×Close

Notifications

Disqus Logo

Saturday, October 3, 2020

Belajar dari Stuktur dan Desain Organisasi Garuda Indonesia


Garuda Indonesia merupakan maskapai terbesar di Indonesia. Dalam perjalanannya, maskapai milik pemerintah ini pernah mengalami keterpurukan.  

Pada tahun 2004, Garuda Indonesia mengalami kerugian hingga 800 miliar rupiah, memiliki hutang 868 juta dolar Amerika, dan performa kerja yang kurang baik sehingga maskapai ini mendapat reputasi buruk hingga di mata internasional.

Ternyata tahun itu tidak membuat maskapai ini berhenti dalam dunia penerbangan. Pada tahun 2005, Garuda Indonesia merekrut Emirsyah Satar sebagai direktur baru. Di era Emirsyah lah mulai di tata kembali struktur dan desain Garuda Indonesia.

Langkah pertama yang dilakukannya adalah merubah sistem manajemen, kemudian memangkas lapisan organisasi.

Dengan struktur dan desain seperti ini membuahkan hasil yang memuaskan. Garuda Indonesia yang semula sering mengalami keterlambatan kini sudah tidak lagi. Semenjak dirubah struktur dan desain organisasi, Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan The World's Most Improved Airlines dari SkyTrax.

Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga kembali mendapat kepercayaan dari pelanggannya sehingga pelanggannya semakin meningkat.

Keberhasilan garuda yang berhasil bangkit dari keterpurulannya dianugerahi penghargaan Airlines Turnaround of The Year oleh Centre for Asia Pacific.

Struktur dan desain organisasi yang baik akan berdampak pada sebuah organisasi itu sendiri. Kita bisa belajar dari Garuda Indonesia yang semula terpuruk hingga bangkit kembali karena struktur dan desain organisasinya dirancang dengan baik.

Referensi: https://www.google.com/amp/s/sleekr.co/blog/restrukturisasi-garuda-indonesia/amp/

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment