×Close

Notifications

Disqus Logo

Tuesday, April 21, 2020

Entrepreneur Muda Sukses (EMS) Upaya Meningkatkan Perekonomian Indonesia



PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Perekonomian tidak dapat terpisahkan dari  cita-cita luhur bangsa Indonesia menjadi Indonesia emas di satu abad kemerekaan, yakni di 2045. Perekonomian menjadi salah satu yang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dalam menghadapi Indonesia emas tersebut, pemerintah telah berupaya untuk terus menaikkan perekonomian Indonesia.
            Naik turun sektor perekonomian telah dilalui oleh Indonesia. Pemerintah terus melakukan terobosan agar dapat menaikkan perekonomian Indonesia. Mulai dari program di tingkat pusat hingga daerah.
            Bicara soal perekonomian di kalangan anak muda memang tidak terlalu asing. Akan tetapi, belum sepenuhnya jiwa-jiwa semangat dalam menjalani kegiatan perekonomian pada diri anak muda. Beragam alasan disampaikan oleh beberapa anak muda. Ada yang malu, ada yang malas, bahkan ada yang tidak peduli.
            Di sisi lain memang ada juga anak muda yang semangat dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Biasanya melalui kegiatan usaha-usaha kecil seperti menjadi reseller, bantu teman, dan lain sebagainya. Ini adalah kegiatan yang patut ditiru. Walaupun kecil, nilai-nilai entrepreneur-nya sudah mulai melekat dalam jiwa dan raganya.
Untuk menanggulangi tingkat kemiskinan menurut konsep ― Need for achievement virus pada tahun 1965 yang dikemukakan oleh David McClelland dalam Nugroho (2010) bahwa suatu negara akan menjadi makmur apabila mempunyai entrepreneur atau wirausahawan sedikitnya 2% dari total jumlah penduduk.
Menurut Zimmerer (1996) kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi, dan keberanian  menghadapi  resiko  yang  dilakukan  dengan  cara  kerja  keras  untuk  membentuk  dan memelihara produk baru.  Sedangkan kewirausahaan  menurut  Drucker  (1990)  dalam  Segal et  al. (2005)   adalah    suatu semangat,   kemampuan,   sikap,   perilaku    individu   dalam    menangani usaha/kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan  produk  baru  dengan  meningkatkan  efisiensi  dalam  rangka memberikan  pelayanan  yang  baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Definisi lain oleh Koh (1996) dijelaskan bahwa kewirausahaan adalah proses untuk melakukan sesuatu yang baru (kreatif) dan mengerjakan sesuatu untuk  mengkreasikan  kekayaan  untuk  orang  dan  nilai  tambah  terhadap  masyarakat. Sedangkan menurut  Dollinger  (1999)  dalam  Segal et  al. (2005) mendefinisikan  kewirausahaan  sebagai
penciptaan   suatu   organisasi   (jaringan   organisasi)   ekonomi   yang   inovatif   yang   bertujuan mendapatkan  nilai tambah,  memiliki  inisiatif atau perkembangan dalam kondisi  berisiko dan tidak pasti.
Pada dasarnya  pembentukan  jiwa  kewirausahaan  dipengaruhi  oleh  faktor  internal  dan eksternal (Priyanto, 2008) dalam (Suharti dan Sirine, 2011). Faktor internal yang berasal dari dalam diri wirausahawan dapat berupa sifat-sifat personal, sikap, kemauan dan kemampuan individu yang dapat memberi kekuatan individu untuk berwirausaha. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri  pelaku entrepreneur yang  dapat  berupa  unsur  dari  lingkungan  sekitar  seperti  lingkungan keluarga,  lingkungan  dunia  usaha,  lingkungan  fisik,  lingkungan  sosial  ekonomi  dan  lain-lain. Meredith  (1998)  secara  spesifik  melihat entrepreneur sebagai  orang  yang  berhasil  menikmati pekerjaan,  dan  berdedikasi  penuh  terhadap  apa  yang dilakukannya,  mengubah  pekerjaan  berat menjadi pekerjaan menggairahkan, menarik dan memberi kekuasaan. Lebih lanjut Meredith (1998) menambahkan   bahwa   wirausahawan   adalah   orang   yang   memiliki   kemampuan   melihat   dan mengevaluasi peluang-peluang bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan darinya dan mengambil tindakan secara tepat untukmeraih kesuksesan.
Kembali kepada konsep Need for achievement virus, hal yang dapat dipetik bahwa untuk menjadikan negara yang makmur sedikitnya 2% dari jumlah penduduk adalah entrepreneur. Jika kita ambil saja penduduk Indonesia yang usianya masih produktif saja, minimal setengahnya dari usia produktif tersebut adalah entrepreneur, Indonesia akan makmur dan sentosa. Karea menurut David McClelland saj a2% sudah disebut negara itu makmur, apalagi setengah dari usia produktif yang persentasenya 68,7% seperti dikutip dalam databoks (2019).
            Peran entrepreneur muda yang usianya masih produktif sangat penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Setengah dari populasinya pemuda di Indonesia sudah terjun ke dunia perekonomian akan membantu banyak untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia seperti yang sudah dibeberkan sebelumnya.

Tujuan
            Penulisan essai ini bertujuan untuk memberikan gagasan upaya meningkatkan perekonomian di Indonesia melalui peran entrepreneur muda yang ikut serta membangun perekonomian Indonesia melalui bidangnya masing-masing.

Urgensi Masalah
Pertumbuhan tingkat perekonomian dalam suatu negara dapat disebut sebagai prestasi. Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2019 yang tumbuh di angka 5,02%. Meski masih mampu tumbuh di kisaran 5%, namun realisasi itu melambat dari pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 yang sebesar 5,17%.
            Seperti yang sudah dijelaskan oleh BPS bahwa perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh di kisaran 5%, namu pertumbuhannya turun dari tahun 2018 ke tahun 2019. Ini menjadi tantangan bersama. Apalagi di Indonesia masih banyak pengangguran yang salah satu penyebabnya kurangnya lapangan pekerjaan. Tapi, di tahun 2019 masih mending angkanya turun menjadi 5,01% seperti yang dicatat oleh BPS pada Februari 2019 lalu. Saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menurut BPS berjumlah 6,82 juta orang.
            Selain masih adanya pengangguran, di Indonesia masih ada warga yang miskin. Menurut BPS per September 2019 persentase penduduk miskin sebesar 9,22 persen, menurun 0,19 persen poin terhadap Maret 2019  dan menurun 0,44 persen terhadap September 2018.
            Jadi, sebelum menuju Indonesia emas di 2045, Indonesia masih dilanda beberapa masalah yang berkaitan dengan ekonomi, di antaranya adalah sebagai berikut.
1.      Masih ada pengangguran
2.      Minimnya lapangan pekerjaan
3.      Masih ada kemiskinan
Permasalah itu tentu sebagai masalah bersama. Kita pastikan dapat mengatasi dan mencari jalan keluarnya melalui entrepreneur muda Indonesia yang bergerak dan berkecimpung untuk meningkatkan perekonomian sehingga dapat menjawab masalah-masalah di Indonesia yang berkaitan dengan sektor perekonomian.


GAGASAN
            Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai permasalah dalam perekonomian, seperti dalam hal pengangguran, minimnya lapangan pekerjaan, dan kemiskinan.
            Pada dasarnya pemerintah telah berupaya untuk mengatasi hal-hal tersebut melalui kebijakan-kebijakannya. Dilansir dari Kompas.com, kebijakan tersebut di antaranya percepatan infrastruktur, perkembangan sektro ekonomi potensial, perkembangan sektor industri, pengembangan sektor petanian, dan pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, pemerintah juga telah berupaya untuk membangun jiwa jiwa entreprenenur pada generasi muda melalui mata pelajaran dan mata kuliah kewirausahaan, baik di sekolah (yang disbeut mata pelajaran) maupun perkuliahan (yang disebut mata kuliah).
Tujuannya pemerintah untuk membuat kebijakan tersebut adalah untuk menekan kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan lapangan pekerjaan. Karena dengan adanya kebijakan tersebut harapan pemerintah mampu menjawab permasalahan.
Namun, tentu saja program tersebut ada yang berhasil dan ada yang tidak. Hal ini bisa saja disebabkan karena warganya sendiri yang masih bergantung kepada pemerintah. Ini adalah tantangan bersama sehingga hadirnya entrepreneuer muda harapannya mampu menjawab tantangan-tantangan yang sedang dihadapi saat ini.
Dalam menyukseskan program entrepreneur muda dapat bekerja sama melalui pihak pemerintah, Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (IPMI), dan lembaga pendidikan.
            Adapun langkah-langkah atau upaya untuk mengimplementasikan program entrepreneuer muda adalah sebagai berikut.
1.      Membuat sebuah platform pelatihan menjadi entrepreneur yang bernama EMS
EMS atau Entreprenuer Muda Sukses adalah platform  yang dapat digunakan untuk para calon entrepreneuer muda dari mulai cara awal, pengelolaan, hingga mempertahankan dan meningkatkan omsetnya. Platform ini dibuat secara gratis yang merupakan program pemerintah dan di dalamnya ada ruang diskusi khusus yang dibimbing oleh mentor atau trainer EMS. Dalam program ini trainer terus mendukung anak muda untuk melakukan kegiatan wirausaha. Dalam platform ini juga terdapat jaringan entrepreneur yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang komuikasi antar satu entrepreneur dengan entreprenuer  lainnya.
2.      Praktik kegiatan entrepreneur muda
Setelah  mendapat pemahaman, bisa langsung action di lapangan dengan teteap dalam pantauan mentor atau trainer. Hal ini sebagai bahan percobaan dalam melakukan kegiatan entrepreneur. Tapi, ini bukan ajang coba-coba biasa saja, melainkan harus ada hasil yang didapatkan.
3.      Evaluasi
Setelah melakukan praktik di lapangan, dalam EMS tersedia fitur untuk mengevaluasi sehingga kesalahan-kesalahan yang sempat dilakukan di lapangan dapat teratasi dan dijadikan sebagai pembelajaran.
            Langkah-langkah tersebut terus digali dan dilakukan hingga akhirnya anak muda mampu melakukan kegiatan wirausaha. Tidak harus yang berat-berat dulu, minimal yang ringan dan dapat dilaksanakan tapi terus konsisten berjalan.


PENUTUP
Simpulan
            Entreprenuer Muda Sukses (EMS) dapat menjadi jalan yang mudah untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia. Anak muda Indonesia akan mampu dan mudah memahami konsep entrepreneur dengan mudah melalui EMS. Ini juga menjadi jawaban Indonesia dalam meningkatkan perekonomian sehingga cita-cita luhur menjadi Indonesia emas di 2045 dapat terwujud.


DAFTAR PUSTAKA
Databoks. (2019, Januari 4). Jumlah Penduduk Indonesia 2019 Mencapai 267 Juta Jiwa. Dipetik April 19, 2020, dari Databoks: https://databoks.katadata.co.id/

Dhewi RM. 2013. Ekonomi Kreatif Generasi Muda Menuju Optimisme  Ekonomi   
            Bangsa. Semnas Fekon [internet]. [diunduh 2020 April 19]; 39-47.      
            http://repository.ut.ac.id.
Gischa S. (2020, Januari 24). 5 Kebijakan Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Ekonomi. Dipetik April 19, 2020, dari Kompas.com: http://www.kompas.com
Newswire. (2019, Agustus 11). Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka, Zaman Siapa Lebih Baik? Dipetik April 19, 2020, dari Bisnis.com: https://ekonomi.bisnis.com/
Ranto DWP. 2016. Membangun perilaku entrepreneur pada mahasisiswa
            melalui entrepreneuership education. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan  
           Akuntansi. [internet]. [diunduh 2020 April 19]; 9(3): 79-86.  



Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment