×Close

Notifications

Disqus Logo

Sunday, September 1, 2019

Training Introduction to the 7 Habits of Highly Effective College Students

Institut Pertanian Bogor atau IPB University selalu menyuguhkan yang terbaik bagi mahasiswanya, seperti yang telah kita rasakan dan ikuti bersama-sama yaitu Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB 56). Selain itu, ada hal lain yang tak kalah menakjubkan, yaitu IPB menggelar pelatihan Introduction to the 7 Habits Highly Effective College Students. Pada kesempatan kali ini, MHT akan menceritakan pelatihan ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dari seluruh penjuru negeri.

Pelatihan yang digelar selama 2 hari ini terbagi ke dalam beberapa kelas dan setiap kelas difasilitasi trainer yang sudah terlatih dan asisten trainer. Di kelas R.2.14 trainernya bernama Bapak Iyep Komala, S. Pt., M. Si. dan asistennya adalah Mas Adi Poernomo.

Di pembukaan, trainer menjelaskan tentang Prinsip-Prinsip Dasar yang diawali dengan pengertian masa kuliah. Masa kuliah merupakan masa yang paling berharga dalam hidup kita. Kampus menjadi tempat mengembangkan diri menjadi pribadi yang berkualitas da memiliki kepribadian yang luhur serta mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang nantinya berharap mahasiswa sebagai generasi bangsa ini mampu menjadi generasi emas di masa mendatang. Di masa ini kita harus menentukan tujuan hidup kita dan merencanakan hidup yang kita inginkan di masa depan.

Namun, di masa kuliah kita akan menghadapi hal-hal baru dan tantangan-tantangan baru. Jika kita tidak bisa menghadapinya mungkin kita akan jatuh tersungkur dan tertinggal oleh orang lain. Untuk itu, program 7 Habits ini dikenalkan pada mahasiswa bertujuan untuk membantu mahasiswa agar menjadi lebih efektif dalam menghadapi tantangan-tantangan baru dalam kehidupan kampus. Selain itu, program ini akan membantu mahasiswa dalam menyeimbangkan kehidupan belajar, pergaulan, pekerjaan, dan priortas-prioritas mahasiswa lainnya.


Ada empat prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan kita. Tentunya keempat prinsip ini harus kita pahami dengan sebaik-baiknya. Keempat tersebut diantaranya kebiasaan yang efektif didasarkan pada prinsip-prinsip sejati, kebiasaan yang efektfi memberikan hasil positif, paradigma mengubah kebiasaan, dan kebiasaan membawamu pada kesuksesan.

Konsep 1 - Kebiasaan yang Efektif Didasarkan pada Prinsip-Prinsip Sejati

Pada konsep pertama, mahasiswa diajarkan tentang definisi prinsip-prinsip. Sebetulnya apa sih prinsip? Prinsip memberikan hasil yang sudah diperkirakan, bersifat eksternal, tidak berubah, bersifat universal dan abadi, tetap berlaku apakah kita memahaminya ataupun tidak, dan bekerja dengan sendirinya terlepas dari sikap dan perilaku kita.
"Tidak ada yang dapat memberikan petunjuk yang berarti dalam hidup seseorang sebagaimana diberikan oleh seperangkat prinsip-prinsip." Ralph Waldo Emerson.

Konsep 2 - Kebiasaan yang Efektif Memberikan Hasil Positif

Berbicara soal kebiasaan, kebiasan adalah sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari atau di luar kesadaran. Biasanya kebiasaan terbentuk atas tiga faktor, yaitu pengetahuan, keahlian, dan keinginan. Pengetahuan berarti memahami apa yang kita lakukan, keahlian berarti memahami cara melakukannya, dan keinginan berarti mau melakukannya. Tiga faktor tersebut digabungkan dan menghasilan kebiasaan. 

Kebiasaan yang harus ada dalam kehidupan kita adalah kebiasaan efektif. Kenapa demikian? Agar yang kita lakukan dalam kehidupan ini tidak sia-sia. Jika kita masih ada kebiasaan yang tidak efektif cobalah untuk diminamalisir kebiasaan itu. Seorang pemenang tentunya selalu membiasakan hal-hal baik yang ada dalam hidupnya.
"Kebiasaan yang efektif dibentuk oleh prinsip-prinsip dan pola pikir." Stephen R. Covey.

Konsep 3 - Paradigma Mengubah Kebiasaan


Mungkin kita sebagai orang awam masih kurang memahami konsep paradigma. Bisa jadi ketika ada kata "paradigma" kita masih bingung. Apa sebenarnya paradigma itu?

Paradigma adalah cara kita memandang, memahami, mempresepsi, dan memaknai dunia yang ada di sekitar kita. Konsep ini sebetulnya sering kita lakukan di dalam kehidupan. Namun, kadang kita belum bisa memiliki paradigma atau pandangan positif kepada orang lain. Walaupun ada, sepertinya masih minim. Padahal konsep paradigma positif itu harus diimplementasikan dalam kehidupan kita dan dijadikan sebagai kebiasaan hidup kita sehari-hari.

Ketika kita menginginkan perubahan dalam hidup kita, hal pertama yang dilakukan oleh kita adalah mengubah paradigma kita. Di saat kita melihat sesuatu hal dengan cara tertentu, kita akan cenderung berbuat hal-hal yang mendukung sikap kita itu. Dan apa yang kita dapat akan memengaruhi paradigma kita.

Misalnya begini, ketika kita belum bisa menghargai kehebatan teman kita, maka kita akan cenderung tidak peduli padanya. Lalu ketika kita berbuat demikian, hasil yang kita dapatkan adalah kita tetinggal jauh olehnya. Bisa jadi kehebatan dirinya sangat melebihi kehebatan kita.

Dalam hal ini, konsep paradigma positif sangat penting untuk kita pahami. Intinya dalam konsep paradigma positif adalah cara pandang kita pada orang lain selalu positif. Bahasa kerennya adalah positif thinking.

Untuk membuka wawasan kita tentang paradigma, coba perhatikan cerita berikut ini.

Di jalan raya, ada seorang pengemudi yang sedang asyik mengemudi kendaraannya. Di tengah perjalanan, ada mobil yang tiba-tiba menyalip mobil pengemudi tadi itu. Lalu pengemudi itu mengejar mobilnya dan akhirnya memberhentikan mobil yang berani menyalip itu. Pengemudi tadi itu marah-marah, karena ia tidak suka jika ada yang menyalip mobilnya. Ternyata, mobil yang menyalip tadi bukan karena semata-mata ingin menyalip begitu saja tanpa alasan, tapi ia sedang buru-buru menuju rumah sakit, karena dalam penumpang mobil (yang menyalip) itu ada yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

Dari cerita di atas coba saja pengemudi pertama yang disalip itu tidak mengejarnya dan berlapang dada, mungkin mobil yang menyalip tadi bisa cepat sampai ke rumah sakit dan bisa segera di tangani oleh dokter. Dalam kasus ini pengemudi tadi masih belum memiliki paradigma yang positif pada lingkungan sekitar, ia masih mengedepankan egonya dan memiliki pandangan negatif (negatif thinking) pada orang lain atau lingkungan sekitar.

Jadi, memiliki paradigma yang positif itu sangat penting bagi kita sebagai umat manusia. Tidak hanya sekedar berparadigma positif kepada sesama manusia saja, tetapi juga kepada Tuhan yang menciptakan kita. Apa pun yang Tuhan berikan kepada kita, tetaplah berpandangan positif (husnudzon).
"Berfikirlah sebelum bertindak. Jangan sampai tindakanmu menjadi peluru yang menyerang padamu." MHT.

Konsep 4 - Tujuh Kebiasaan Membawamu pada Kesuksesan

Sebelumnya kita sudah berbicara terkait prinsip, kebiasaan yang efektif, dan paradigma. Nah, sekarang kita akan bahas terkait tujuh kebiasaan yang akan membawa kita pada kesuksesan. Dalam tujuh kebiasaan terdapat tiga skala kematangan yang dibagi ke dalam tingkatan secara berurut, yaiut ketergantungan, kemandirian, dan kesalingtergantungan.

Kemudian, tujuh kebiasaan tersebut diantaranya menjadi proaktif, mulai dengan tujuan akhir, dahulukan yang utama, berpikir menang-menang, berusaha memahami sebelum dipahami, wujudkan sinergi, dan asahlah gergaji.

Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif

Menjadi proaktif adalah mengenai pilihan dan kendali. Ketika kita menjadi proaktif, kita akan berhenti menyalahkan orang lai atas situasi yang kita alami. Sederhananya, orang yang memiliki sikap proaktif akan diam sejenak sebelum bertindak. Ia akan berfikir terlebih dahulu apakah yang dilakukannya akan membuahkan dampak positif atau malah negatif yang nantinya dapat merugikan dirinya.

Kebalikan dari proaktif adalah reaktif. Orang yang cenderung selalu reaktif adalah ia yang semena-mela berbuat tanpa melihat apakah akan berdampak positif atau negatif. Namun, orang yang reaktif cenderung melakukan hal-hal yang bersifat negatif.

Contoh orang yang proaktif adalah tidak marah ketika ada orang yang berbuat salah pada kita, memaafkan teman yang bersikap kasar kepada kita, dan lain-lain. Sedangkan contoh reaktif adalah mengeluh karena banyak tugas yang harus dikerjakan, menyebar rumor mengenai seseorang yang membuat kita marah, dan lain-lain.
"Tanamkanlah hal baik dalam kehidupan kita agar ketika berbuah hasilnya baik pula." MHT.

Kebiasaan 2 - Mulailah dengan Tujuan Akhir

Memulai dengan tujuan akhir berarti memulai hari-hari dengan tujuang yang dipahami secara jelas. Dengan selalu mengingat tujuan akhir, kita akan yakin bahwa apa pun yang kita lakukan setiap harinya tidak melanggar hal-hal yang kita anggap penting dan penerapannya dalam keseharian hidup kita akan turut mengarahkan kita pada visi hidup kita secara keseluruhan.

Membuat tujuan akhir bisa dikatakan membuat perencanan hidup kita untuk masa depan. Dalam hidup, sebuah perencanaan sanngat penting untuk dibuat. Ada beberapa orang yang enggan dengan sebuah perencanaan, tetapi ada juga yang suka dengan perencanaan. Mengapa perencanaan itu penting? Karena perencaan akan membuat hidup kita semakin terarah dan tidak keluar dari koridor yang kita inginkan.
"Bidiklah titik kesuksesanmu dan lakukanlah dengan apa yang telah kamu rencanakan." MHT.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama

Mendahulukan yang utama akan membantu kita untuk mengenali dan memprioritaska hal-hal yang bersifat sangat penting.

Setiap hari kita menggunakan waktu sebanyak 24 jam. Coba kita renungkan, dari 24 jam tersebut seberapa persen waktu kita dimanfaatkan dengan baik? Apakah melebihi setengahnya? Syukur jika dalam 24 jam itu kita manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Kita sadar bahwa setiap orang menghabiskan waktu yang sama seperti kita dalam setiap harinya. Namun belum tentu habisnya waktu itu digunakan dengan baik atau tidak. Itu setiap orang tentunya berbeda.

Jika kita masih menggunakan waktu dengan hal-hal yang sia-sia, berarti kita belum mendahulukan yang utama. Kita masih berfoya-foya dengan dunia. Cobalah untuk memulai mendahulukan yang utama. Cobalah untuk menulis hal apa saja yang menjadi prioritas atau utama dalam kehidupan kita agar waktu yang ada pada kehidupan kita bisa digunakan dengan baik dan tidak membuang waktu yang sia-sia.

Kebiasaan 4 : Berpikir Menang-Menang

Mungkin kita masih bingung bagaimana berpikir menang-menang itu, sedangkan kata menang itu diidentik dengan kompetisi. Tapi menang di sini bukan dikaitkan untuk sebuah kompetisi, melainkan menang-menang dalam dunia kehidupan. Kehidupan kita terhadap diri sendiri dan diri kita terhadap orang lain.

Dalam hidup ada empat paradigma, yaitu menang - kalah (saya menang, kamu kalah), kalah - menang (saya kalah, kamu menang), kalah-kalah (saya kalah - kamu kalah), dan menang - menang (saya menang, kamu menang). Dari keempat tersebut sebelum dijelaskan kira-kira kita lebih sering yang mana? Semoga saja tidak kalah - kalah ya.

Menang - kalah

Paradigma menang - kalah memandang bahwa  segala sesuatu adalah kompetitif dan masih mengedepankan egonya masing-masing. Paradigma ini bisa membuat kita enggan peduli pada orang lain. Karena pikiran kita ingin menang terus dan tidak mau membantu orang lain.

Kalah - Menang

Apalagi dalam paradigma ini sungguh membuat hidup kita tak maju-maju. Kenapa demikian? Karena kita tidak memiliki keberanian untuk bisa menjadi seoarang pemenang.

Kalah - Kalah

Paradigma kalah - kalah harus kita hindari. Karena dalam paradigma ini tidak memberikan sumbangsih positif pada kehidupan kita. Paradigma ini bisa dikatakan kurangnya keberanian dan timbang rasa.

Menang - Menang

Inilah paradigma yang harus dimiliki oleh setiap insan yang berada di muka bumi ini. Paradigma kita menandakan bahwa kita memiliki keberanian yang tinggi dan timbang rasa pada orang lain. Paradigma ini cenderung lebih peduli pada orang lain tetapi tidak melupakan dirinya sendiri. Paradigma ini bukan soal "kamu atau saya" melainkan "kita bersama-sama". Intinya dalam paradigma ini kedua pihak mendapatkan sumbangsih positif dan paradigma inilah yang harus diterapkan dalam kehidupan.
"Jangan ingin menang sendiri. Bantulah orang lain, karena bisa saja di masa depan kamu dibantu orang lain." MHT.

Kebiasan 5 : Memahami Terlebih Dahulu Baru Dipahami

Hal yang penting dalam kebiasaan 5 ini adalah mendengarkan. Kebanyakan orang lebih mudah untuk berbicara daripada mendengarkan. Justru mendengarkan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Karena apa yang kita dengar akan menjadi informasi bagi kita.

Memahami terlebih dahulu secara empatik membutuhkan kemampuan untuk memahami orang lain dengan tulis adalah mendengarkan dengan mata, hati, dan telinga serta menyelami dari cara lawan bicara kita. Ini bukan berarti kita setuju dengan lawan bicara kita, melainkan kita berusaha untuk menghargai pendapat orang lain.

Kebiasaan 5 dapat menjadi jembatan antara paradigma kita dengan paradigma orang lain. Dalam kebiasaan ini kita dituntut untuk lebih memahami terlebih dahulu, memperlihatkan keinginan untuk mempertimbangkan adanaya beberapa kemungkinan lain yang ada dan dapat dijadikan alternatif. Ketika kita sudah dapat memahami terlebih dahulu orang lain, maka kita akan lebih mudah untuk dipahami orang lain bahkan dapat mempengaruhi orang lain.
"Jangan dulu ingin dipahami orang lain. Cobalah untuk memahami orang lain dulu, karena secara tidak langsung kamu akan dipahami orang lain. Apa yang kamu lakukan akan timbal balik padamu." MHT.

Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi

Bicara sinergi mungkin kita sudah memahaminya. Bersinergi berarti bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu dengan mudah dibandingkan dilakukan secara individu. Sinergi bisa dikatakan membangun tim yang efektif dan penuh kepercayaan dengan menghargai kontribusi orang lain dan bekerjasama secara efektif. Untuk mencapai ini diperlukan keterbukaan pikiran, hati, ekspresi untuk mencari kemungkinan, alternatif, dan pilihan baru.

Tindakan-tindakan dalam bersinergi diantaranya menghargai perbedaan, berpikiran terbuka (open mindet) terhadap pendapat yang berbeda, mendengarkan pendapat orang lain, berteman dengan beragam tipe orang, dan tindakan bersinergi lainnya.
"Bersinergi akan mempermudah segala perjalanan hidup." MHT.

Kebiasaan 7 : Asahlah Gergaji

Mungkin dengan kebiasaan 7 ini kita pasti bingung. Kira-kira bagaimana ya asahlah gergaji itu?. Asah gergaji adalah meluangkan waktu untuk memperbaiki diri agar bisa menjadi lebih baik ke depannya. Selain itu, asahlah gergaji bertujuan untuk bisa mengevaluasi diri dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu.
"Upgrade hidupmu untuk meningkatkan kualitas hidupmu". MHT.
Dari kebiasaan 7 tersebut akan membuka pikiran kita yang tadinya tidak peduli dengan orang lain pasti akan berusaha untuk pedulu kepada orang lain. Yang tadinya mudah marah bisa jadi dengan baca tulisan ini untuk mengurangi bahkan menghilangkan sifat marah dalam hidupnya. Intinya dari 7 kebiasaan ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita dan sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan kita di masa mendatang.

Selain mengenai prnsip dan 7 kebiasaan, trainer juga menjelaskan tentang konsep Rekening Bang Emosi. Apa itu Rekening Bank Emosi?
Rekening Bank Emosi adalah sebuah istilah yang mungkin kita jarang mengenalnya.  Istilah ini merupakan metafora seberapa besar kepercayaan yang ada dalam setiap hubungan yang kita bina. Seperti halnya di perbankan, kita bisa setoran atau pun penarikan. Begitu juga dengan rekening Bank Emosi. 

Dalam rekening Bank Emosi, setoran akan meningkatkan dan memperbaiki kepercayaan. Sedangkan penarikan akan mengurangi bahkan merusak kepercayaan. 

Contoh setoran adalah menepati janji, bersikap santun, ramah pada orang lain, menjadi pendengar yang baik, senantiasa memaafkan orang lain, setia, menetapkan harapan yang jelas, dan lain-lain. 

Sementara itu, contoh dari penarikan adalah kebalikan dari setoran, yaitu ingkar janji, tidak santun, tidak ramah pada orang lain, tidak peduli apa yang orang lain bicarakan (tidak mendengarkan), arogan, sombong,  tidak setia, menetapkan harapan semu, dan lain-lain. 

Pertanyaannya, dalam kehidupan kita apakah lebih banyak setoran atau penarikan? Kita kembali analogikan pada bank sesungguhnya. Jika kita terus menarik apa yang akan terjadi? Habis bukan? Lalu kalau kita selalu setoran apa yang akan terjadi? Tentunya akan semakin banyak uang kita untuk digunakan di masa depan. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak menarik. Ada saatnya kita menarik tapi jangan sampai berhenti untuk setoran. Begitu pun dengan Bank Emosi ini. Kita harus melakukan setoran dan meminimalisir penarikan. Kita harus memberikan yanh terbaik pada lingkungan sekitar. 
"Berusahalah untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Minimalisirlah hal-hal yang berdampak negatif. Buatlah rekening emosi yang baik dalam hidup kita." MHT.
Sungguh seminar ini sangat bermanfaat bagi peserta yang mengikutinya. Di akhir seminar, trainer bernama Bapak Iyep Komala itu menceritakan tentang sepotong kisah perjalanan hidupnya. Kisah hidup yang penuh inspirasi membuat para mahasiswa terbuka pemikirannya.

Ada hal penting yang bisa diambil oleh mahasiswa, yaitu tentang kerja keras dan semangatnya dalam mencari ilmu. Menurut beliau, beliau sewaktu di SMP sudah menjadi orang yang mandiri. Bahkan untuk meminimalisir pengeluaran, saat duduk di bangku SMA beliau selalu tidur di mushola sekolah. Setiap paginya ia membantu membuka kantin lalu menyiapkannya. Setelah itu, beliau akan mendapatkan sarapan pagi dari petugas kantin itu. Setiap hari pola beliau seperti itu. Tak hanya itu, beliau juga di waktu SMA sudah bisa mencari uang sendiri. Menurut beliau total seluruhnya sekitar Rp. 700.000.

Perjalanan beliau penuh suka duka, apalagi ketika menyusuri lorong-lorong kehidupan di masa kuliah. Masa kuliah yang penuh liku-liku, tetapi beliau tetap semangat dalam menjalani hidupnya. Selama kuliah beliau bekerja untuk menghidupi diri, baik untuk biaya kuliah maupun biaya hidup. Pulang ke kosan hingga larut malam pukul 11.00 WIB, tetapi masih tetap dapat mencatat dengan lengkap semua mata kuliah. Sehingga catatannya menjadi acuan teman-temannya untuk bahan belajar dan ujian.

Beliau selalu menerapkan nilai-nilai positif dalam hidupnya. Sabar dan tangguh adalah sifat yang dimilikinya. Tapi ada sifat lain yang sangat menjadi inspirasi, beliau ini tidak pelit dalam membantu tugas orang lain. Konon, ketika temannya sakit beliau masih mau membantu temannya untuk menjelaskan mata kuliah yang tidak diikuti oleh temannya itu. Prinsipnya jika ada orang yang belum bisa memahami dalam salah satu mata kuliah, ia ingin membantunya. Hasil kepedulian inilah hingga ia bisa menjadi orang sukses seperti saat ini.

Sungguh beliau ini sangat luar biasa dan inspiratif. Sosok dosen yang asal dari Bandung ini telah mengajarkan bahwa perjalanan hidup itu tak selamanya pahit dan tak selamanya juga manis. Roda kehidupan selalu berputar. Secara tidak langsung beliau telah mengajarkan arti perjuangan hidup. Dalam kondisi apa pun harus tetap semangat untuk terus menjalani hidup ini.

Terima kasih trainer, terima kasih pa dosen, terima kasih atas ilmuanya. Semoga engkau senantiasa selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kami para peserta yang selalu setia mendegarkan petuah-petuah kehidupan kepada kami.
Artikel ini ditulis oleh Muhamad Husni Tamami (082125826729). Semoga bermanfaat dan jika ini bermanfaat mohon berkenan untuk dibagikan agar orang lain dapat merasakan kemanfaaatannya. Salam MHT, salam sukses, dan salam inspirasi.

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

2 Reviews:

  1. Luar biasa. Kemampuan anda menangkap dan menuangkan pembelajaran dan pengalaman anda mengikuti workshop Introduction to The 7 Habits of Highly Effective College Students begitu lengkap dan inspiratif. Semoga anda dapat membangun kebiasaan - kebiasaan tsb dan menjadi Manusia Yang Sangat Efektif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Insya Allah apa yang didapatkan selama pelatihan akan diimplementasikan dalam kehidupan. Thanks my trainer.

      Delete