×Close

Notifications

Disqus Logo

Tuesday, May 26, 2020

Pandemi Covid-19, Pernahkah Kita Berpikir Tentang Ini?


Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Kemarin pun kita melaksanakan Ramadan di tengah pandemi. Biasanya momen Ramadan kita melaksanakan buka bersama dengan teman-teman SD, SMP, SMA, satu kantor, ataupun dengan partner organisasi. Akan tetapi, semua itu tidak semuanya yang melaksanakan ketika Ramadan di tengah pandemi. Memang ada yang melaksanakan, tapi tidak banyak.

Selain itu, pandemi juga membuat kita tidak bisa bepergian. Harusnya setelah lebaran Idul Fitri ini kita mudik, tetapi sekarang tidak. Kita hanya bisa ke kerabat-kerabat dekat saja. Ya, pandemi membuat kita tak sebebas dulu. Semuanya dibatasi, apalagi berkumpul banyak orang. Hal ini merupakan implementasi program pemerintah, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terlepas dari soal konspirasi atau Covid-19 ini benar-benar ada, kita harus tetap mengambil hikmahnya. Banyak hikmah yang dapat kita petik di balik Covid-19 ini. Salah satu hikmah yang akan ditulis adalah tentang digitalisasi.

Sebenarnya, sebelum ada Covid-19 teknologi sudah semakin canggih. Apa yang kita inginkan sudah bisa dilakukan dengan mudah. Misalnya, kita ingin makan tinggal pesan melalui online, kita ingin beli baju bisa melalui online, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bicara soal administrasi walaupun teknologi sudah semakin canggih, penerapannya belum maksimal. Pengiriman berkas masih ada yang harus hard copy. Padahal sudah ada scanner yang dapat mempermudah. Bahkan, ini menghemat kertas, menjaga alam juga, tapi mengapa masih harus hard  copy?

Covid-19 telah menjawabnya. Dampak pandemi pengiriman berkas melalui online. Berkas di scan lalu dikirim via email atau platform lain. Kita tidak harus pergi ke alamat yang akan kita kirimkan berkasnya. Tinggal di rumah saja kita bisa kirim dengan mudah. Padahal semua ini kita bisa terapkan jauh sebelum Covid-19 ini ada. 

Pernahkah kita berpikir tentang ini? Semoga saja pernah dan mari kita manfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih Covid-19 telah memberikan kesadaran bahwa cara mudah yang bisa kita lakukan dan ini merupakan satu dari sekian banyak hikmah yang dapat kita petik dari Covid-19.

Selagi ada yang lebih mudah kenapa harus yang sulit?


Tulisan ini terinspirasi dari guru penulis, yakni Bapak Agan Suhayat, M. Pd. yang merupakan guru PAI sekaligus pengasuh Ma'had Al-Mubarokah di SMAN 1 Cisarua Bogor.

Semoga bermanfaat.

Bogor, 26 Mei 2020
Muhamad Husni Tamami

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment