×Close

Notifications

Disqus Logo

Thursday, January 21, 2021

Wadah Pembinaan Kepemimpinan #19



Ahad, 15 November saya mengikuti pisah sambut Asrama Kepemimpinan dan Kader Pejuang Pertanian (AKKP) Putra sekaligus pengukuhan Asrama Kepemimpinan dan Kader Pejuang Pertanian (AKKP) Putri. Sebagai mahasiswa yang akan mendapatkan pembinaan di sini sudah seharusnya mengikuti dan menyukseskan.

 

Kegiatan ini merupakan sejarah baru bagi AKKP IPB University. Tahun sebelumnya pisah sambut ini tatap muka langsung. Biasanya saling berpelukan dan memberikan selamat serta semangat secara langsung. Tahun ini kegiatan dilakukan secara virtual. Inilah yang menjadi sejarah baru bagi AKKP.

 

Walau secara virtual, esensi pisah sambut dan pengukuhan tersebut tetap saya rasakan. Apalagi ketika mendapatkan wejangan dari rektor, wakil rektor bidang pendidikan dan kemahasiswaan, direktur kemahasisswaan, kasubdit pembentukan karakter, supervisor asrama, dan beberapa alumni AKKP.

 

 

Rektor

 

Menurut Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S. P., M. Si., masa depan kita sangat ditentukan oleh diri kita sendiri. Kita harus mempunyai arah dan strategi.

 

Di asrama ini mahasiswa akan mendapatkan stimulus-stimulus. Asrama ini bukan seperti kolam cat yang ketika masuk tubuh kita menjadi berwarna. Begitulah pengibaratan rektor kepada mahasiswa AKKP.

 

Ada 3 tipe dalam kesempatan, yaitu menunggu kesempatan, mencari kesempatan, dan menciptakan kesempatan. Sejatinya mahasiswa AKKP harus menjadi opportunity creator atau menciptakan kesempatan. Ini merupakan stimulus-stimulus di AKKP.

 

Memberikan terobosan, inovasi, dan program baru merupakan  3 hal untuk menjadikan leader sesungguhnya.  Sehingga ketika keluar di asrama ini menjadi orang berlian dan memiliki peninggalan di IPB yang bermanfaat bagi orang lain. Hal tersebut merupakan dinamika kemajuan.

 

 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan

 

Dalam penyampaiannya, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Dr. Ir. Drajat Martianto, M. Si. mengatakan bahwa Rektor IPB ingin melahirkan pemimpin-pemimpin hebat. Impian tersebut mewujudkannya melalui AKKP.

Ia juga menyebut satu tahun di asrama ini tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi akan cukup jika menjadi modal dan mau jadi pembelajar.

 

 

Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir

 

Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir Dr. Alim Setiawan Slamet, S. T. P., M. Si, menyampaikan tahun ini AKKP Putra sudah ada 3 generasi, sementara AKKP Putri baru 1 generasi. AKKP Putri merupakan transformasi dari Asrama Putri Dramaga. Tahun ini penghuni AKKP Putra berjumlah 62 orang dan AKKP Putri 38 orang.

 

AKKP akan mengelompokkan dan memberikan tantangan untuk terus berinovasi. Dengan demikian harapannya asrama ini dapat menjadi ekosistem pengembangan diri dan menciptakan karya gemilang serta prestasi membanggakan. Hal itu sesuai dengan harapan Rektor IPB.

 

Ada 3 program besar untuk tahun ini. Pertama, program berdasarkan partisipatory mapping yang meliputi kelompok Agripreneur, Agrileader, dan Agritechnopreneur.

Kedua, program pembinaan yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pembinaan kerohanian, kepemimpinan, dan webinar anti radikalisme. Ketiga, program kegiatan tambahan softskill meliputi talent mapping, young agripreneur, komunikasi efektif, dan The 7 Habits.

 

 

Supervisor AKKP

 

Pembinaan untuk AKKP generasi 3 dan AKKP generasi 1 akan dilakukan secara virtual. Kalau kondisi membaik akan dilakukan secara offline seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

“Walau online tidak mengurangi untuk beraktivitas pembinaan,” kata Coswara.

 

 

Adi Poernomo

 

Banyak sekali yang didapatkan di AKKP ini. Banyak dinamika. Di asrama sesama mahasiswa adalah saudara. Bisa saling mengetahui dengan adanya pengenalan yang lebih dalam. Ada program harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Banyak sekali prestasi, mulai dari tingkat ormawa, fakultas, hingga KM (keluarga mahasiswa). Support dari ditmawa sangat luar biasa. Harapannnya bisa praktik langsung. Rencanaya akan ada greenhouse di belakang asrama putra sebagai ladang praktik.

 

 

Ainun Fiki

 

“Di sini kami banyak berkontribusi dari teman-teman juga aplikasi dari pembinaaan-pembinaan Asrama Kepemimpinan dan Kader Pejuang Pertanian untuk kita salurkan di luar IPB.”

 

Asrama ini akan menjadi wadah pembinaan kepemimpinan. Jika tahun depan ada rekrutmen lagi, bagi mahasiswa IPB bisa daftar dan menjadi bagian dari asrama ini. Saya sendiri sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari asrama ini.

 

Harapannya di asrama ini saya dapat dididik, dibina, dan ditempa untuk menjadi seorang pemimpin, menjadi seeseorang yang dapat memberikan manfaat bagi lingungan sekitar, dan menjadi orang yang berpengaruh seperti kata rektor bahwa leadership about influence (kepemimpinan adalah tentang pengaruh).

 

Oh iya, dalam pisah sambut dan pengukuhan ini menghadirkan 2 narasumber hebat dan menginspirasi. Kedua narasumber tersebut merupakan alumni IPB University yang telah sukses di bidangnya masing-masing. Keduanya juga bangga menjadi alumni IPB Univeristy. Narasumber tersebut adalah Betty Epsilon Idroos dan Yuli Arinta Dewi.

 

Dua narasumber itu memberikan semangat, motivasi, dan inspirasi kepada adik-adiknya yang saat ini akan mendapatkan pembinaan di AKKP. Selain itu, kedua narasumber juga membuka pola pikir mahasiswa untuk berpandangan ke depan, memiliki visi yang jelas, mengenali diri, mengembangkan diri, dan hal-hal lainnya yang dapat berdampak positif bagi insan AKKP.

Tags :

bm

MHT

Pembelajar

Spread Goodness and Expedience.

  • MHT
  • Agustus 19, 2000
  • Megamendung, Bogor, Jawa Barat
  • muhamadhusnitamami@gmail.com
  • +62821 2582 6729

Post a Comment