×Close

Notifications

Disqus Logo

Thursday, January 21, 2021

Pertanian hingga Bisnis yang Menjanjikan di Indonesia #10

 


Bersyukur sekali karena di dekat rumah saya masih ada lahan pertanian. Lahan itu milik almarhum kakek saya yang saat ini dikelola oleh keluarga besar. Saya merasa bersyukur dengan lahan ini. Di daerah lain lahan pertanian sudah mulai jarang. Beberapa sudah berubah menjadi lahan industri, permukiman, dan lain sebagainya.

 

Lima tahun lebih ke belakang, lahan kakek saya ada yang mau beli. Tujuannya untuk dijadikan sebagai tempat pemancingan. Alhamdulillah lahan pertanian itu tidak jadi dijual. Sementara yang milik tetangga itu dijual. Sekarang pemancingan itu sudah jadi. Akibat dari pandemi, saya perhatikan pemancingan di dekat rumah saya akhir-akhir ini tutup.

 

Di sisi lain memang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, namun sangat disayangkan ketika lahan pertanian berubah menjadi lahan pemancingan. Padahal hasil dari pertanian kita konsumsi setiap hari. Bayangkan, seandainya seluruh lahan pertanian di dunia ini dialihfungsikan, kita mau makan apa?

 

Hari ini, Sabtu, 7 November 2020 saya kembali berdiskusi dengan Mang Ahi -orang yang menggarap sawah milik kakek saya- sekitar 30 menit. Saya mengawali dengan sapaan kemudian masuk ke perbincangan.

 

Ternyata saya dengan Mang Ahi satu frekuensi soal lahan pertanian yang sudah jarang ditemukan. Bahkan, di desa saya bisa dihitung jari. Kalau perkebunan masih banyak ditemukan. Semoga saja nasibnya tidak sama seperti lahan pertanian ya.

 

Hal lain yang senada dengan Mang Ahi juga soal lahan pertanian yang sudah mulai tergantikan dengan lahan industri, perkumikan, dan lain sebagainya (seperti yang sudah saya sebutkan di awal). Ia juga menyebut sudah jarang orang yang mau bertani. Padahal sehari-hari mengonsumsi hasil dari pertanian.

 

Dulu hasil panen biasanya disimpan di leuit dan kalau pun mau dijual setelah padi mulai memasuki musim panen. "Kalau sekarang mah ketika panen langsung dijual. Dulu disimpan di leuit dan bisa tahan sampai berbulan-bulan. Dijual juga ketika padi sudah mejeuhna beukah. Harganya pun bisa lebih mahal," katanya.

 

Setelah saya mempelajari selama satu semester soal pertanian secara teori, ternyata pengertian pertanian itu tak seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya. Awalnya saya pikir pertanian itu di sawah aja. Ternyata lebih dari itu.

 

Pengertian pertanian dalam arti luas dari mulai nanam, panen, diolah, hingga dipasarkan. Akhir-akhir ini sudah mulai terdengar istilah "petani berdasi". Ya, sejatinya menjadi petani itu tidak harus kotor-kotoran. Kita bisa memanfaatkan teknologi masa kini dalam kegiatan pertanian.

 

Beberapa bulan yang lalu, Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria menyebut bahwa pertanian akan menjadi bisnis yang menjanjikan di Indonesia.

 

Semoga dengan tulisan ini bisa mengangkat kembali semangat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Saya apresiasi dengan adanya Putera Puteri Padi Jawa Barat atau Indonesia sebagai duta pertanian dengan filosofi padi yang membantu meningkatkan pertanian di masa kini.

 

Semoga juga mindset terhadap pertanian sudah mulai dirubah. Pertanian bukan hanya sekadar cangkul, tetapi lebih dari itu. Next semoga saya bisa menghadirkan petani milenial untuk bahas tuntas soal ini agar paradigma generasi muda terhadap pertanian sudah mulai terbuka.

Hidup pertanian Indonesia. Kalau tidak ada petani dan kegiatan pertanian, kita mau makan apa? Untuk itu mari kita sama-sama berkontribusi pada pertanian dengan apa yang kita bisa. Salam pertanian Indonesia. 

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment