. Misalnya, dalam proses pembimbngan tersebut, mahasiswa lebih menundukkan dirinya sebagai anak orang berpengaruh (anak dosen) daripada sebagai mahasiwa, sehingga interaksi tidak berlangsung lancar;
3. Hubungan interpersonal, jaringan sosial, juga membentuk perilaku sosial. Misalnya, jika ternyata mahasiswa tersebut adalah anak dosen, maka ia telah mengeksploitasi jaringan anggota keluarga yang berpengaruh, unutk kelancaran pembimbingan; dan
4. Interaksi mengambil tempat dalam konteks struktur sosial yang lebih luas, yang juga membentuk arah atau hasil interaksi tersebut. Universitas tempat mahasiswa itu belajar dan tempat dosen bekerja merupakan gambaran intergrasi fungsional-dimana bagian-bagian dari masyarakat saling berkaitan.

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment