×Close

Notifications

Disqus Logo

Wednesday, January 1, 2020

Hasil Akulturasi Kebudayaan Islam di Masjid Al - Barokah Cisarua

A.   Pendahuluan
Kami melakukan kegiatan penelitian dengan tema “Hasil Akulturasi Kebudayaan Islam pada tanggal 20 Mei 2017. Kami sudah melakukan musyawarah untuk tempat penelitian. Kami memutuskan tempat untuk penelitian bertempat di Masjid Jami’ Al – Barokah Cisarua. Menurut kami tempat tersebut sangat cocok untuk di teliti dan dianalisis. Dari mulai kegiatan – kegiatannya, nama masjidnya,  bentuk bangunannya, akulturasi kebudayaannya, dan lain-lainnya. Sebelumnya kami belum pernah tahu dengan makna nama Masjid Jami’ Al – Barokah. Dengan penelitian inilah kami bisa mengetahui maknanya.
Kami melakukan penelitian dengan proses wawancara. Kami melakukan wawancara kepada salah satu marbot atau pengurus Masjid Jami’ Al – Barokah. Melalui wawancara kami bisa menanyakan suatu hal yang akan kami teliti dan mendapatkan informasi yang belum kami ketahui sebelumnya.
Kami juga berharap supaya penelitian ini bisa menghasilkan banyak manfaat kepada para pembaca, serta bisa menggali dan mencari terus hasil akulturasi kebudayaan Islam yang ada di daerah kita.
B.   Profil Narasumber
Penelitian yang dilakukan oleh kami menggunakan teknik wawancara. Kami mewawancarai salah satu marbot atau pengurus Masjid Jami’ Al – Barokah, yaitu Bapak Agusman. Beliau lahir di Bogor pada tanggal 8 Agustus 1978. Beliau beralamat di Kp. Kopo Rt 04/02 Desa Leuwimalang Kec. Cisarua. Pekerjaan beliau adalah sebagai marbot atau pengurus Masjid Jami’ Al – Barokah.
C.   Profil Masjid
Masjid yang kami teliti adalah Masjid Jami’ Al – Barokah. Penamaan Masjid Jami’ Al – Barokah di pengaruhi beberapa faktor yaitu :
1)      Dekat dengan jalaan raya.
2)      Dibelakang Masjid terdapat pasar.
3)      Dekat dengan toko/ruko/hotel.
Dari faktor tersebut memungkinkan Masjid Jami’ Al - Barokah dapat memberikan keberkahan. Dengan berkahnya, maka sangat mudah ketika mendapatkan sumbangan dari luar sehingga proses pembangunan selalu lancar.
Sesuai dengan nama Masjidnya yang selalu berkah, sumber dana masjid ini sangat mudah didapatkan. Karena selalu ada yang memberikan sumbangan baik dengan uang maupun barang - barang yang disumbangkan oleh  perusahaan, toko – toko, ataupun pribadi.
Tanah yang didirikan Masjid Al – Barokah ini adalah wakaf dari mantan Camat Cisarua, yaitu Bapak H. Raden Kartawijaya seluas sekitar 2000 m.
Masjid ini diresmikan pada tanggal 29 oktober tahun 1982 yang ditanda tangani oleh H. Ayip Rughby selaku Bupati Kepala Daerah DT II Bogor.
D.   Kegiatan di Masjid Jami’ Al – Barokah
Kegiatan rutinitas di Masjid Jami’ Al – Barokah adalah sebagai berikut.
1)      Setelah subuh melaksanakan pengajian Al – Qur’an yang dipimpin oleh H. Raden Eli.
2)      Malam Jum’at melaksanakan pembacaan Maulid yang dipimpin oleh Ustad Abid.
3)      Selasa pagi melaksanakan pengajian mingguan untuk perempuan.
4)      Malam rabu melaksanakan pengajian mingguan untuk laki – laki.
Selain itu, Masjid Jami’ Al – Barokah juga melaksanakan kegiatan setiap tahun sekali, yaitu sebagai berikut.
1)      Santunan kepada anak yatim di bulan Muharram.
2)      Perayaan hari lahirnya Nabi Muhammad Saw. setiap tanngal 10 Rabiul Awal.
3)      Perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. setiap tanggal 10 Rajab.
4)      Pemotongan hewan qurban
E.     Fasilitas Masjid Jami’ Al - Barokah
Fasilitas Masjid Jami’ Al – Baraokah sangat banyak. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah. Seperti sejadah, mimbar, speaker, mesin cuci, sarung, mukena, dan masih banyak lagi.
F.    Hasil Akulturasi Kebudayaan Islam di Masjid Jami’
Al – Barokah
Menurut bapak Agusman selaku marbot Masjid Jami’ Al – Barokah, bahwa masjid ini tidak terinspirasi dari masjid masjid lain. Karena tidak dibuat rancanganna, hanya sekedar gambaran yang diambil dari segi kesunda – sundaan. Di dalam masjidnya juga tidak terdapat ukiran – ukiran yang seperti masjid - masjid lain. Hanya banyak tiang – tiang yang berfungsi untuk memperkokoh bangunannya.
Jadi Masjid Jami’ al – Barokah ini ada hubungannya dengan kebudayaan sunda atau hasil dari akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan sunda.
G.  Kasenian – Kesenian di Masjid Al – Barokah
Di Masjid ini untuk kesenian tidak ada. Didalamnya juga tidak terdapat kaligrafi ataupun yang lainnya. Akan tetapi, menurut kami di atas pintu sebelum masuk terdapat tulisan arab yag berisi sholawat dan do’a dan di Masjid ini terdapat alat kesenian berupa bedug yang fungsinya untuk memberikan tanda waktu sholat sebelum adzan. Kedua hal tersebut menurut kami masih ada kaitannya dengan unsur seni.
H.  Kesimpulan
Setelah kami mewawancarai bapak Agusman selaku marbot atau pengurus Masjid Jami’ Al – Barokah. Dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Al – Barokah merupakan hasil kebudayaan Islam dengan Kebudayaan sunda. Karena dari segi bangunannya yang dipengaruhi oleh kebudayaan sunda. Entah yang mana kebudayaan sunda yang terdapat di masjid ini. Karena bapak Agusman tidak menjelaskan secara rinci.
Akan tetapi, menurut kelompok kami Masjid Jami’ Al Barokah terinspirasi dengan Masjid di Arab. Karena dari segi bangunan  mirip dengan Masjid yang ada di Arab.


I.      Dokumentasi












Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment