×Close

Notifications

Disqus Logo

Wednesday, April 8, 2020

Hidup adalah Perjalanan



“Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut)” (H.R. At-Tirmidzi no. 3277)

Orang-orang mengetahui bahwa hidup adalah perjalanan, tetapi tidak semua orang memahami makna perjalanan dalam hidup ini. Kita bisa melihat masih banyak orang mengeluh, masih banyak orang putus asa, dan masih banyak orang yang lebih memilih mundur. Padahal jika ia sudah memahami tentang perjalanan dalam hidup, tentu tidak akan demikian.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW bahwa “Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut). (H.R. At-Tirmidzi no. 3277)”. Dari hadis ini sebenarnya sudah memberikan gambaran kepada kita bahwa kita hidup ini hanya seorang musafir lalu beristirahat dan akan meninggalkannya. Bisa dikatakan perjalanan hidup dunia (yang kita jalani saat ini) lebih singkat, karena ada kehidupan yang abadi dan kekal, yakni akhirat.

Masalah, tantangan, maupun hambatan dalam hidup memang harus kita jalani. Semua itu adalah ujian bagi kita sebagai seorang hamba-Nya. Ada yang mampu menjalaninya, ada juga yang menyerah. Hal itu tergantung pribadi masing-masing dalam memaknai hidupnya. Orang yang memahami dengan baik hidup ini adalah perjalanan ia akan mudah menghadapi setiap rintangan kehidupan, begitu pun sebaliknya.

Sejatinya dalam hidup ini kita harus kuat. Harus tangguh dalam menerima rintangan. Apapun rintangannya kita bisa menghadapinya. Setiap rintangan, setiap masalah, ataupun setiap ujian pasti ada jalan keluarnya. Ada yang jalan keluarnya didapatkan dengan mudah, ada juga yang harus bekerja keras terlebih dulu untuk mendapatkan jalan keluarnya.

Baca juga


Pernahkah kita melihat jalan raya? Pasti jawabannya pernah. Tapi, pernahkah kita merenungkannya? Jawabannya beragam, ada yang pernah, ada juga yang acuh tak acuh. Padahal di bumi yang kita pijaki ini banyak hal yang dapat kita renungi, pelajari, dan maknai.

Kita ambil contoh jalan raya. Jalan raya yang kita injak dan kita lewati dengan kendaraan kita, tetap kuat. Bahkan jutaan lebih kendaraan yang melewatinya masih tetap kuat. Dari jalan raya ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa hidup itu harus kuat. Apapun kondisinya kita coba untuk tetap tegar dan memberi manfaat kepada banyak orang seperti halnya jalan raya memberikan manfaat kepada orang yang bepergian.

“Hiduplah seperti jalan raya. Walau banyak diinjak dan dilewati benda berat, tetap tegar dan bermanfaat” ~Ibarat Kata

Sekarang kita tinggal jalani saja hidup ini. Sedih, kecewa, ataupun gagal, semua akan terlewati dengan baik jika kita menjalani hidup ini dengan bijak. Setiap orang ada masanya, jalani saja kehidupan ini.

“Hidup ini hadapi, hayati, dan nikmati” ~Dede Syaefudin, S. Pd.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses bersama.

Bogor, 8 April 2020
Muhamad Husni Tamami (MHTnesia)

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment