×Close

Notifications

Disqus Logo

Saturday, August 31, 2019

Rubah Paradigma Menjadi Positif

Mungkin kita sebagai orang awam masih kurang memahami konsep paradigma. Bisa jadi ketika ada kata "paradigma" kita masih bingung. Apa sebenarnya paradigma itu?

Paradigma adalah cara kita memandang, memahami, mempresepsi, dan memaknai dunia yang ada di sekitar kita. Konsep ini sebetulnya sering kita lakukan di dalam kehidupan. Namun, kadang kita belum bisa memiliki paradigma atau pandangan positif kepada orang lain. Walaupun ada, sepertinya masih minim. Padahal konsep paradigma positif itu harus diimplementasikan dalam kehidupan kita dan dijadikan sebagai kebiasaan hidup kita sehari-hari.

Ketika kita menginginkan perubahan dalam hidup kita, hal pertama yang dilakukan oleh kita adalah mengubah paradigma kita. Di saat kita melihat sesuatu hal dengan cara tertentu, kita akan cenderung berbuat hal-hal yang mendukung sikap kita itu. Dan apa yang kita dapat akan memengaruhi paradigma kita.

Misalnya begini, ketika kita belum bisa menghargai kehebatan teman kita, maka kita akan cenderung tidak peduli padanya. Lalu ketika kita berbuat demikian, hasil yang kita dapatkan adalah kita tetinggal jauh olehnya. Bisa jadi kehebatan dirinya sangat melebihi kehebatan kita.

Dalam hal ini, konsep paradigma positif sangat penting untuk kita pahami. Intinya dalam konsep paradigma positif adalah cara pandang kita pada orang lain selalu positif. Bahasa kerennya adalah positif thinking.

Untuk membuka wawasan kita tentang paradigma, coba perhatikan cerita berikut ini.

Di jalan raya, ada seorang pengemudi yang sedang asyik mengemudi kendaraannya. Di tengah perjalanan, ada mobil yang tiba-tiba menyalip mobil pengemudi tadi itu. Lalu pengemudi itu mengejar mobilnya dan akhirnya memberhentikan mobil yang berani menyalip itu. Pengemudi tadi itu marah-marah, karena ia tidak suka jika ada yang menyalip mobilnya. Ternyata, mobil yang menyalip tadi bukan karena semata-mata ingin menyalip begitu saja tanpa alasan, tapi ia sedang buru-buru menuju rumah sakit, karena dalam penumpang mobil (yang menyalip) itu ada yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

Dari cerita di atas coba saja pengemudi pertama yang disalip itu tidak mengejarnya dan berlapang dada, mungkin mobil yang menyalip tadi bisa cepat sampai ke rumah sakit dan bisa segera di tangani oleh dokter. Dalam kasus ini pengemudi tadi masih belum memiliki paradigma yang positif pada lingkungan sekitar, ia masih mengedepankan egonya dan memiliki pandangan negatif (negatif thinking) pada orang lain atau lingkungan sekitar.

Jadi, memiliki paradigma yang positif itu sangat penting bagi kita sebagai umat manusia. Tidak hanya sekedar berparadigma positif kepada sesama manusia saja, tetapi juga kepada Tuhan yang menciptakan kita. Apa pun yang Tuhan berikan kepada kita, tetaplah berpandangan positif (husnudzon).

Berfikir sebelum bertindak. Jangan sampai tindakanmu menjadi peluru yang menyerang padamu.

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

1 Reviews: