×Close

Notifications

Disqus Logo

Thursday, January 21, 2021

Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar #28

 


Hari Guru Nasional (HGN) rutin diperingati setiap 25 November. Di tanggal yang sama juga sekaligus memperingati HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). HGN dan PGRI adalah dua hal yang berkaitan. Pasalnya, penetapan HGN berkaitan dengan riwayat berdirinya organisasi PGRI.

 

Melansir dari laman PGRI, organisasi ini berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. Di samping PGHB berkembang pula organisasi guru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan  atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

 

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

 

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

 

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah –guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 –seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia–  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

 

Sebagai penghormatan  kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.

 

Tahun ini peringatan Hari Guru mengambil tema Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar.

 

 

Selayang Pandang

 

Momen Hari Guru membuat saya ingat saat 2 tahun yang lalu. Saat itu saya memang baru terjun ke dunia blog. Tidak sengaja bangun di sekitar jam 3 pagi. Kemudian saya menulis tentang guru. Mulai dari artikel, puisi, hingga kata-kata mutiara saya muatkan dalam tulisan itu.

 

Tulisan itu kemudian saya share di media sosial. Pada waktu itulah saya baru merasakan dapat viewer seratus lebih. Sebelumnya hanya puluhan saja. Kadang satuan.

Dari pengalaman itu akhirnya saya terus konsisten dalam dunia blog. Walaupun sering beda situs, tapi tak menghilangkan tujuan utama saya dalam menulis di dunia maya.

 

 

Guru

 

Guru adalah seseorang yang ingin mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan. Guru adalah penggerak bangsa menjadi maju. Guru bukanlah suatu profesi, melainkan pengabdian. Guru seringkali dijadikan sebagai figur utama oleh murid-muridnya. Namun sayangnya, ketika guru berbuat salah sedikit siswanya pun ikut melakukan kesalahan, alasannya karena guru itu digugu dan ditiru. Guru berbuat salah muridnya pun berbuat salah. Padahal maksudnya bukan begitu, seorang murid yang bijak tidak akan pernah melakukan hal tersebut, karena berpikir bahwa seorang guru harus dihormati dan dimuliakan seperti layaknya seorang murid yang menghormati dan memuliakan orang tuanya. Orang yang bijak selalu mengambil sisi positifnya.

 

Guru adalah orang tua di sekolah. Seorang guru selalu mendidik, membina, dan membimbing muridnya agar muridnya bisa menjadi orang yang berhasil di masa yang akan datang. Guru tidak pernah memperlihatkan kelemahannya di depan muridnya, ia selalu tegar dan memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja. Padahal di balik itu, terkadang ada sesuatu hal yang tidak diketahui oleh seorang muridnya.

 

Menjadi guru adalah suatu amanah yang besar, karena tanggung jawabnya bukan hanya di dunia, tetapi mencakup dunia dan akhirat. Tak heran jika seorang guru selalu marah ataupun mengingatkan dengan tegas ketika muridnya berbuat kesalahan, itu semua semata-mata bukan guru itu benci, tetapi guru itu sayang kepada muridnya dan menginginkan muridnya menjadi orang yang berhasil di masa yang akan datang.

 

Pengorbanan guru sangatlah besar. Ia harus meluangkan waktunya hanya untuk kebaikan murid-muridnya. Bahkan, ia juga harus menangani dengan baik jika muridnya melakukan kesalahan yang besar. Selain itu, terkadang keluarga di nomor duakan oleh seorang guru dan murid di nomor satukan. Karena apa? Karena seorang guru memiliki pandangan yang jauh lebih panjang dan luas. Ia yakin bahwa murid yang dididiknya mampu menjadi orang yang berhasil di masa yang akan datang.

 

Sebagai murid, sudah seharusnya menjadikan guru sebagai motivator hidupnya dan tidak pernah sedikit pun membuat guru tersakiti karena ulahnya. Seorang murid harus mampu membuat seorang guru bahagia. Salah satu caranya adalah dengan belajar yang rajin, menjadi anak yang baik, menjadi anak yang cerdas, memiliki etika yang baik, dan menjadi orang berhasil di masa yang akan datang.

 

Semua itu jika sudah terwujud pada muridnya, guru akan merasakan kebahagiaannya, karena impian guru yang tersirat itu sudah terwujud oleh seorang muridnya.

 

Guru begitu mulia. Ia rela berbagi ilmunya demi anak didiknya sukses dunia akhirat di masa depan.

 

 

Hari Guru

 

Hari ini kita kembali memperingati Hari Guru. Saya menjadi ingat ketika SMA yang selalu merayakan Hari Guru ini.Bersama kawan-kawan pengurus OSIS yang dibantu MPK memperingati Hari Guru dengan membuat karya-karya bertulis "Happy Teacher Day" dan perlengkapan lainnya untuk memeriahkan Hari Guru.

Kami berjalan sembari menyanyikan Hymne Guru. Memberikan simbolis kecintaan terhadap guru dan mengucapkan selamat kepadanya. Ada juga yang membacakan puisi.

 

Sejatinya kecintaan kami lebih dari sekadar memberikan bunga. Kami ingin menspesialkan di Hari Guru dengan cara yang kami bisa. Kami tahu sejatinya menspesialkan guru itu sepanjang masa.

 

Menurut saya, dengan adanya Hari Guru membuat muridnya ingat akan jasa-jasa guru yang telah diberikannya. Mungkin kalau tidak ada Hari Guru akan lupa pada gurunya. Walau kenyataannya tetap saja ada yang lupa, beberapa orang saja.

 

Guru adalah orang yang sangat berjasa. Mau meluangkan waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa. Tidak sedikit guru yang siang dan malamnya memikirkan muridnya. Mereka ingin murid-muridnya menjadi "orang" di kemudian hari. Tentunya dengan mengedepankan akhlak yang baik.

 

Setiap orang pasti mempunyai seorang guru. Presiden pun memiliki guru. Tanpa guru saya pikir peluang menjadi presiden sangat kecil. Seorang konglomerat juga dia memiliki guru. Kesuksesan mereka dalam membangun bisnis atau usahanya terdapat peran guru di dalamnya.

 

Sangat disayangkan jika lupa dengan gurunya. Padahal dari gurulah mendapat didikan, binaan, dan bimbingan untuk menjadi "orang" di kemudian hari. Jika seperti itu Ibarat kacang lupa kulitnya.

 

Pak, bu, maafkan kami jika selama ini belum bisa memberikan yang terbaik. Belum menjadi orang yang diharapkan. Kami akan terus berikhtiar untuk menjadi "orang" di kemudian hari. Kami yakin bahwa ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh guru akan menjadi jembatan untuk meraih mimpi yang kami dambakan.

 

Pak, bu, maafkan kami jika selama ini masih tertanam rasa sakit atas perlakuan kami. Mungkin saat itu kami khilaf dan sekarang berusaha untuk terus berbuat yang terbaik dengan cara beperilaku yang baik.

 

Semoga langkah-langkah guru kami selalu menjadi amal kebaikan. Semoga guru-guru kami selalu dalam keadaan sehat. Semoga guru-guru kami semangat dalam mendidiknya sehingga melahirkan murid yang unggul dan berkualitas luar dan dalamnya. Saya Muhamad Husni Tamami mengucapkan selamat Hari Guru.

 

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment