×Close

Notifications

Disqus Logo

Tuesday, September 3, 2019

Pemuda Pelopor Kebhinekaan


“Kita ingin mendirikan satu negara, “semua buat semua”, bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”  (Bung Karno)
Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara di seluruh dunia. Di negara yang kita tinggal ini terdapat budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama, dan kepercayaan yang sangat beragam.  Semua bersatu dalam semoyan “Bhineka Tunggal Ika”. Kebergaman bukan menjadi penghalang untuk senantiasa bersatu dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik seperti tertuang dalam sila ketiga, persatuan Indonesia.

Keberagaman yang kita rasakan di negeri ini menjadi tantangan bagi kita, khususnya bagi para kaum muda. Kenapa demikian? Karena keberagaman akan memicu timbulnya perselisihan, konflik, perang saudara, dan lain-lain. Akan tetapi, hal itu hanya  akan terjadi jika tidak dikemas dengan baik dalam kebhinekaan.

Indonesia adalah negara yang besar, memiliki ribuan pulau yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu pemicu memiliki suku dan budaya yang sangat bergam. Selain itu, kekayaan Indonesia juga tidak hanya dari sumber daya alam yang melimpah, melainkan kekayaan budaya yang begitu majemuk dan menjadi pemersatu  bangsa di bawah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini menjadi gambaran persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama, dan kepercayaan.

Namun, di sisi lain keberagaman yang kita miliki menjadi tantangan besar untuk bangsa kita. Keberagaman dapat memicu konflik jika tidak kita bijak memahaminya. Bisa jadi ada pihak yang memiliki kepentingan sendiri untuk saling mengadu dombakan beberapa suku/golongan yang ada di Indonesia. Di Indonesia sendiri dari keberagaman tersebut telah menimbulkan beberapa konflik, seperti konflik suku Moni dan suku Dani di Papua, Konflik Lampung Utara dan Lampung Selatan, konflik Aceh dan Jawa, tragedi Sampit, dan konflik lainnya yang pernah terjadi di Indonesia.

Dari konflik tersebut apakah kita ingin terus menimbulkan konflik di negara yang kita cintai ini? Apakah kita tinggal diam dalam menjujung tinggi nilai semboyan bangsa kita? Lihatlah pahlawan bangsa kita yang telah berjuang dan rela mati demi sebuah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kita tahu bahwa dahulu negara Indonesia ini pernah dijajah ratusan tahun. Penyebab dijajah sebetulnya adalah hal sepele, yaitu karena bangsa Indonesia belum memiliki persatuan yang kuat. Sehingga keberagaman suku, budaya, ras, bahasa daerah, agama, dan kepercayaan masih menjadi kepentingan masing-masing golongannya. Saat itu, rakyat Indonesia belum mengetahui tentang pentingnya sebuah persatuan di dalam keberagaman. Tapi apa yang terjadi ketika para pemuda yang bergerak untuk mempersatukan kembali bangsa Indonesia dan berusaha bebas dari belenggu para penjajah, sungguh itu adalah nilai yang penting untuk dapat kita implementasikan di era sekarang.

Banyak pahlawan kita yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keberagaman dalam berbangsa dan bernegara. Mereka sadar bahwa persatuan itu penting dalam keberagaman. Tanpa persatuan Indonesia akan hancur lebur oleh belenggu para penjajah. Selain itu, di era sekarang juga banyak tokoh-tokoh muda yang mengedepankan nilai kebhinekaan dan memiliki konsep bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk menjaga persatuan, namun perbedaan menjadi senjata untuk tetap mempertahankan persatuan di negeri yang beragam.

Sebentar lagi bangsa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu suatu kondisi komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Usia produktif tersebut dalam rentang umur 15-64 tahun. Bonus demografi ini seharusnya menjadi penguat untuk mempertahankan keberagaman di Indoneisa. Bukan menjadi penyebab hilangnya satu persatu keberagaman yang ada di negeri kita tercinta ini.

Pemuda sangat berperan dalam mempersatukan bangsa dan menjadi pelopor perdamaian. Kita ingat saat momentum Sumpah Pemuda yang menjadi sejarah tentang kepeloporan pemuda dalam merangkul semua elemen bangsa yang masih bercerai berai untuk bersatu dalam tumpah darah, bansgsa, tanah air, dan bahasa yang satu yakni Indonesia. Peran ini harus dikuatkan di era sekarang, karena dahulu pemuda sudah menjadi pemersatu bangsa dan sekarang sudah seharusnya mempertahankan idealisme untuk menjaga persatuan dan perdamaian yang telah ada sebelum negara kita merdeka.

Jika bukan pemuda siapa lagi yang akan menjunjung tinggi nila-nilai kebhinekaan. Mari kita jadikan negeri ini sebagai negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan perdamaian yang dikemas dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika untuk negeri Indonesia yang lebih baik.


“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan” (Bung Karno)

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment