×Close

Notifications

Disqus Logo

Wednesday, April 1, 2020

Di Balik Pandemi Covid-19


Saat ini kita sedang manghadapi makhluk Tuhan yang tak kasatmata, bernama Coronavirus Disease (Covid-19). Tiba-tiba orang yang di sekeliling kita dan orang yang kita sayangi terjangkit Covid-19. Begitu mudahnya virus ini menyebar, akhirnya organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global.

Diambil dari WhtasApp resmi pemerintah RI, per 31 Maret 2020 sudah mencapai 204 negara/ kawasan, kasus terkonfirmasi sebanyak 697.244, dan kematian karena Covid-19 mencapai 33.257. Sedangkan di Indonesia, sebanyak 1.528 positif, 81 orang sembuh, dan 136 orang meninggal. Pemerintah telah berupaya agar pandemi ini segera surut, situasi kembali normal. Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah, dari mulai memberikan sosialisasi melalui media, penutupan tempat wisata, imbauan, menyediakan hotline untuk memberikan bantuan apabila masyarakatnya terdapat gejala, dan langkah-langkah lainnya. Sejatinya pemerintah dan kita semua ingin keadaan kembali normal. Rutinitas kembali dilakukan, baik yang kerja, sekolah, kuliah, maupun aktivitas rutin lainnya.

Sebetulnya apa yang sedang terjadi?


Menurut Islam, kondisi saat ini sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Kita memang sudah ditakdirkan oleh Allah untuk menghadapi pandemi ini. Sebagai hamba-Nya, kita patut berikhtiar untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan mencegahnya

DomaiNesia
.

Kondisi saat ini mari kita jadikan sebagai bahan renungan dan ingat kembali kepada Yang Maha Kuasa. Setiap peristiwa maupun kondisi yang telah Allah kehendaki pasti ada hikmah di baliknya. Tinggal kita mencari dan mengambil hikmahnya tersebut.

Di balik pandemi Covid-19 ada apa?

Setelah Covid-19 ini dinyatakan sebagai pandemi, akhirnya pemerintah bergerak agar pandemi ini segera teratasi. Salah satu kebijakan dari pemerintah adalah belajar dari rumah, kerja dari rumah, dan ibadah di rumah. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor pada Ahad (15/3) lalu.

Dari arahan tersebut, beberapa keluarga sudah menjalankannya, namun beberapa juga ada yang belum menjalankannya. Seiring berjalannya waktu, mayoritas keluarga, khususnya yang berada di zona merah telah menjalankannya dan mengikuti arahan pemerintah.

Sebelum ada pandemi Covid-19, mungkin family time-nya sedikit. Coba kita amati, pagi-pagi ibu sibuk menyiapkan sarapan, setelah itu ayah pergi ke kantor,  kakak berangkat kerja, adik berangkat sekolah, dan kita berangkat kuliah (bagi pembaca mahasiswa). Ketika pulang kembali ke rumah, ibu masih sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya, ayah melanjutkan pekerjaan yang belum selesai, kakak sibuk dengan gawainya, adik sibuk dengan tugas sekolahnya, dan kita sibuk dengan tugas kuliahnya. Begitulah hari demi hari yang kita alami di keluarga sebelum adanya pandemi Covid-19 ini.

Setelah pemerintah mengarahkan agar belajar dari rumah, kerja dari rumah, dan ibadah di rumah, akhirnya keharmonisan keluarga mulai kembali terasakan. Family time lebih banyak. Yang tadinya satu sama lain berkomunikasi hanya melalui layar, sekarang komunikasinya bisa langsung. Ini salah satu hikmah di balik pandemi Covid-19.

Contoh lainnya, sekarang mulai banyak yang olahraga, menjaga kesehatan, mengatur pola makan, mengatur pola tidur yang baik, hingga menjaga kebersihan. Semua ini adalah hikmah yang Allah berikan kepada kita di balik pandemi Covid-19. Jika kita menggali lebih dalam lagi, tentu akan lebih banyak lagi hikmah yang dapat kita ambil dan terapkan dalam kehidupan.

Tetap jaga diri dan jaga kesehatan. Mari kita tetap berkreativitas #dirumahaja. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari segala bala, dan keadaan ini kembali pulih lagi.

Bukan hanya soal kebijakan, melainkan demi keselamatan. #Dirumahaja bukan berarti tidak berproduktif, melainkan kita ditantang untuk lebih kreatif. Mari kita #dirumahaja mengukir karya dengan apa yang kita bisa. Ambil hikmah dari kejadian ini dengan bijaksana. Semoga Allah selalu melindungi kita. ~MHT

Semoga bermanfaat.

Bogor, 1 April 2020
Muhamad Husni Tamami (MHT)

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

1 Reviews: