×Close

Notifications

Disqus Logo

Wednesday, September 4, 2019

Benarkah Menulis adalah Kebiasaan?

Kebiasaan adalah sesuatu yang dikerjakan di kehidupan sehari-hari secara tidak sadar. Biasanya ketika tidak melakukanakan merasa ada hal yang kurang. Seseorang yang terbiasa tidur siang biasanya akan terasa pusing kalau tidak tidur siang. Sebaliknya, orang yang tidak terbiasa tidur siang, dia akan sangat susah tidur siang walaupun diberi obat tidur sekali pun. Begitu pun dengan orang yang terbiasa bangun malam akan selalu terbangun walaupun tidak ada alarm sekali pun. Sedangkan yang tidak terbiasa, sekencang apa pun alarm tetap saja akan sulit untuk bangun malam. Walaupun sudah terdengar alarm, biasanya lebih suka melanjutkan tidurnya dibanding bangun.

Hal yang sama juga seperti di dunia tulis menulis. Tak heran jika penulis terkenal selalu membuat tulisan-tulisan baru agar bisa dibaca oleh banyak orang. Semua itu berkat kebiasaan yang sering dilakukan dalam kehidupannya. Penulis berpengalaman akan senantiasa mudah dalam menuangkan ide, gagasan, dan kemampuannya yang dituangkan dalak bentuk tulisan. Sebaliknya, orang yang baru menulis biasanya membutuhkan waktu untuk bisa menuangkan gagasan yang ada pada benaknya yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Menurut pengalaman dan penuturan para penulis hebat mengatakan bahwa untuk bisa menulis dengan baik perlu pembiasaan. Orang yang ingin menjadi penulis harus terbiasa merangkai kata-kata dengan baik, terbiasa mengasah pikiran, terbiasa menyusun logika berpikir, dan terbiasa menyusun kalimat-kalimat dengan baik agar pembacanya mendapatkan maksud dari tulisannya. 

Menurut pengalaman penulis sendiri, saya untuk bisa menulis adalah dengan cara membiasakan diri berpikir dan mencari ide dan gagasan lalu dituangkan dalam bentuk tulisan. Selain itu, saya juga membiasakan menulis setiap harinya agar dapat mengasah tulisan-tulisan yang saya buat. Lalu tak kalah penting yang dilakukan oleh seorang penulis, yaitu rajin membaca. Penulis yang baik akan senantiasa mencari informasi-informasi terbaru sehingga isi tulisannya dapat disukai oleh banyak orang. 

Menuangkan ide dan gagasan dengan menulis sangat berbeda dengan menyampaikan ide dan gagasan dalam bentuk lisan. Jika seorang pembicara menyampaikan ide dan gagasannya melalui public speaking, sedangkan penulis menuangkannya dalam bentuk karya, yaitu tulisan. 

Menulis bukanlah bakat karena pada dasarnya setiap orang bisa menulis. Tapi menulis yang dikemas dalam bentuk karya membutuhkan waktu dan pembiasaan dalam menulis. 

Semakin sering orang menulis dan semakin sering orang memikirkan tulisannya, maka semakin bagus pulalah karyanya. (Dean Koontz). 

Menurut orang yang belum terbiasa, menulis adalah hal sulit yang dilakukan. Sebetulnya kalau kita sudah terbiasa munulis, kita akan beranggapan bahwa menulis itu asyik. Menurut Dr. Pannebaker bahwa menulis dapat menjernihkan pikiran, mengatasi trauma, membantu mendapatkan dan mengingat informasi terbaru, membantu memecahkan masalah, dan membantu untuk berpikir kritis. 

Saya merasa plong begitu saya mampu mengekspresikan apa yang menggejolak di dalam diri saya secara tertulis. Seolah-olah saya berhasil membuang beban-beban yanh merasuki pikiran itu ke dalam keranjang sampah. (James W. Pannebaker, penulis buku The Opening Up). 
Menulis adalah cara mengekspresikan diri dalam bentuk karya. (MHT).  

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment