×Close

Notifications

Disqus Logo

Thursday, January 21, 2021

"Pemimpin" Masa Depan Indonesia #47

 


Ahad, 20 Desember 2020 saya memantau demokrasi di tingkat desa. Melalui pemilihan kepala desa saya ingin melihat bagaimana sistem demokrasi yang sedang berlangsung itu. Desa saya, Pasir Angin sudah melaksanakan Pilkades pada tahun 2018 lalu, sehingga saya mencari desa yang sedang melaksanakan Pilkades. Kebetulan sedang di Dramaga, so saya ke TPS 7 di Desa Neglasari, Dramaga.

 

Tidak banyak cakap. Saya memasuki ruang pemungutan suara itu. Melihat dari dekat praktik demokrasi yang sedang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan. Orang tua dituntun oleh panitia untuk tetap memenuhi hak suaranya. Hujan pun tak menghalangi antusiasme masyarakat untuk memilih pemimpin mereka. Walau tidak 100% semua masyarakat memenuhi hak suaranya.

 

Perhitungan pun dimulai. Ada dua calon di Desa Neglasari. Keduanya pria dan tentunya mereka sudah siap jika terpilih untuk memipin Desa Neglasari selama 6 tahun ke depan.

 

Soal terpilih atau tidak dalam sebuah demokrasi sudah biasa. Sejatinya yang menang tidak sombong dan meremehkan yang kalah. Justru program-progamnya bisa dikolaborasikan selama itu untuk kemajuan dan pembangunan desa. Begitu pun dengan calon yang kalah. Tidak harus benci bahkan hingga menyerang. Legowo saja. Saya yakin akan ada jalan lain untuk memajukan sebuah desa. Menjadi kepala desa adalah salah satu jalannya, tapi di luar sana masih banyak jalan yang dapat kita tempuh.

 

Kepala desa berarti pemimpin masa depan Indonesia. Kenapa demikian? Saya kembali mengutip pernyataan dari salah satu dosen di kampus bahwa 'desa adalah masa depan Indonesia'. Artinya kepala desa lah yang akan memimpinnya. Jika seluruh kepala desa mampu dan berhasil memajukan desanya, saya yakin akan menjadi jembatan kemajuan Indonesia.

 

Desa jangan disepelekan. Di sana terdapat berlian-berlian generasi bangsa. Sejatinya pemerintah tetap mendukung dan mendorong kemajuan di tingkat desa. Jangan hanya desa dijadikan sebagai objek, tapi jadikan desa sebagai subjek. Beri mereka peran dan ruang. Dengan demikian bisa memunculkan inovasi dan karya untuk bangsa dari desa.

 

Selamat bagi kepala desa yang terpilih. Semoga amanah dan tanggung jawab. Bagi yang belum tetap semangat. Masih ada ribuan pintu dan jalan memajukan desa.  

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment